
Setelah berjuang menembus kemacetan jalanan ibukota, kini taksi yang membawaebawa Manda berhenti d
depan rumahnya.
"Ini, Pak. Ambil saja kembaliannya," ucap Manda
amah.
"Wah, terima kasih, Mbak," balas sang driver
Saat Manda keluar dari taksi yang dia tumpangi, di belakangnya juga ada mobil sang suami yang sudah berhenti
Ya, ampun! Kenapa dia cepat sekali datong?
Lebih baik aku pura-pura nggak liat dan jalan terus. Iyah Jalan terus, Manda, batinnya
Manda pun mengikuti kata batinnya. Dia pura pura tidak melihat mobil Antonio. Sementara dengar senyum sinisnya, Antonio terus menatap sang istri yang berpura-pura tidak melihatnya
"Cih! Dia pikir aku bodoh, apa?" gumam Antonio
Antonio mengikuti permainan Manda.
Antonio pun tidak memanggil Manda sama sekali
sampai sosok sang istri mematung di depan pintu yang ternyata masih terkunci. Senyum lebar pun kini tersungging di sudut bibir Antonio.Ο
1791 CLO B.cin-Missecha
Dia tidak memanggilku. Aman. Tapi kenapa bibi harus mengunci pintunya, sih? batin Manda
"Bi Nana, buka pintunya," lirih Manda. Bahkan, dia takut untuk mengeluarkan suaranya. "Ya, ampun.
Bibi, tolong Manda, dong. Bibi ke mana, sih?" ucapnya agi pelan.
"Ehem!" Antonio coba memberikan kode pada Manda yang membuat tubuh Manda berjinjit kaget.
"Pintunya dikunci, ya?" tanyanya.
"Eh... ohh . ehmm . Fiya." jawab Manda
gelagapan
K-kamu sudah sampai?" tanya Manda lagi.
"yah
"Ya, udah. Aku panggil bibi, yah," ucap Manda, "Bi Nana, Bibi." Kembali seakan tercekat suara Manda bahkan tidak bisa berbicara kuat, membuat Antonid hampir tidak bisa menahan tawa
Lalu, tanpa aba-aba terlebih dahulu, Antonio merangkul pinggang Manda yang refleks membuat Manda mengeluarkan jurus kagetnya.
Bugh!
"Akhh! rintih Antonio memegang perutnya.
1801 CEO Bucin - Missecha
"Astaga! Antonio! Maafkan aku. Aku nggak sengaja," seru Manda.
"Kamu mau membunuhku, hah?! Sakit ini!"
hardik Antonio, memegang perutnya yang mendapat
hantaman siku dari Amanda.
"Maafkan aku. Kamu ngagetin aku, sih." bela
Manda
Ceklek
"Ya, ampun. Den, kenapa ini Den Antonio?" tanya
bibi khawatir saat melihat Antonio meringis memegang perut. "Masuk, Den, Non."
mendudukkannya di sofa.
"Bibi ambilkan air dan kompres di belakang, yah
Den," seru Bi Nana
"Mana yang sakit? Sini aku liat," ucap Manda.
Dengan isengnya, Antonio menarik tubuh Manda mendekat padanya saat Manda sedang mengecek kondisinya.
"Eh. Antonio!"
181 CEO Bucin - Missecha
Namun, Antonio justru tidak melepas pelukannya dan dia mengunci tubuh Manda dengan kedua tangan.
"Kamu terlambat pulang, kan? Kamu pikir, aku tidak melihatmu tadi?"
Ternyata dia melihatku tadi, pikir Manda
"Ya, udah. Lepaskan dulu," protes Manda.
"Den .eh aduh, Aden, Non. Kenapa nggak di kamar aja, sih," ledek Bi Nana yang tanpa sengaja meliatnya.
Antonio pun refleks mendorong tubuh Manda karena rasa malunya. "Urusan kita belum selesai," ancam Antonio
Namun, kini Manda yang justru tersenyum melihat Antonio. "Apakah ini akan bertahan lama Antonio? Aku benar-benar takut sekali kalau ini hanya kebahagiaan yang semu. Aku nggak tahu harus bersikap bagaimana, Antonio," lirih Manda.
ВАВ 22
Remember when I told you "No matter where lgo
I'll never leave your side
You will never be alone"
Even when we go through changes Even when we're old
Remember that I told you
I'll find my way back home
(Lirik lagu Shaun & C. Maynard)
Saat Manda sedang merapikan tempat tidurnya, saat itulah dering ponselnya berbunyi mendendangkan suara indah dari penyanyi kesukaan Manda asal Korea, Shaun
Namun, ketika Manda melihat nama Antonio yang muncul dilayar, rasa malas mengangkat telepon pun datang. Dia ingat betul kejadian tadi sore saat di ruang tamu.
183) CEO B.cin- Missecha
"Aku akan mengangkatnya nanti. Telepon kembali, yah," ujarnya seraya berbicara kepada telepor selulernya
"Amanda Wiradijaya! Angkat teleponnyal" teriak Antonio dari balik pintu kamar.
"Astaga!" Jantung Manda berdetak cepat saat mendengar suara Antonio sudah berada di depan kamarnya. "Benar-benar bikin jantungan saja," dumel Manda.
Kembali dering ponselnya berbunyi untuk ke sekian kalinya. Mau tak mau, Manda pun mengangkatnya. "Halo"Manda menjauhkan teleponnya dari telinganya. "Kenapa harus berteriak,
Antonio?!" balas Manda.
"Mau ke mana?"
Dia benar-benar nggak bisa romantis, apa? Mau ajak makan malam, tapi malah marah-marah, batin Manda.
"Hm! Tiga puluh menit lagi aku akan .." Kembali Manda menjauhkan teleponnya. "Baiklah. Sepuluh menit
lagi aku siap." balas Manda
Tut tut ...
184| CEO Bucin- Missecha