CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 49



"Kakak ipar selamat yah akhirnya resmi juga jadi istri kakakku yang super duper rese" ucap Risa memeluk Aberlie.


"Makasih yah Ris semoga kamu cepet nyusul sama Haris" Aberlie membalas pelukan Risa.


"Entahlah kak kapan dia akan melamarku, dia saja belum memberi tahu jeluarga yang lain" ucap Risa sedikit lesu.


"Kamu sabar yah Ris semua pasti akan indah jika kamu sabar" balas Aberlie.


Seperti aku sekarang Ris, gumam Berlie.


Haris dan Risa sudah tidak terkejut lagi melihat wajah Aberlie, pasalnya mereka sudah mengetahuinya.



Bram dan Aberlie



Haris dan Risa


Mereka asik mengobrol karena sedang sepi yang datang karena jam makan siang.


Tak berapa lama Aron dan Aliva datang, Aliva memeluk lengan Aron mesra, mereka langsung menuju keatas pelaminan untuk menyalami Bram dan Aberlie.


(gimanakah reaksinya Aron melihat wajah asli Aberlie🤔 ada yang bisa bayangin gak yah🤭)


Sesampainya diatas pelaminan Aron terkejut melihat wanita yang bersanding disamping Bram sebagai mempelai wanitanya.


Aron langsung mendatangi Aberlie seraya melepaskan pelukan Aliva dilengannya dengan kasar.


Aron memegang pundak Aberlie untuk melihat wajahnya dengan jelas.


"Siapa kau sebenarnya? mengapa kau bisa menjadi mempelai wanitanya Bram? dimana siburuk rupa itu? aku selalu mencarimu dan tak pernah menemuimu dimanapun" ucap Aron tanpa memperdulikan yang lainnya bahkan Bram yang wajahnya sudah merah padam.


"Apa yang kau lakukan pada istriku brengs*k, buuggg...." bogem mentah mendarat diwajah Aron membuat Aron terpental dari pelaminan seketika membuat seluruh mata para tamu mengarah pada mereka.


Seluruh anggota keluarga Hanoraga dan Wijaya menghampiri dimana keributan yang menjadi pusat perhatian tamu itu berasal.


Siska terkejut saat melihat anaknya tersungkur dengan darah diujung bibirnya, ia menghampiri Aron dan membantunya berdiri.


"Ada apa ini? kenapa kau memukul anakku lagi? apa kemarin kau belum puas menghajarnya sampai babak belur?" teriak Siska pada Bram.


"Kau tanyakan sendiri pada anakmu yang brengs*k itu jala*ng" balas Bram dengan wajah yang mengerikan membuat Siska pun gemetar.


"Ada apa ini Bram? apa yang ia lakukan sampai kau marah seperti ini?" tanya Fatma lembut mengusap lengan Bram.


"Dia mencoba menyakiti Aberlie lagi nek" jawab Bram.


Aron terkejut mendengar Bram menyebutkan nama Aberlie pada wanita yang sudah lama ia cari tersebut.


"Apa! kau bilang dia siapa?" ucap Aron berjalan mendekat pada Bram.


"Aberlie, aku adalah Aberlie, wanita yang beberapa bulan lalu tak sengaja menabrakmu dan wanita yang kau sebut bidadari dirumah keluarga Wijaya serta wanita yang kau pukuli pula hingga babak belur tanpa tau apa yang telah kuperbuat padamu dan dengan gembiranya kau mengacak acak cafeku" ucap Aberlie dengan wajah dingin dan tegas.


Tidak ada ketakutan dalam diri Aberlie saat ini sebab dia sudah bertekad akan menjadi wanita yang kuat dan akan membalaskan semua rasa sakit pada mereka yang menyakitinya, karena pula dia saat ini adalah istri dari Bram Hanoraga.


"Hahaha mengapa aku tak bisa mengenalimu sejak awal padahal kau begitu dekat denganku wahai bidadariku, mengapa kau tak mengatakannya sejak awal padaku kalau kau adalah bidadari yang telah kucari selama beberapa bulan ini, mengapa kau membiarkanku untuk memukulimu hah mengapaaa" Aron tertawa dan berteriak.


