CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 37



ВАВ 23


Dellarosa Hotel


Nadine sudah membayar beberapa karyawan Dellarosa Hotel, khususnya di bagian resto dan juga beberapa pegawai di bagian room service/ OB hote ersebut


Dengan menyewa kamar president suite, Nadine bahkan sudah mendekorasi kamar hotel dengar beraneka macam bunga warna-warni rupanya.


"Bawa mobilnya ngebut, dong." lugas Eta pada


sang sepupu.


"Nih, anak berisik banget, ya! Ini udah full seed, Eta," cebik Ramon. Keduanya seakan sedang berpacu dengan waktu.


191 CEO Bucin - Missecha


Sementara Antonio dan Manda sudah memasuki da sud


area restoran yang terletak di lantai 6 Dellarosa


sa Hotel


Hotel tersebut mengambil konsep elegan dan luxury dalam tiap desainnya. Belum lagi area luar resto yang terbuka dan memanjakan mata para pengunjung karena memperlihatkan suasana malam ibukota yang cantik dari


atas hotel.


"Kamu mau duduk di mana? Luar atau dalam?"


tanya Antonio.


"Luar aja. Aku ingin melihat pemandangan juga," balas Manda sambil senyum semringah terpancar d


a Sejenak Manda bisa melupakan firasat


wajahnya. So


buruknya dengan sajian indah di depan matanya.


"Selamat malam, Tuan dan Nyonya," sapa salah satu petugas resto yang ternyata adalah orang bayaran Nadine.


Antonio dan Manda pun diarahkan menuju meja yang mereka bisa pilih sesuka hati mereka. Satu persatupe


menu dihidangkan di sana. Mulai dari makanan pembuka, hidangan utama, sampai dessert.


"Permisi, Tuan dan Nyonya. Ini salah satu hidangan spesial di tempat ini, namanya Solterito Tataki.


bersama quinoa salad cherry tomato, fresh goat cheese dan chalaca of onion. TunaSolteria Tataki dihidangkan bersa


192) CEO Bucin - Missecha


Tataki kita sangat fresh sekali dan tidak amis," ucap sang waitress.


"Apa? Tataki?" gumam Manda.


Makanan jenis apa ini? Apa mereka tidak


menyediakan nasi? Aku benar-benar lapar nasi, batin


Manda menjerit.


"Untuk hidangan penutup, kami menyediakan the Intense Valrhona. Dessert ini terbuat dari tujuh puluh


persen pure Valrhona Dark Chocolate yang terasa sedikit pahit, tetapi sangat lezat. Nyonya pasti menyukai rasa coklatnya." Kembali ucap sang waitress.


"Terima kasih," balas Antonio


"Selamat menikmati, Tuan dan Nyonya."


"Makanlah!" perintah Antonio.


"Aku ingin makan nasi, Antonio. Apa mereka juga tidak menyediakan sambal? Atau sesuatu yang asam seperti mangga untuk buahnya," celetuk Manda


Uhuk! Uhuk(Ucapan Manda serta merta


membuat irisan tuna yang masuk ke tenggorokan


Antonio tersangkut)


"Aku perhatikan, makanmu akhir-akhir ini banyak sekali," cibir Antonio. "Dan apa kamu bilang? Mangga?


193 CEO Bucin - Missecha


Kamu mau masuk rumah sakit karena sakit perut?


omelnya lagi


Gadis ini aku perhatikan sering sekali menangis Bahkan, makannya juga banyak sekali, pikir Antonio.


Meninggalkan Antonio dan Manda, kini mobil yang membawa Ramon dan Eta sudah sampai di Dellarosa Hotel. Eta dan Ramon bergegas menuju bagian resepsionis.


"Selamat malam. Ada yang bisa kami bantu?"


sapa petugas resepsionis dengan ramah.


"Tolong cek daftar tamu atas nama Nadine Elly,"


balas Eta to the point. Dia tidak ingin membuang waktunya.


"Maaf, Bapak Ibu. Tapi kami tidak bisa memberikan informasi apa pun yang menjadi privasi tamu kami yang menginap di sini," balas sang resepsionis lagi.


"Aku bilang, cepat cari sekarang jugal! Apakah ada tamu atas nama tersebut?!" geram Eta. Emosinya benarbenar sudah tidak bisa dikendalikan lagi.


194) CEO Bucin - Missecha


"Sekali lagi, saya minta maaf...."


Ramon memutus ucapan sang resepsionis. "Apa kamu tahu siapa dia?" Menunjuk Eta. "Dia adalah cucu


dari Dikta Wiradijaya, salah satu investor terbesar di


hotel ini. Jika kalian tidak memberikan informasinya, aku akan menghubungi bos kalian dan sudah dipastikan, kalian semua akan dipecat," ancam Ramon tidak tanggung-tanggung


Pasalnya dia baru ingat bahwa sang


kakek adalah


salah satu investor utama di hotel ini.


Mendengar nama Dikta Wiradijaya, jelas saja


beberapa karyawan di sana mengenalnya. Mereka pun menjadi takut dan gentar. Akhirnya sang resepsionis memberikan informasi data tamu yang menginap di sanaende


dan benar kalau nama 'Nadine' masuk ke dalam salah


satunya. Nadine memesan kamar president suite nomor 103 di lantai 10.


"Cepat, berikan kunci kamar yang ini!" perintah


Eta lagi.


Para pegawai pun tidak berani melawan karena sudah mendapat persetujuan dari supervisor dan atasan mereka.


Dengan cepat Eta dan Ramon menuju kama


tempat Nadine berada.


195I CEO Bucin-Missecha


Sementara itu Nadine sedang bersiap-siap di entმ


kamar mandi, menyemprotkan wewangian di tubuhnya.


Ketika pintu kamar hotel dibuka, tampak Eta juga Ramon muncul dari balik pintu. Mereka begitu terkejut melihat dekorasi kamar yang dipenuhi iin dan bunga


bunga serta ukiran nama Antonio di mana-mana


"Astagal Gadis ini benar-benar gilal Dia sudah merencanakan ini ternyata," gumam Eta


"Perempuan licik itu benar-benar hampir berhasil melakukan rencananya," seru Ramon.


Ceklek... (Pintu kamar Mandi pun terbuka)


"Eta? Ramon?" pekik Nadine, balik terkejut


melihat dua orang di depannya, lengkap dengan beberapa petugas hotel di sana. "A-apa yang kalian lakukan di sini?"


"Dasar perempuan gila, iblis, nggak tahu malu, kamu!" geram Eta sambil menarikk rambut Nadine. "Aku


sudah memperingatkanmu untuk menjauhi saudaraku


dan Manda, bukan?l"Dia terus menyerang Nadine.


"Tolong! Kenapa kalian semua diam saja? Tolong


aku!" teriak Nadine seolah menjadi yang tersakitiong


196) CED B.cin-Missecha