CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 8



"Bro, makasih, ya. Setidaknya pencarian ini membuahkan hasil. Kita jadi bisa ketemu panti asuhan tempat Viona dulu. Sekarang mama papa juga lagi on the


way ke Indonesia."


"Sama-sama, Bro. Aku udah janji bakal bantu kamu, kan? Jadi, jangan sungkan," balas Antonio ramah.


"Kapan kita akan ke sana? Kita harus mencari tahu lebih detail lagi."


"Setidaknya tunggu mama papa dulu, deh.


Karena semua bukti ada di tangan mereka."


"Ngomong-ngomong, nama panti apa?" tanya Ramon penasaran.


asuhannya


"Hmmm, kalau nggak salah ... Muti ... mutiara kasih sepertinya," jawab Antonio.


"Mutiara kasih, mutiara kasih.. hmmm, kenapa…...


kayaknya nggak asing, yah?" gumam Ramon sambil berpikir keras


Mutiara Kasih? Astaga. Bukannya itu nama panti asuhan tempat Manda berasal? pikir Ramon.


Mata Ramon pun tertuju pada Antonio dan juga Roger dengan tatapan tanpa ekspresi


341 CEO Bucin - Missecha


Nggak mungkin, kan? Kalau Amanda itu adiknya


Roger? batin Ramon.


Sementara di sisi lain, Manda masih terus mengabdikan diri dengan memberikan beberapa les tambahan kepada anak-anak panti asuhan di tempat dia berasal.


ВАВ 5


Panti Asuhan Mutiara Kasih.


Siang ini Manda kembali berada di panti asuhar


untuk mengajar anak-anak di sana. Semua itu dilakukar


sebagai bentuk rasa terima kasihnya karena sudah dibesarkan dan dirawat di panti asuhan tersebut.


"Amanda?" sapa ibu panti asuhan, Angelina.


Angelina adalah generasi kedua atau anak dari mendiang pemilik panti asuhan yang mengetahui asal usul Manda. Setelah kematian sang Ibu 3 bulan lalu, dia kini mengambil peran sebagai ketua yayasan sekaligus ibu panti di sana


"Bu Angel?"


"Sayang, kemarilah!" seru Bu Angel meminta Manda untuk datang mendekat. Setelah itu dia berkata


36| CEO Bucin - Missecha


lagi, "Ada seseorang di luar yang ingin sekali bertemu denganmu. Katanya dia sangat rindu bertemu dengan kamu."


Raut wajah Manda berubah menjadi penasaran.


"Seseorang? Siapa, Bu?"


"Hmmm, baiknya kamu lihat aja sendiri. Ayo, kita


ke depan. Jangan biarkan dia menunggu lama, Iho," goda


Bu Angelina lagi.


Antonio? Tapi rasanya nggak mungkin dia. Lalu siapa, ya? pikir Manda.


Di saat yang bersamaan, Antonio pun diam-diam meluangkan waktu untuk menjemput Manda di pant asuhan


Setibanya di depan lobby, langkah Manda pun terhenti ketika melihat seseorang sedang berdiri menunggu di sana. Namun, wajah orang itu tertutup dengan bunga berwarna putih kesukaannya


"Siapa kamu?" tanya Manda.


"Aku datang untuk menepati janjiku. Aku datang untuk menemui kamu, gadis kecilku," ucap sang pria


371 CEO B.cin - Missecha


misterius sambil menyingkirkan bunga yang menutupi wajah.


Manda pun dibuat begitu terkejut melihat sosok pria yang ada di depannya, seorang lelaki tampan dengan mata yang meneduhkan dan senyuman yang indah.


"Kak Dean? Benarkah kamu kak Dean?" tanya


Manda. Suaranya bergetar saat berbicara, menahan rasa haru


Di saat yang bersamaan, mobil Antonio pun sudah memasuki halaman Panti Asuhan Mutiara Kasih Antonio lantas memarkir mobil mewahnya dan berjalan sedikit menuju halaman depan sebelum akhirnya memasuki bagian lobby


"Kamu benar kak Dean?"


"Hai, gadis kecilku. Maaf, sudah


h membuatmu


menunggu terlalu lama," ucap Dean lembut.


Setelah terkonfirmasi benar kalau yang di


hadapan saat ini adalah Dean yang dikenalinya, Manda


pun refleks berlari ke arah Dean. Keduanya pun berpelukan melepas rasa rindu yang sudah tidak bisa itahan lagi.


381 CEO Bucin - Missecha


Di sisi lain, Antonio baru saja melangkah masuk.


"Semoga gadis itu belum pulang. Jadi, aku nggak sia-sia kesini," gumamnya sambil mengayunkan kaki


"Kak, aku benar-benar kangen sekali sama Kak Dean ... hiks .. aku kangen." Tangis Manda pun pecah


dalam pelukan Dean


Antonio bisa mendengar suara Manda dari kejauhan dan saat semakin mendekat, kini Antonid dihadapkan dengan pemandangan yang kembali membuatnya menilai Manda salah.


"Cih! Aku menyesal sudah ke sini. Ternyata setiap киلsudaTeyata s


hari kamu kesini hanyalah sebagai kedokmu. Dasar munafik! Bisa-bisanya selingkuh di tempat seperti ini."


Kepalan tangan Antonio semakin mengeras menunjukkan emosinya. "Baiklah. Akan aku ikuti permainanmu. Kamu bisa selingkuh, aku pun bisa!"


"Lalu, bagaimana kabarmu sekarang, Manda?"


Dengan penuh kasih Dean menatap Manda.


"Seperti yang Kakak lihat sekarang, aku baik dong," jawab Manda tersenyum simpul.


Pletak


391 CEO Bucin - Missecha