
Mendengar era ngan dari bibir Aberlie Bram bertambah gencar mengobrak abtik isi dari milik Aberlie, ia memainkan biji yang sedikit tegang milik Aberlie sehingga tak hentinya Aberlie mera cau.
Setelah puas bermain dibawah Bram membuka pakaian miliknya dan membuangnya kesembarang tempat.
Bram mengo cok miliknya sebentar dan mengarahkan sibeo pada tempat kenik matannya.
Bram memom pa dengan syahdu diiringi melodi indah yang keluar dari bibir Aberlie yang menjadikan dirinya sangat berg irah.
Perlahan namun sedikit cepat hingga peluh mereka bercucuran disiang menjelang sore tersebut.
Lama Bram bermain disana hingga akhirnya ia menumpahkannya dengan erang an mereka saling bersahutan.
Bram ambruk diatas tubuh Aberlie kepalanya tepat berada diatas buah kenyal miliknya.
Bukan Bram namanya jika tidak melanjutkan menghi sap buah kenyal tersebut sehingga tak berapa lama sibeo bangkit kembali dan menegang.
Akhirnya mereka melakukan olahraga panas itu kembali hingga waktu menunjukkan pukul empat sore.
Setelah selesai mereka membersihkan diri bersama dikamar mandi.
"Krrruuuuuuukkkkk......" perut Aberlie terdengar nyaring saat Bram sedang mengeringkan rambut Aberlie dan Aberlie hanya nyengir kuda.
"Astaga maaf by karena melayaniku kamu sampai belum makan siang dan sebentar lagi akan masuk makan malam" ucap Bram seraya menepuk jidatnya.
"Setelah ini kita makan diluar oke" usul Bram yang dijawab dengan anggukkan kepala oleh Aberlie.
***
Sesampainya diresto mewah tempat biasa Bram makan Bram langsung diantar keruang vip tampat biasanya.
Pelayan diresto tersebut sudah paham dimana biasa Bram akan duduk saat datang keresto tempatnya bekerja.
Tak lama pemilik resto tersebut datang menghampiri Bram karena pelayan yang mengantar Bram mengabari jika tuan muda Hanoraga datang.
"Selamat malam tuan muda dan nyonya muda" pemilik resto tersebut membungkukkan badannya memberi hormat.
"Apakah ada sesuatu yang ingin anda pesan? biar saya melayani anda dan nyonya seperti biasa" ucap pemilik resto sopan.
"Ya menu yang seperti biasa" ucap Bram yang sedang asik memandangi wajah sang istri.
"Baik tuan muda" pemilik resto membungkukkan kembali badannya dan pergi meninggalkan dua sejoli tersebut.
"Dear, bisakah jika kau didepan orang jangan terus memandangku, aku malu" ucap Aberlie yang memang wajahnya sudah merona.
"Tidak" ucap Bram segera masih dengan setia pada posisinya memandang wajah sang istri.
"Deeeaaaar"
"Iya baby"
"Kamu tuh iiiih" Aberlie salah tingkah sendiri karena sang suami tak hentinya memandang wajahnya.
Tak lama pemilik resto datang dengan didampingi seorang pelayan dibelakangnya yang mendorong troly makanan.
Pemilik resto menyuguhkan makanan yang dipesan oleh Bram, setelah makanan tersebut disajikan pemilik resto dan karyawan tersebut pamit meninggalkan dua sejoli yang tangah beromantis ria.
"Buka mulut mu by, daging sapi saus tiram lada hitam ini enak sekali" ucap Bram sudah menyodorkan potongan daging kedepan mulut Aberlie.
"Biarkan, biarkan mereka melihat betapa seorang Bram mencintai istrinya dan sangat memanjakannya" ucap Bram seraya tersenyum manis pada Aberlie.
Akhirnya Aberliepun mengalah, ia membuka mulutnya, ia tahu bahwa tidak akan menang melawan bos bucin satu ini.
Akhirnya mereka makan malam dengan romantis.
Setelah selesai Bram dan Aberlie memutuskan untuk pergi kerumah Fatma sekalian mereka keluar pikirnya.
