CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 87



Haris tak habis pikir dengan istri manjanya itu kalau sudah minta sesuatu dan belum dituruti akan terus merengek dan merengek padanya, Haris bangun dari duduknya dan menuju pintu, ia membuka pintu tersebut dan memanggil sekertarisnya.


"Vivi, apa saya masih ada jadwal hari ini?" tanya Haris pada sang sekertaris yang memiliki nama Vivi tersebut.


"Jadwal tuan Haris untuk hari ini sudah selesai tuan, hanya ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani saja," jawab Vivi.


"Baiklah jika seperti itu, sepenting apapun jika aku belum memanggilmu jangan pernah hubungi aku dan meanggilku oke, aku ada sesuatu yang harus diurus, jika tuan muda yang datang bilang saja nyonya Risa sedang didalam lagi ada urusan," ucap Haris menjelaskan.


"Baik tuan Haris," jawab Vivi.


Harispun masuk dan mengunci pintunya, ia masuk menuju kamar istirahatnya, yah didalam ruang kerja Bram dan Haris terdapat sebuah kamar untuk sekedar beristirahat dan kamar mandi untuk membersihkan diri.


Risa sudah berganti pakaian dengan lingerie yang seksi serta transparan membuat Haris menelan salivanya, tubuh istrinya begitu seksi dan indah membuat mata yang melihatnya menjadi hilang akal.


Haris langsung menerkamnya dan ******* bibir Risa lembut, dan merekapun melakukan pemanasan yang begitu mengga irahkan dengan suara era ngan yang memenuhi ruang kamar tersebut.


Setelah lama mereka melakukan pemanasan Risa memimpin untuk untuk olah raga sore ini, ia sudah bersiap diatas tubuh Haris yang tengah duduh disofa untuk memasukkan sibeo kedalam miliknya, setelah masuk Risa menari dengan liar diatas tubuh Haris dengan diiringi suara yang merdu dan indah ditelinga Haris membuat Haris merasa begitu menik matinya.


Lama Risa bermain diatas tubuh Haris dan akhirnya ia merasakan sesuatu keluar dari miliknya disusul sibeo yang menyemburkan isinya kedalam perut Risa, Risa ambruk diatas tubuh Haris dengan napas yang beraturan, Haris mengusap rambut dan tubuh polos sang istri manjanya tersebut.


"Kalau udah jadi maunya kamu itu gak bisa nunggu nanti honey," ucap Haris masih memeluk tubuh istrinya.


"Apa kau tak menyukainya honey?" tanya Risa yang masih asik dalam dekapan sang suami.


"Aku menyukainya," jawab Haris segera takut Risa merajuk.


"Kalau begitu bolehkah aku bermain lagi,"


"No henoy bentar lagi kita akan pulang, jika kau menginginkannya lagi nanti setelah kita sampai dirumah oke, aku akan memuaskanmu," jawab Haris segera takut kalau sang istri tiba tiba beraksi kembali.


"Hehe bercanda hon," ucap Risa terkekeh. "Kita mandi?" tanya Risa kembali.


"Hanya mandi." Haris mengingatkan.


"Iya iya honey hanya mandi, janji," jawab Risa bangun dari tubuh Haris, dan merekapun menuju kamar mandi dan mandi bersama.


Setelah mandi mereka keluar dari ruang kamar tersebut, Haris membuka kunci pintunya dan meminta asistennya mengantar dokumen yang harus ditandatanganinya kemudian kembali duduk dikursi kebesarannya, sedangkan Risa duduk dipangkuan Haris begitu Haris duduk.


Vivi masuk membawa beberapa dokumen ditangannya dan menyerahkan pada Haris, Vivi tersenyum pada Risa dan dibalas oleh Risa, setelah dokumen selesai ditandatangani Vivi kembali keluar dari ruangan Haris.


"Kita pulang honey," ucap Haris pada Risa.


"Hm, tapi aku lapar," jawab Risa dengan suara manja.


"Kau ingin makan apa? apa kau ingin mampir kekantin dulu untuk melihat apa masih ada makanan disana?" tanya Haris memberi saran.


"Boleh, tapi kalau sudah tak ada apa apa lagi kita mampir beli nasi goreng dipinggir jalan yang hon sekalian pulangnya mampir beli kebab terakhir kita mampir tempat kakak ipar, aku ingin lemonadenya honey," jawab Risa antusias.


