
Bram selesai membuat roti isi dan susu rasa caramel untuk sang istri. Mirna juga sudah membuatkan kopi pesanannya. Bram langsung menempatkannya pada nampan dan segera membawanya ke kamar di mana Aberlie sudah menunggu.
Bram masuk ke dalam kamar dan menghampiri Aberlie yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur. Bram meletakkan nampan di atas nakas samping tempat tidur dan mengambil meja lipat di dekat lemari pakaian. Ia menaruh meja lipat tersebut di depan Aberlie dan meletakkan nampan yang tadi ia bawa di atas meja lipat tersebut.
"Makan lah By, aku membuatnya dengan cinta," goda Bram membuat wajah Aberlie tersipu.
"Kamu tuh suka sekali menggodaku yah," balas Aberlie.
Aberlie sarapan dengan di temani oleh Bram di sampingnya. Roti isi dan susu caramel pagi ini lolos masuk ke dalam perut Aberlie tanpa ada drama mual dan mabok. Bram tersenyum melihat sang istri yang makan roti isi buatannya begitu lahap.
***
Di apartemen Risa dan Haris baru selesai mandi setelah mereka menyelesaikan olah raga paginya. Haris yang masih memakai handuk yang melilit di pinggangnya sedang membantu sang istri mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer. Risa yang memang usil sesekali mencolek beo yang sedang tidur karena kelelahan.
"Honey, jangan ganggu dia lagi tidur oke, nanti yang ada aku gak berangkat ke kantor," ucap Haris memperingatkan Risa.
"Hehehe, aku ingin tahu apa kamu bisa menahan godaan seperti ini," jawab Risa masih terus iseng menoel noel sang beo yang masih terlelap.
"Kamu kan tahu kalau aku gak bisa tahan kalau kamu udah begini honey, jadi ku mohon hentikan oke sebelum dia bangun,"
"Bagus dong kalau bangun." Risa mendongakkan kepalanya dan mengedipkan sebelah matanya.
"Kita baru ajah selesai tadi bangun tidur Honey," ucap Haris menghela napasnya.
"Jika kau bisa menolak ku coba saja Honey."
Tanpa peringatan Risa langsung menarik handuk yang di kenakan oleh Haris dan langsung melupat sang beo. Ia membangunkan si beo secara paksa dengan menghi sapnya. Mendapat serangan nik mat seperti itu Haris tak mampu bertahan alhasil akhirnya si beo bangun juga.
Lagi dan lagi terjadilah pertempuran panas yang membuat Haris mengurungkan niatnya untuk berangkat ke kantor. Haris dan Risa kembali membersihkan diri di kamar mandi setelah selesai dengan pertempurannya. Setelah selesai mereka langsung menuju meja makan di mana sarapan sudah tersedia karena pagi tadi seseorang sudah mengirimkan katringnya.
Yah mereka pesan katring pagi hari untuk sarapan karena Risa belum bisa memasak. Siang dan malam hari mereka bisa makan siang dan makan malam bersama di luar. Setelah sarapan Risa membersihkan bekas sarapan mereka.
Haris dan Risa sudah berada di dalam mobil menuju kantor. Hari ini Risa masuk kelas siang jadi ia memutuskan untuk ikut Haris ke kantor. Nanti sekitar jam satu Haris akan mengantarnya ke kampus.
"Jangan menggangguku bekerja oke," ucap Haris memperongatkan Risa saat sudah berada di rungan Haris.
"Iya iya Honey, aku janji bakal diem dan main hp di pangkuanmu hehe," jawab Risa terkekeh karena Haris sudah mendelik kearahnya.
"Honey, serius deeh,"
"Iya iya,"
Siang hari setelah selesai makan siang Haris langsung mengantar Risa ke kampusnya. Setelah mengantar Risa ke kampus Haris melajukan kendaraannya menuju mansion Bram untuk mengantarkan sesuatu. Sesampainya di mansion Haris langsung menghampiri Bram dan Aberlie yang sedang duduk lesehan di depan tv.
"Nih pesenan lu." Haris memberikan semanggar buah lontar pada Bram yang di antar oleh anak buahnya.
"Gila lu Ris, gimana cara gua ngupasnya, bukannya sekalian suruh dikupas malah lu kasih gua masih gelondongan begini mana sama manggar manggarnya lagi," protes Bram karena Bram tak tahu bagaimana cara mengupas buah lontar.
