CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 78



Siang hari Bram dan Aberlie sudah bersiap untuk berangkat kekantor, jika biasanya Haris yang menjemputnya maka hari ini menjadi tugas Erwin selama Haris masih dalam masa cutinya.


Mereka sudah berada didalam mobil menuju kekantor, sesampainya dikantor dari security sampai para karyawan tak hantinya melihat kearah kedatangan sang CEO yang didampingi sang istri tercinta, mereka tak hentinya berdecak kagum kala melihat kecantikan sang istri dari bosnya tersebut.


Pasalnya ini adalah kali pertama sang bos membawa istrinya, sebagian karyawan baru belum mengetahui Bram sudah menikah.


Aberlie berjalan dengan anggun disamping Bram, tangannya terus digenggam oleh Bram, bibir Aberlie tersenyum lebar pada para karyawan dari Emerald Jewelry tersebut, para karyawan pun merasa senang karena ternyata sang istri pimpinannya adalah wanita yang murah senyum.


Sesampainya didalam kantor Bram duduk dikursi kebesarannya dan menarik Aberlie untuk duduk dipangkuannya.


"Dear jangan seperti ini, jika ada yang masuk melihat malu," ucap Aberlie.


"Biarkan mereka melihat betapa bos mereka sangat mencintai istrinya dan selalu ingin bersamanya," jawab Bram seraya membelai rambut sang istri.


Tak lama pintu diketuk dari luar terdengar suara wanita meminta ijin untuk masuk, Aberlie ingin bangkit dari pangkuan sang suami namun Bram mencegahnya dan malah memeluknya begitu erat.


Setelah mendengar perintah dari Bram seseorang yang mengetuk dibalik pintupun masuk, wanita tersebut terkejut sekaligus tersenyum ramah saat melihat Aberlie berada dipangkuan bosnya tersebut.


Aberlie membalas senyuman wanita tersebut dengan perasaan canggung dan malu.


Ingin rasanya kucopot kepala ini dan menyimpannya didalam lemari, gumam Aberlie.


"Tuan muda, meeting akan segera dimulai hanya tinggal menunggu tuan muda saja," ucap wanita tersebut yang mungkin adalah sekertaris dari Bram.


"Baik lah Nita, oh iya ini adalah istriku nyonya Hanoraga, lain kali jika ia kesini tidak bersamaku suruh langsung menuju ruanganku saja, dan tolong kau beritahu pada karyawan lainnya, aku tak ingin ada kesalahan yang terjadi jika suatu saat istriku datang sendiri malah harus melapor terlebih dahulu, selain Haris dikantor kau yang kuberi tanggung jawab." Bram memperkenalkan Aberlie pada wanita yang bernama Nita tersebut.


"Baik tuan muda, salam kenal nyonya muda, saya Nita sekertaris tuan muda yang bertanggung jawab menggantikan Haris jika Haris sedang tak ada," jawab Nita seraya memperkenalkan diri pada Aberlie.


"Ah iya salam kenal juga." Aberlie tersenyum canggung karena mengingat posisi ia saat ini masih berada dipangkuan Bram.


"Ayo ikut aku keruang meeting by temani aku rapat," ucap Bram dan Aberliepun bangun dari pangkuannya.


"Bisakah aku menunggu disini ditemani oleh Nita." Aberlie mencoba bernegosiasi pada Bram.


"No by, ikut aku oke." Bram menggenggam tangan Aberlie tanpa menunggu jawaban dari Aberlie ia langsung berjalan menuju ruang meeting diikuti oleh Nita dibelakang mereka.


Aberlie hanya bisa pasrah mengikuti langkah sang suami disampingnya, sesampainya diruang meeting para staf yang melihat kedatangan Bram langsung berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat.


Mata para karyawan yang ada didalam ruangan meeting tertuju pada pimpinannya tersebut yang mengambilkan kursi untuk seorang wanita yang dibawa oleh pimpinannya.


"Ini istri saya nyonya muda Hanoraga." Bram memperkenalkan Aberlie singkat.


Para staf karyawan membungkukan badannya pada Aberlie memberi hormat, Aberlie merasa canggung namun ia harus tetap bersikap elegan layaknya seorang istri pimpinan didepan para karyawan suaminya.


