
"Kamu temani Arumi sebentar Vin mumpung lagi sepi juga cafe, kamu sekalian makan siang kan kamu belum istirahat, biar mba yang bantu Rean nanti jika ada customer." Aberlie membantu Arumi.
"Tuh kamu denger kan, kak Aberlie minta kamu untuk nemenin aku," ucap Arumi menopang wajahnya dengan kedua tangannya diatas meja.
"Baiklah, kamu mau minum apa biar sekalian aku buatkan," akhirnya Kevin menyerah karena Aberlie sudah angkat bicara.
"Apapun yang kamu buatkan aku akan meminumnya, sekalian kentang gorengnya yah babang ganteng." Arumi mengedip ngedipkan matanya.
Kevin membuatkan minuman untuk Arumi, setelah selesai ia membawakan minuman tersebut beserta kentang goreng pesanan Arumi dan tak ketinggalan Kevin juga membawa makan siangnya dalam satu nampan bersama pesanan Arumi.
Arumi menjulurkan lidahnya pada dua sahabatnya lalu mengekori Kevin menuju meja yang berada disudut ruangan sesuai permintaannya.
Arumi duduk didepan Kevin dengan terus menatap wajah tampan Kevin meski tidak berkulit putih, Kevin yang merasa dirinya terus ditatap menjadi sedikit risih.
"Bisakah kau tak menatapku terus?" ucap Kevin yang sadar Arumi terus saja menatapnya
"Tidak," jawab Arumi singkat.
"Kalau kau terus menatapku seperti ini aku akan kembali kedalam." Ancam kevin.
"Jangan begitulah, aku jarang bisa suka sama seorang pria, tolong jangan menolakku oke," ùcap Arumi dengan nada sedikit dibuat sedih.
"Kita belum saling mengenal mba, aku tidak mengenalmu dan begitu juga sebaliknya, jangan suka pada orang tak punya seperti saya mba gak bakal bahagia karena saya tak bisa memberikan apapun yang mba mau," ucap Kevin masih asik dengan makan siangnya.
"Kalau begitu kita kenalan dulu, namaku Arumi Freya panggil saja Arumi atau kau bisa memanggilku sayang hehe, kau tak perlu memberiku apapun cukup kasih aku cinta dan hati kamu pasti aku akan bahagia." Arumi masih betah menatap wajah Kevin.
Kevin hanya meliriknya sekilas dan melanjutkan makannya lagi, ia tak menggubris perkataan Arumi karena ia berfikir jika Arumi hanya menggodanya saja.
"Aku sudah selesai makan dan akan kembali kedalam," ucap Kevin setelah meneguk air mineralnya.
"Kau tak boleh masuk sebelum aku pergi atau aku akan menunggumu sampai kau pulang." Arumi mengancam dan memegang tangan Kevin agar tak meninggalkannya sendiri.
Kevin melihat tangan Arumi yang memegan tangannya, jantungnya tiba tiba berdegub kencang.
Apaan ini, dipegang tanganku saja jantungku berdegup, apa aku menyukainya, gak mungkin dia hanya sedang bermain main saja denganku, aku sadar diri siapa diriku, gumam Kevin langsung menepis perasaannya.
"Maaf mba saya harus kembali kerja, jika kau seperti ini saya bisa dipecat oleh bos saya dan saya pasti akan membenci mbanya," ucap Kevin.
"Ah maaf maaf, tapi kamu harus janji dulu sama aku pertama kamu gak boleh panggil aku mba, kedua kalau aku kesini kamu gak boleh menghindariku, ketiga coba mengenal diriku dan menerima cintaku," ucap Arumi.
"Jika syarat yang pertama dan kedua mungkin aku bisa tapi untuk syarat yang ketiga maaf saya gak bisa." Kevin bangun dan berjalan meninggalkan Arumi yang masih duduk dikursinya.
"Udah gak usah galau, masih ada hari lain kok, lagian kan dia jomblo kata temennya dia gak pernah deket sama cewe manapun jadi lu aman gak punya saingan bestie," ucap Risa menggoda dan Erika hanya terkekeh geli melihat tingkah sahabatnya tersebut.
"Really, waah berarti aku punya kesempatan besar dong yah, yah udah cus ah kita balik kampus." Arumi bersama Risa dan Erika meninggalkan cafe tersebut kembali kekampus.
