
ВАВ 19
"Bi," panggil Antonio ramah.
"lyah, Den," Bi Nana menghampiri Antonio.
"Bibi kunci aja pintu depan dan kalau sudah bersih-bersih, istirahatlah dulu. Saya juga mau ke atas,"
ucap Antonio
"Baik, Den. Den istirahat aja. Nanti Bibi akan kunci
pintu
depan," balas Bibi.
Antonio pun melangkahkan kakinya menuju kamar. Namun, langkah kakinya terhenti dan berbalik menghadap kamar Manda. Seperti ada tarikan magnet, tubuh Antonio pun seakan ditarik mendekat ke kamar sang istri.
Ceklek ... (Pelan-pelan Antonio membuka pintu
kamar Manda)
K
1611 CEO Bucin - Missecha
"Dia gampang sekali tertidur. Benar-benar kebo,"
sindir Antonio pelan. Kakinya terus melangkahm
mendekati ranjang sang istri.
“Bisa-bisanya dia tidur tenang seperti itu."
gumam Antonio.
Antonio ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Dia bisa mengamati wajah Manda dari dekat.
Pelan-pelan dia menyingkirkan rambut Manda yang menutupi sebagian wajah. "Kenapa gadis ini suka sekali menangis," gumam Antonio setelah melihat wajah sang istri dan melihat sisa air mata di sana. Dengan penuh kasih, Antonio mengusap wajah Manda dengan kedua tangan. "Dasar cengeng. Bisanya hanya menangis saja,"
cibir Antonio pelan.
Namun, gerakan tangan Antonio di wajah Manda justru membuat Manda terbangun. "Eunghh!"
lenguhnya. "A-antonio!" pekik Manda.
"Apa?" jawab Antonio. Kini wajah keduanya
berada sangat dekat sekali tanpa penghalang apa pun.
"A-apa yang kamu lakukan?" tanya Manda risi.
“Tidur."
1621 CEO B.cin- Missecha
"Apa? T-tidur?" Manda pun memutar kepalanya dan mengecek seisi kamar. "Tapi ini kamarku," protes Manda.
"Ini kamarmu, tapi ini rumahku!" sekakmat Antonio, "Tidurlah cepat." Antonio pun menarik tubuh Manda, membawanya lebih dekat ke dalam pelukan.
"Egh! Astaga, Antonio!" Kembali protes Manda Dia terus memukul tubuh Antonio yang lebih besar tiga kali lipat darinya. "Gimana aku mau tidur coba?" Kembali ungkapan nada protes keluar dari bibir Manda
"Tinggal tutup matamu dan jangan berisik!"
"Benar-benar menyebalkan," gumam Manda. Dia pun membalikkan tubuhnya membelakangi Antonio.
"Siapa yang menyebalkan? Hmmm!"
Kali ini Antonio membuat tubuh Manda layaknya guling yang bisa seenaknya dia peluk. Kakinya mengunci tubuh bawah Manda dan tangannya memeluk tubuh sang istri dari belakang
"Astagal Antonio! Jangan macam-macam, yah?"
Peringatan pertama dari Manda pun dia lontarkan.
"Kamu mau berapa macam gaya, hm?" bisik Antonio di telinga Manda.
1631 CEO B.cin-Missecha
"Antonio! Lepaskan! Tanganku masih sakit ini."
Ada apa dengannya? Apa dia salah minum obat?
pikir Manda heran.
"Cepat, tidurlah. Aku juga lelah. Antonio melonggarkan pelukannya , tetapi tidak melepaskan
Manda. "Satu lagi ... kenapa kamu suka sekali menangis?
Dasar cengeng!" ejek Antonio.
"Apa kamu bilang? Enak ajal Lagian itu semua juga gara-gara kamu," tuding Manda menuduh Antonio.
"Akhh! Antonio!" Kembali teriak Manda "Kenapa kamu terus menggigitku, " ucap Manda karena
Antonio kembali menggigitnya, kali ini Antonio menggigit
pundak Manda.
"Amanda Wiradijaya, kalau kamu tidak bisa diam,
aku akan memakanmu sekarang juga," ancam Antonio.
Dasar aneh! Jelas-jelas dia yang mengganggu tidurku, batin Manda.
"Kenapa tidak tidur dikamarmu saja," gumamm
Manda
1641 CEOD Bucin - Missecha
"Akhhh! Antonio, cukup! Antonio," teriak Manda karena Antonio menggigiti tubuhnya. "Astagal Oke. Aku diam."
"Tidurlah." Kembali Antonio memeluk Manda
dari belakang.
Jangan geer, Manda. Dia melakukan ini bukan karena dia mencintaimu, batin Manda.
০ង
Bi Nana cukup heran dengan Manda dan Antonio yang tidak turun untuk makan malam. "Semoga aja mereka nggak lagi marahan lagi. Amin, ya ... Gustil Lebih baik aku bangunkan Non Manda dulu deh di kamarnya."
Bi Nana mulai menaiki satu persatu anak
31
na
at
3و
nak tangga
sebelum sampai tepat di depan kamar Amanda, tetap betapa terkejutnya bibi saat melihat Antonio keluar dari kamar Manda.
"Astaga, Den! Bibi kirain siapa," ucap Bi Nana.
"Eh, Bibi. Mau bangunin Manda?" tanya Antonio "L-iyah, Den," jawab sang bibi malu-malu.
165I CO Bucin - Missecha
"Masuk aja ke dalam. Saya ke kamar dulu. Mau mandi." Antonio pun meninggalkan Bi Nana yang masih diam terpaku di tempat.
"Astagal Ini beneran? Si aden sama non satu kamar? Alhamdulillah," ucap syukur Bi Nana. "Semoga langgeng terus kalian. Biar cepet-cepet punya momongan biar rame rumahnya," gumam Bi Nana
Sementara Roger mendapat kabar, karena cuaca buruk terpaksa penerbangan kedua orang tuanya ke Indonesia kembali ditunda. Dia pun cukup mengert kondisi cuaca di sana
"Aku harus bertemu Antonio untuk menanyakan tentang informasi terbaru kabar Viona," seru Roger.
Di tempat lain, tepatnya di Apartemen Luxio seorang wanita cantik sedang menyusun rencana untuk menghancurkan rumah tangga Manda dan Antonio, dia
adalah Nadine Elly. Seorang model cantik yang sangat
terobsesi dengan
Antonio, tentunya pada
kekayaan
Antonio
"Aku harus cepat-cepat menjauhkan anak panti itu dari sisi Antonio sebelum hubungan mereka semakin dekat, karena cuma aku yang pantas menyandang gelar
sebagai Nyonya Antonio Wiradijaya," ucap Nadine
166| CEO B.cin - Missecha