"Lalu mengapa Bram bisa melihatmu? bagaimana bisa dia mengenalimu? kenapa aku tak bisa tapi Bram bisa"


"Karena Bram melihatku dengan hatinya, dia mencintaiku apa adanya, dia tak malu dengan penampilan buruk rupaku dan saat ini perasaanku yang awalnya tak yakin dengannya sekarang dihadapanmu dan semua orang yang ada disini aku akan mengatakan sesuatu yang sangat Bram ingin dengar dari bibirku yaitu bahwa aku Aberlie Cleva Wijaya sangat sangat sangat mencintai Bram Hanoraga sebagai suamiku, love you my lion" ucap Aberlie seraya memegang tangan Bram dan menatap wajahnya penuh dengan senyum bahagia dari bibirnya.


Bram sangat bahagia mendengar apa yang diucapkan oleh Aberlie didepan semua orang, ia langsung meraih tubuh Aberlie kedalam pelukannya.


Semua tamu yang hadir di acara itu dan seluruh keluarga Hanoraga terharu menyaksikan adegan antara Bram dan Aberlie kecuali Aron dan ibunya, Aliva dan juga ibunya.


Sial berani sekali siburuk rupa itu melepas topengnya dihadapan semua orang, dan ternyata Aron sudah bertemu siburuk rupa itu sebelumnya namun dia tidak mengetahui namanya, berarti selama ini dia sering kerumah dan menanyakan beberapa asisten rumah tangga dan namanya hanya untuk mencari siburuk rupa, dan ternyata kak Bram juga sudah mengetahui wajah aslinya, gumam Aliva mengepalkan tangannya erat.


Riska yang melihat reaksi anaknya yang mulai kesal mengusap lengannya untuk menenangkannya.


"Kamu harus bisa menahan emosimu disini atau kamu akan celaka Al" ucap Riska berbisik pada Aliva.


"Aku tak akan membiarkan kalian bersama, aku akan merebut Aberlie dari tanganmu brengs*k, dia adalah bidadariku, dia hanya akan menjadi milikku, tak ada satu orang pun yang boleh memulikinya, lepaskan bidadariku dari pelukanmu"


Aron hendak mendekat pada Bram dan Aberlie namun dengan sigap Haris menghadang dan memukul wajah Aron hingga Aron tersungkur.


"Aaaaaaaaa" Siska berteriak dan berlari melihat anaknya dipukul kembali oleh Haris.


"Dasar anak pungut sial*n, berani beraninya kau memukul anakku" teriak Siska pada Haris.


"Maaf nyonya, saya akan memukul siapapun yang berani menyakiti saudara saya" jawab Haris.


"Hahaha kau anak pungut bermimpi menjadi saudara dari seorang Bram Hanoraga hahah"


Tak lama beberap security yang dihubungi oleh Harun tiba membawa Aron dan Siska secara paksa didepan para tamu undangan.


Siska meronta dan berteriak tak terima dirinya dipermalukan oleh keluarga suaminya didepan orang banyak, bahkan Surya suaminya pun tak mendekatinya sama sekali untuk menolongnya.


Awas kalian semua, aku akan membayar rasa malu dan sakit hati ini, tunggu saja kalian, gumam Siska.


"Honey" Risa menghampiri Haris dan meraih tangannya serta mengusap dadanya lembut.


Risa tahu Haris pasti sedih dengan ucapan Siska yang merendahkannya sebagai anak pungut.


"It's oke honey, ada kamu disamping aku yang bikin aku kuat ko" ucap Haris membelai rambut Risa didepan semua orang sontak membuat Surya dan Lisa terkejut.


Sejak kapan mereka berhubungan, nanti setelah selesai dengan pernikahan Bram aku akan coba menanyakan ini pada mereka, gumam Surya.


Suasana diacara pernikahan kembali normal dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore.


Aberlie menuju kamar rias untuk membersihkan diri dan bergenti gaun yang kedua, didalam kamar Monic sudah menunggu untuk kembali merias Aberlie.



"Oh my darling ye begitu cantik dengan gaun ini, Bram pasti sangat sangat terpesona sama ye" ucap Monic memuji penampilan Aberlie.


Aberlie bersiap untuk kembali ke acara pernikahannya, kali ini ia ditemani oleh Monic karena Aberlie agak sulit untuk berjalan sebab gaun yang digunakkannya sedikit merepotkan baginya.


*****


Selamat membaca semua maaf yah author lagi bener bener cape banget soalnya abis ada acara jadi kalau ceritanya menurut kalian dua hari ini kurang gereget author bener bener minta maaf banget 🥺🥺


Salam hangat dari author jangan lupa tinggalin jejak kalian biar author kembali semangat lagi yah🙏😊🤗