Aberlie duduk dikursi yang disediakan oleh Bram disamping Bram, Bram mendengarkan laporan para karyawannya tersebut sambil sesekali memandang wajah Aberlie, Aberlie merasa dadanya sangat berat untuk bernapas didalam ruangan tersebut.


Dua jam berlalu akhirnya meeting selesai dan telah mencapai kesepakatan, akhirnya Bram membawa Aberlie keluar dari dalam ruangan meeting kembali keruang kerja Bram, Aberlie bisa bernapas lega.


"Dulu nenek sering menemani kakek jika kakek sedang meeting, bahkan hingga sekarang pun saat kakek menggantikanku untuk meeting nenek masih suka ikut menemaninya, aku ingin seperti mereka yang selalu bersama dan romantis dimanapun mereka berada by," ucap Bram yang ikut duduk disamping Aberlie.


Tak lama pintu diketuk dan Nita masuk setelah Bram menyuruhnya masuk.


"Tuan muda, ini laporan yang harus anda tandatangani." Nita memberi beberapa laporan yang ia bawa ditangannya.


"Taruh saja dimeja situ Nit, tolong kau ajak istriku kekantin yah Nit dia belum makan siang dan temani pula ia makan siang." Bram berjalan menuju mejanya dan menggandeng tangan sang istri.


"Baik tuan muda,"


"By, pergilah kekantin bersama Nita, makan apapun yang kau inginkan oke, aku akan menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu." Bram mengecup ujung kepala Aberlie dan mengusap rambutnya.


"Baiklah dear,"


Aberliepun pergi ditemani oleh Nita menuju kantin yang berada dikantor tersebut, saat sampai dikantin Aberlie merasa takjub karena kantinnya terlihat sedikit mewah, makanan tersaji seperti prasmanan.


Berbagai macam makanan dan cake ada dikantin tersebut, semua makanan yang tersedia dikantin tersebut disediakan secara geratis oleh Emerald Jewelry.


"Selamat siang, ini nyonya muda istri dari tuan muda." Nita memperkenalkan Aberlie pada para pelayan kantin tersebut dan mereka serentak membungkukan badannya memberi hormat.


"Silahkan nyonya muda ingin makan apa biar saya ambilkan," ucap salah satu pelayan.


"Ah biar saya ambil sendiri saja, saya masih bingung mau makan apa karena ada banyak makanan tersaji," jawab Aberlie dan pelayan tersebut tersenyum seraya memberikan piring pada Aberlie.


Aberlie mengambil nasi dan ayam bakar yang sepertinya enak dan sangat menggoda dimata Aberlie dan tak lupa ia mengambil puding untuk makanan penutupnya, setelah makanan yang ia inginkan berpindah pada piringnya ia langsung menuju meja diikuti oleh Nita.


Aberlie menikmati makanannya sambil mengobrol bersama dengan Nita, Nita tak menyangka jika istri pimpinannya tersebut sangan ramah dan mudah berbaur dengannya, mereka terlihat seperti sahabat dari pada atasan dan bawahan.


***


Diapartemen Risa dan Haris tengah membereskan baju dan barang yang akan mereka bawa untuk berlibur kedesa x tempat dimana Aberlie dan Bram liburan dulu setelah menikah, Risa sangat penasaran dengan tempat tempat yang ia lihat distory kakak iparnya itu jadi ia meminta Haris untuk mengajaknya berlibur kesana sebagai bulan madu.


Tak banyak yang mereka bawa karena Bram mengatakan banyak kuliner disana jadi Haris dan Risa hanya membawa yang perlu mereka bawa saja.


Akhirnya mereka selesai juga berkemas saat malam tiba, mereka memutuskan untuk mandi dan setelah itu mereka keluar untuk makan malam diwarung ketoprak milik mang ujang sesuai permintaan sang istri.


"Mang ketoprak dua yah kaya biasa makan disini saja." Haris memesan dua porsi ketoprak untuknya dan sang istri pada mang Ujang.


"Siap den Haris segera meluncur," jawab mang Ujang dengan gaya hormatnya.


*****


Selamat membaca yah kakak semua jangan lupa likenya🙏😊


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