Dirumah besar Haris dan Risa tengah disidang oleh keluarga besar, tiba tiba Bram dan Aberlie masuk Bram tertawa melihat Haris dan Risa tengah duduk bersimpuh didepan Fatma, Harun, Surya dan Lisa.
"Hahaha ada apa ini men, apa kalian melakukan kesalahan sehingga kalian disidang seperti ini" ucap Bram seraya mendekati mereka diruang keluarga, Aberlie hanya menggelengkan kepalanya.
"Diam lu" jawab Haris sinis dan Bram terus terkekeh.
"Jadi Haris, jelaskan semua tentang hubungan kalian, sudah berapa lama kalian berhubungan?" tanya Surya.
Fatma dan Surya yang sudah mengetahui hanya diam dan tersenyum sendiri tanpa memberi tahu apapun.
"Tiga tahun pah, awal Risa masuk universitas, Risa terus mengejar dan menyatakan perasaannya berulang kali padaku selama dia duduk di SMA, namun aku belum menggubrisnya karena menurutku Risa hanya sedang merasakan cinta monyet terhadapku pah, namun sampai Risa masuk universitas ia tetap meyakinkanku jika dia sangat mencintaiku dan aku perlahan membuka hatiku dan menerima Risa jadi kekasihku pah" jelas Haris.
"Sudah berbuat apa saja kalian selama berpacaran" lanjut Surya.
"Kami tidak berbuat apa apa pah sumpah" jawab Haris segera.
"Yang bermesraan ditaman belakang pangku pangkuan siapa yah kira kira pah" ucap Fatma seraya memegang keningnya begaya mencoba berfikir sontak membuat dua sejoli yang tengah disidang tersebut terkejut.
"Entahlah mah, mungkin kita salah lihat mah karena kan gelap" ucap Harun mengikuti jalan drama istrinya.
"Waaaaaaah kalian ini benar benar, lu selalu bersama gua setiap saat men dan lu sama sekali gak pernah cerita tentang lu punya kekasih, lu anggap gua apa coba" ucap Bram menimpali dengan drama sedihnya.
Aberlie hanya menggelengkan kepalanya melihat Fatma, Harun dan Bram masing masing memainkan drama mereka.
"Apa untungnya gua ngomong sama lu bucin, lu ajah sibuk sama dunia lu yang diotak lu cuma ada Aberlie Aberlie terus dari waktu gua nyusul lu ke Amerika" ucap Haris membuat Aberlie terkejut, secinta itukah Bram pada dirinya pikir Aberlie.
"Pah, kek, nek, tante Lisa aku berani sumpah kalo aku belum pernah berbuat lebih dari sekedar ciuman saja, aku sangat mencintai Risa, kami saling mencintai, aku mohon restui kami untuk bertunangan oke" ucap Haris dengan suara lantang seraya mengangkat tangan kanannya dan membentuk jarinya menjadi bentuk v, Risa hanya menganggukkan kepalanya disamping Haris.
"Nenek dan kakek sih sudah mengetahui lama kalau kalian berhubungan, kami sih merestui kalian biar bagaimanapun Haris adalah bagian dari keluarga Hanoraga pula, entah jika menurut Surya dan Lisa selaku orang tua kandung Risa" ucap Fatma memberi angin segar pada dua sejoli tersebut, membuat Haris merasa sedikit lega.
"Surya sih setuju kalo mamah setuju, kamu gimana mah" tanya Surya pada Lisa.
"Aku oke sih, tak ada yang salah dengan mereka berhubungan, toh walaupun Haris anggota keluarga Hanoraga tapi kan mereka tidah ada hubungan darah sama sekali, kenapa tidak" ucap Risa.
Dengan perasaan bahagia Haris bangun berjingkrak dan memeluk Bram.
"Akhirnya bro gua gak perlu sembunyi sembunyi lagi kalo mau ketemu" ucap haris girang.
"Selamat men akhirnya, cepet cepet dah nyusul gua, merid enak loh, kalo gua tahu merid seenak itu men dari dulu ajah begitu gua balik dari Amerika seharusnya gua nyuruh nenek cepet cepet lamar Aberlie" ucap Bram tak kalah hebohnya.
*****
Selamat membaca yah kakak jangan lupa tinggalin jejak kalian untuk memberi semangatku berhaluria😊
Salam hangat dari aku 🙏😊🤗❤