
Hari ini othor update 3bab yah jangan lupa likenya yah tapi othor gak mau dikasih bom like oke🙏😊
Aberlie masuk kedalam cafe setelah mobil Bram sudah tak terlihat lagi, saat ia memasuki cafe ia dikejutkan oleh para karyawannya yang tiba tiba memeluknya serentak, Aberlie tersenyum bahagia karena banyak orang yang merindukannya.
"Kak Berl, kami senang kau datang, kami semua rindu padamu kak, i miss you kak Berl, huhuhu" Ashana menangis saat memeluk Aberlie saking rindunya dia.
"Makasih yah Shan, mba jadi terharu, makasih juga buat kalian udah rindu mba, mba kira selama mba tak ada kalian tak merindukan mba" ucap Aberlie seraya meneteskan air mata pula.
"Tak mungkin kita gak rindu sama mba Berl lah mba, secara kalo ada mba Berl tuh suasana rame gitu" imbuh Rean.
"Ya sudah yu masuk" ajak Aberlie.
"Mba tau gak?"
"Gak" jawab Aberlie sebelum Ashana melanjutkan ucapannya.
"Aku terkejut tau mba waktu dateng kepernikahan mba lihat wajah asli mba, ternyata mba Berl aslinya cantik banget" ucap Ashana dengan nada gemes.
"Biasa ajah ko Shan, kamu juga cantik, Veronica juga cantik" jawab Aberlie.
"Gak sebanding cantikku sama mba Berl, mba Berl kaya bidadari gitu wajahnya"
"Kamu tuh bisa ajah deh"
"Serius mba"
"Iya deh terserah kamu ajah deh Shan, ya sudah kita mulai kerja yuk kembali ketempat masing masing udah jam delapan waktunya buka cafe" ucap Aberlie.
"Siap bos" serentak mereka menjawab seraya melakukan gaya hormat lalu kembali ketempatnya masing masing.
"Mba, ini laporan selama mba tak ada, jumblah pemasukan kita meningkat" ucap Rean menyerahkan buku laporan pada Aberlie.
"Mm iya makasih ya Re" ucap Aberlie setelah melihat isi buku laporan tersebut.
"Re, mba ada menu minuman baru nih Re, kira kira mau dicoba kapan yah Re?" tanya Aberlie meminta pendapat pada Rean.
"Sekarang ajah gak apa apa mba" jawab Rean.
"Oke kita belanja mangga sama naganya dulu yu Re"
"Oke mba, aku bilang sama Shana dulu mba biar dia gak kebakaran jenggot"
"Ya sudah sana, mba nunggu didepan yah Re"
Aberlie berjalan menuju pintu keluar tak berapa lama Reanpun menyusul.
"Sudah Re?"
"Sudah kak, ayu"
Aberlie dan Rean pergi menuju swalayan untuk membeli buah menggunakan mobil Rean.
Sepulangnya dari membeli buah mereka berdua sibuk berkreasi dengan menu baru yang diucapkan Aberlie.
"Mau bikin minuman apa kak sama buah mangga dan buah naga?" tanya Rean bingung.
"Aku mau bikin ROCKING MANGO pake buah mangga Re, kamu tolong bikinin jus mangganya yah aku mau bikin whipped cream nya nanti kalau sudah selesai tolong potongin buah mangganya kotak kotak sedang saja" ucap Aberlie.
"Siap kak" Rean langsung mengupas buah mangga mencuci dan membuat jus.
Setelah jus mangganya jadi Rean memotong buah mangga seperti yang diminta sama Aberlie.
"Sudah Re?" tanya Aberlie yang sudah membawa whipped cream di piping bag.
"Sudah mba, ini"
Aberlie meraih jus mangga dan potongan buah mangga, ia mengambil beberapa gelas dan es batu kemudian ia susun sesuai dengan keinginannya.
"Jadi Re, sisanya nanti kamu selesaikan yah, mba mau molah naganya"
"Naganya mau dibuat apa mba?"
"Kita udah punya berapa series minuman kocok Re?"
"Kita tambah yah Re jadi tiga, mba mau bikin naga kocok Re, dari kemarin tuh mba dah bayangin gitu mau bikin dua minuman ini enak kali Re" ucap Aberlie seraya mengocok buah naga menggunakan whisk.