"Minta Pak Joko buat ngupas dia pasti bisa, gua sekalian bawa gelondongan begitu biar buat stok soalnya carinya gila susah banget, jadi bisa lu simpan dah tuh," ucap Haris memberi saran dan duduk di sofa dekat Aberlie.
"Kamu tunggu di sini yah By sebentar aku minta tolong ke Pak Joko buat kupasin ini," ucap Bram seraya bangun dari duduknya dan menghampiri Joko yang sedang berada di taman belakang mansion.
"Pak, Pak Joko bisa kupas buah lontar?" tanya Bram setelah berada di depan Joko.
"Bisa tuan muda, mau berapa sini biar Bapak bukakan," jawab Joko.
"Kira kira segelondong isinya berapa biji Pak, terus gede apa kecil buahnya Pak?" tanya Bram yang mulai kepo.
"Segelondong isinya cuma tiga biji Tuan muda cuma sekali plok kita ajah, mungkin kalo sama Nyonya muda bisa dua kali plokan," jelas Joko.
"Tiga gelondong deh Pak tolong dikupas yah nanti yang tujuh gelondong tolong simpen buat nanti kalau dia tanya lagi," ucap Bram memberikan keputusan.
Bram kembali ke tempat sang istri duduk yang sedang asik menonton film drama kesukaannya. Ia duduk di samping Aberlie yang sedang asik menyeruput jus naga buatannya. Aberlie tak ingin makan jadi dia meminta Bram membuatkannya jus naga.
"Bentar yah By, Pak Joko sedang mengupasnya," ucap Bram mengusap kepala sang istri.
"Oke," jawabnya singkat.
"Makan dulu yah By, kasian baby twinsnya belum dikasih makan," rayu Bram agar Aberlie mau makan.
"Ngemil ajah deh yah, yah," mohon Aberlie sambil mengedipkan matanya.
"Kamu udah ngemil mulu loh By dari tadi," ucap Bram tapi Aberlie masih mengedipkan matanya berharap.
"Ya sudah tapi nanti malam makan yah walaupun hanya sedikit," akhirnya Bram mengalah pada sang ratu, Aberlie hanya terkekeh.
Tak berapa lama Joko datang dengan membawa buah lontar yang sudah dikupas di dalam piring. Ia memberikan piring tersebut pada majikannya dan Bram menerimanya. Bram langsung memberikannya pada Aberlie.
"Mmm ini seger banget deh Dear," ucap Aberlie setelah menggigit buah lontar tersebut.
"Enak By?" tanya Bram penasaran karena ia belum pernah memakannya.
"Coba gua minta satu kaya apa sih rasanya, penasaran kan gua." Haris menyomot terlebih dulu sebelum sang pemilik mengijinkannya.
"Mm rasanya kaya kelapa muda gitu cuma ini manis banget kaya kelengkeng," ucap Haris setelah memakan buah lontar.
"Iya mirip kelapa muda, tapi ko nyarinya susah banget yah," ucap Bram berpikir keras.
"Entah lah mungkin akan punah hehe," jawab Haris.
"Ya sudah yah Bro gua balik ke kantor," pamit Haris yang sudah berdiri.
"Yo makasih yah Men,"
"Sama sama,"
Haris pun pergi meninggalkan dua sejoli tersebut yang tengah asik menikmati buah lontar. Tak terasa buah lontar telah raib berpindah kedalam perut Aberlie bergabung dengan baby twins. Setelah kenyang Aberlie terlelap di pelukan sang suami, Bram yang mengetahui istrinya tengah terlelap merebahkannya di atas karpet dan meletakkan kepalangnya di atas bantal sofa dan ia pun ikut terlelap bersama.
*****
Ada karya temen author yang ceritanya keren abis loh kakak, yuk intip gimana ceritanya dijamin seru dan keren yang pasti gak bakal kecew deh.
***
Blurb...
Setelah disiksa, dikhianati dan dibuang si suatu tempat dalam keadaan hampir tak bernyawa, Gendis bertekad mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.
Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu.
Baca ceritanya disini yah 👇
Selamat membaca yah kak maaf kalau baru update soalnya othor pagi hari mendadak jadi guru dadakan😂
jangan lupa likenya yah dan please jangan kasih othor boom like oke🙏🥺
salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