"Ya sudah kalau begitu kita tak usah mampir kekantin, langsung mampir beli nasi goreng ajah, aku juga ingin makan kwetiau goreng," usul Haris.


"Saya pulang dulu yah Vi," ucap Haris setelah berada didepan meja sang sekertaris.


"Baik tuan Haris dan nyonya Risa selamat malam," jawab Vivi menundukkan badannya memberi hormat.


Haris dan Risa berjalan menuju lift, ia menekan tombol dan tak lama lift pun terbuka kemudian mereka masuk kedalamnya, setelah sampai dilantai bawah mereka langsung menuju kearea parkir.


Diparkiran mereka langsung menuju mobil dan masuk kedalamnya, sebelum melajukan mobilnya Haris menelfon Bram terlebih dahulu untuk menanyakan apakah dia akan ikut bersamanya kecafe Aberlie atau pergi sendiri, karena belakangan ini Bram lebih senang membawa mobil sendiri ketimbang disupiri oleh Haris.


"Risa minta kecafe istri lu nih bro mau sekalian bareng gak nih lu, gua udah dimobil kalau lu mau bareng gua tunggu?" tanya Haris setelah mendengar Bram mengangkat telfonnya.


"Ia bentar gua otw nih lagi ngurus dokumen bentar men gak lama ko," jawab Bram dan tak lama ia mematikan sambungan telfonnya.


Lima belas menit kemudian Bram sudah terlihat diarea parkir, ia menuju mobil yang ditumpangi Haris dan masuk duduk dikursi belakang seperti biasa, mobil pun melaju keluar area parkir menuju tempat masi goreng pinggir jalan sesuai permintaannya terlebih dahulu.


"Gua mau beli nasi goreng dulu buat makan malem sama beli kebab lu mau sekalian gak?" tanya Haris.


"Boleh nasi gorengnya dua porsi sama kebabnya satu ajah buat nyonya," jawab Bram.


Sekitar tiga puluh menit Haris dan Risa kembali dengan membawa makanan milik mereka dan pesanan Bram, kemudian ia kembali melajukan mobilnya menuju cafe milik Aberlie, sekitar lima belas menit mobil sudah sampai didepan cafe milik sang nyonya mudanya yaitu Aberlie.


Bram turun terlibih dahulu dan langsung masuk kedalam cafe sambil membawa kantong berisi nasi goreng dan kebab, ia menghampiri meja kasir dimana Aberlie sedang sibuk dengan laporannya hari ini.


Haris yang melihat tingkah Bram hanya menggelengkan kepalanya. "Dasar bucin akut langsung ngacir ajah tanpa permisi kalo udah ngeliat Aberlie, mentang mentang bos," gerutu Haris dan Risa hanya terkekeh.


"Ya sudah ayu masuk honey," ucap Risa.


Risa dan Haris pun turun dari dalam mobil menuju cafe, Haris membuka pintu dan membiarkan Risa masuk terlebih dahulu lalu disusul oleh dirinya, Risa langsung menuju meja kasir dimana Bram tengah duduk disamping Aberlie.


"Kakak ipar," ucap Risa setelah ia berada disebrang meja kasir didepan Aberlie.


"Hallo sayang, bentar yah aku selesaikan ini dulu, kalau kamu ingin sesuatu minta Rean suruh bikin," ucap Aberlie yang masih sibuk didepan layar lcd nya.


"Oke," jawab Risa dan kemudian dia menuju meja barista, Risa melihat sahabatnya yang sedang duduk sambil asik memperhatika Kevin sampai ia tak mengetahui kedatangan Risa.


"Hei bengong ajah kamu," ucap Risa menepuk pundak Arumi dan Arumi pun terkejut. "Re aku pesen lemonade cup besar dua yah," lanjut Risa tanpa merasa bersalah karena sudah mengejutkan sahabatnya itu.


"Baik mba," jawab Rean dan ia pun segera membuatkan pesanan Risa.


"Astaga beb kamu tuh yah, untung aku tak punya penyakit jantung tau," ucap Arumi sambil mengelus dadanya dan Risa pun hanya terkekeh.


"Abis kamu asik banget liatin si Kevinnya sampe aku dateng ajah gak tau," ucap Risa dan Arumipun menengok kearah Risa dan yang lainnya, Arumi hanya menyengir kuda saja.


*****


Selamat membaca semua jangan lupa tinggalin likenya untuk othor yah kak🙏😊


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏🤗😊🥰