Aberlie kemudian menyusun buah naga, susu kental manis coklat diatas kocokan buah naga es batu dan disiram dengan susu cair terakhir Aberlie menaburkan milo bubuk diatasnya.
"Jadi Re, besok udah bisa masuk buku menu yah, kamu atur yah Re" ucap Aberlie.
"Baik mba, aku coba yah ini rocking mangonya"
"cobalah, nanti ini bagi pada yang lainnya yah"
Rean menyicipi rocking mango buatan Aberlie, setelah itu ia membagikan rocking mango dan naga kocok pada yang lainnya.
Tak terasa ternyata jam sudah menunjukan waktu makan siang, Aberlie bersiap untuk pergi kekantor Bram untuk makan siang bersama.
"Re, mba pinjem mobil yah buat kekantor Bram"
"Pake ajah mba"
"Ya sudah mba pergi dulu yah Re, semuanya mba pergi dulu yah, kalian istirahat gantian yah" ucap Aberlie seraya melambaikan tanģannya.
"Hati hati yah mba" ucap mereka serentak.
Aberlie keluar dari cafe dan berjalan menuju mobil Rean yang terparkir tak jauh dari cafe Aberlie.
Saat Aberlie tengah berjalan tiba tiba sebuah mobil berjalan sangat kencang menuju arah Aberlie dan.
Bruuuugggg....
Aberlie tak sempat menghindar dan akhirnya tertabrak mobil tersebut, tubuh Aberlie seketika tumbang diatas jalanan beraspal dan darahpun seketika membanjir.
Para karyawan yang mendengar suara tersebut berlari menuju tempat suara itu berasal, melihat ada yang berlari mendekatinya mobil tersebut pergi meninggalkan Aberlie.
Ashana diam sejenak seraya melihat kearah mobil tersebut, ia melihat dengan jelas siapa orang yang mengemudikan mobil tersebut karena kaca mobilnya mulai naik keatas sewaktu Ashana melihat wajah sang pengemudi.
Itu kan adik tirinya mba Berl, kenapa ada disini dan siapa yang ia tabrak, jangan jangaaaan..... astaga apa itu mba Berl, gumam Ashana seraya berlari kearah tempat kecelakaan.
Saat Ashana tiba Rean tengah membopong Aberlie menuju mobilnya.
"Yang bukain pintu mobil, ini kuncinya, kamu ikut aku kerumah sakit bersama Ve juga" teriak Rean.
Ashana bergegas meraih kunci mobil dan membukakan pintu mobil tersebut lalu ia masuk dan menopang tubuh Aberlie bersama dengan Veronica.
Rean langsung mengemudikan menuju rumah sakit terbesar dikota x tersebut karena itu rumah sakit yang paling dekat.
"Yang, tolong ambil ponsel mba Berl, kamu hubungi tuan muda Bram atau asisten Haris, aku tak memiliki nomer mereka, mba Berl pasti memilikinya, cepat" ucap Rean.
"Iya yang bentar" Ashana mencari ponsel milik Aberlie didalam tas milik Aberlie.
Ponsel Aberlie ketemu dan Ashana langsung menghubungi no Bram.
"Hallo by, kamu jadi kesini?" terdengar suara pria dari sebrang telfon tersebut.
"Ha....halo tu... tuan muda, ini... ini Ashana karyawannya mba Berl, mba Berl kecelakaan sekarang kami menuju rumah sakit x" ucap Ashana gugup.
"Apa! Aku segera kesana" ucap Bram langsung mematikan sambungan telfonnya.
Sesampainya didepan rumah sakit dokter Agam telah menunggu dengan membawa brangkar, karena setelah Bram menerima telfon dari Ashana Bram langsung menghubungi dokter Agam untuk menunggu Aberlie didepan rumah sakit.
"Dokter tolong bantu saya mengangkat nona Berl, dia kehilangan banyak darah dok" ucap Rean yang sudah mulai membopong Aberlie.
Agam menirima tubuh Aberlie dari Rean didalam mobil, ia langsung membaringkannya dibrangkar dan langsung mendorong menuju ugd dibantu beberapa perawat.
Tak lama Haris dan Bram datang menghampiri mereka.
"Tuan muda, mba Berl sudah dibawa oleh dokter Agam keruangan UGD"
*****
Selamat membaca kakak jangan lupa likenya yah😊
Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