Malam tiba Bram sudah berada dicafe milik Aberlie dan sedang duduk menunggu sang istri menyelesaikan pekerjaannya, setelah selesai Aberlie pamit pada karyawannya untuk pulang terlebih dahulu.
"Lihatlah mereka yang, sungguh sangat serasi dan romantis," ucap Ashana yang tak hentinya melihat kearah Aberlie dan Bram.
"Aku juga romantis ko, buktinya tiap malam sama pagi aku antar jemput kamu kan," jawab Rean.
"Semuanya aku pulang duluan yah," pamit Veronica pada teman temannya.
"Iya Ve hati hati yah sampe ketemu besok." Ashana memeluk Veronica.
"Makasih yah Shan," Veronica membalas pelukan Ashana.
Veronica segera keluar menuju mobil yang sudah menunggunya, ia berlari sebelum teman teman yang lainnya keluar dan melihatnya.
***
Disebuah rumah Aliva tengah merawat Aron yang sedang masa pemulihan setelah melakukan pemasangan prosthetic bionic, Aliva merawat Aron dengan sabar, Aron pun sudah mulai bisa menggerakan tangan palsunya tersebut walau masih sedikit sulit.
"Jangan terlalu dipaksakan yang, ingat pesan dokter kamu harus berlatih secara perlahan saja, butuh waktu lama untuk mengendalikannya, jadi kamu sabar yah," ucap Aliva memberi Aron semangat.
"Makasih yah yang, maaf jika aku membuatmu malu," jawab Aron dan dibalas senyum oleh Aliva.
"Boleh aku meminta jatah malam ini? hampir sebulan aku tak berolah raga karena masa pemulihan ini," pinta Aron yang sudah mulai mengecup bibir Aliva sebelum Aliva menjawabnya, Aliva tak menolak pagutan bibir Aron, ia membalas ciuman tersebut.
"Biar aku yang bekerja oke," ucap Aliva setelah melepas pagutan bibir mereka.
Aliva mulai membuca celana dan dalaman Aron satu persatu, kemudian ia bermain dengan beo milik Aron, Aron mende**h saat merasakan sedotan pada beo miliknya, hampir sebulan Aron tak merasaka kenikm*tan tersebut dan kini ia mendapatkannya.
Setelah puas bermain dengan milik Aron Aliva melepas semua pakaiannya tanpa tersisa sehelai benang pun, Aliva naik keatas tubuh Aron dan memasukan milik Aron kemiliknya, Aron me desah saat miliknya dilahap oleh milik Aliva.
Aliva berhenti sejenak dan Aron menghisap buah kenyal milik Aliva, Aliva mulai menggoyangkan bokongnya perlahan dan lama kelamaan ia bermain dengan liar.
Suara mereka saling bersahutan dan peluh mereka bercampur jadi satu, lama Aliva manari diatas tubuh Aron dan ia merasakan ada sesuatu yang menyembur masuk kedalam perutnya.
Aliva memeluk tubuh Aron lemas, dan Aron mencium ujung kepala Aliva, ia memeluk tubuh polos Aliva yang telah memberikan kenikm*tan yang hampir sebulan ini baru ia rasakan.
"Makasih yah yang, dan maaf aku belum bisa memuaskanmu seperti biasa." Aron mengecup ujung kepala Aliva.
"Kamu gak perlu berterimakasih dan meminta maaf padaku, kewajibanku melayanimu," jawab Aliva.
***
Ditempat berbeda sepasang suami istripun sedang melakukan hal yang sama, mereka sedang memadu kasih dengan begitu bergairah, suara suara indah memenuhi kamar mereka, keringat mereka saling bertukar.
Berbagai gaya mereka lakukan hanya untuk merasakan sensasi kenikm*tan yang berbeda, setelah lama mereka berolah raga akhirnya keduanya mencapai puncaknya juga, mereka menge**ng bersama dan ambruk diatas tempat tidur.
"Semoga mereka cepat tumbuh didalam sini yah by, dan semoga juga mereka berdua atau bertiga juga gak apa apa," ucap Bram berharap.
"Semoga yah dear, biar rumah ini rame dengan canda tawa dan tangis mereka," jawab Aberlie, dan merekapun terlelap tidur saling berpelukan.
*****
Selamat membaca semuanya jangan lupa likenya yah, maaf kalo update hari ini terasa gaje banget yah🙏😁
Salam hangatku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