
Dokter Agam berdiri dan melepas putih yang melambangkan bahwa ia adalah seorang dokter, setelah memasangnya pada hanger ia langsung keluar dari ruangannya.
Dokter Agam menuju ruang rawat dimana ibu dari Veronica dirawat, setah sampai dokter Agam langsung memasuki ruang rawat tersebut, namun dia tak mendapatkan Veronica diruangan itu, hanya ada seorang wanita paruh baya yang sedang dalam kondisi koma diatas brangkar pasien.
Setelah melihat keadaan ibunya Veronica dokter Agam segera keluar dari ruangan tersebut, dia mengambil ponselnya dari dalam sakunya dan menghubungi Veronica.
(kisah dokter Agam dan Veronica sampai sini dulu yah kak next author buatin kisah novelnya sendiri biar berhalu tentang dokter Agam dan Veronica nya lebih serù😊)
***
Dua hari berlalu setelah resmi menjadi nyonya Hanoraga, Aberlie mulai menjalankan kegiatan barunya menjadi seorang istri yang menyiapkan makan untuk suaminya.
Aberlie ingin seperti Fatma walaupun ada asisten rumah tangga namun jika urusan perut sang suami Aberlie akan turun tangan sendiri.
Mirna asisten rumah tangga paruh baya yang biasanya datang setiap hari bersama suaminya yang menjadi tukang kebun mulai dari dua hari lalu Bram memutuskan untuk mereka menetap tinggal dimansion guna untuk membantu Aberlie jika suatu waktu membutuhkan bantuannya.
Pagi ini Aberlie tengah sibuk membuat sarapan untuk Bram sang suami tercinta, Bram meminta dibuatkan nasi goreng seperti yang pernah ia makan sewaktu dirumah Fatma.
Sedangkan Bram tengah sibuk dengan laptopnya dimeja makan, ia tak mau jauh jauh dari sang istri.
Pekerjaan yang harus ditangani langsung olehnya dia kerjakan dari rumah dengan menemani istrinya didapur.
Setelah beberapa menit akhirnya nasi goreng pesanan Bram jadi, Aberlie membuat empat porsi nasi goreng, dua porsinya ia bawa kemeja makan untuk ia nikmati bersama dengan Bram, sedangkan dua porsi lagi untuk Mirna dan Joko.
"Dear ayu kita makan dulu mumpung masih hangat" ajak Aberlie dan Bram langsung menghentikan pekerjaannya.
Bagi Bram mulai saat ini setelah mereka menikah adalah Aberlie yang paling penting, sesibuk apapun Bram akan selalu meluangkan waktu dan mengedepankan Aberlie, pekerjaan bisa menunggu.
"Ayo baby, aku sudah sangat lapar, mmm wanginya sungguh menggoda seperti yang membuatnya" Bram mengedipkan sebelah matanya.
"Kamu ini ada ajah kata kata buat menggodaku"
Bram dan Aberlie sarapan dengan romantis seperti biasa disaat sebelum dan sesudah menikah.
"By, apa kamu sudah memutuskan kemana kita akan melakukan bulan madu" tanya Bram disela sela sarapannya.
"Aku sudah memikirkannya dear, bagaimana jika kita pergi kedesa x tempat dimana ibuku berasal" ucap Aberlie.
"Oke baby, sesuai keinginanmu, lusa kita berangkat setelah mamberi kabar pada nenek dan kakek" ucap Bram menyetujui permintaan Aberlie.
Bram tidak memberitahu Aberlie bahwa rumah peninggalan ibu dan neneknya sudah diubah menjadi sebuah vila.
Karena pada saat Bram dan Harun mendatangi rumah tersebut keadaannya sudah sangat memprihatinkan.
Keadaan yang tak terawat, kap rumah yang sudah lapuk dimakan usia dan menjadi rumah rayap, dan banyak lagi sehingga rumah tersebut sudah tidak layak pakai pasalnya selama ini Richard dan Riska tak pernah mengunjunginya dan merawatnya.
Hanya beberapa perabotan yang masih bagus yang dia ambil dan sekarang menempati vila tersebut.
Bram membayar orang untuk mengurus vila itu agar selalu bersih dan terawat.
"Siang ini kamu ada rencana mau kemana gitu by?" tanya Bram.
"Kira kira kemana enaknya dear?" Aberlie balik bertanya.
"Ya kamu kira kira ada tidak tempat yang ingin kamu kunjungi, masa dirumah terus emang kamu gak bosen" ucap Bram.
"Aku bingung dear, soalnya keseharianku biasanya kalau gak kecafe yah dirumah"
"Ya sudah hari ini kita dirumah lagi besok baru kita mengunjungi nenek dan kakek sekalian kita berpamitan"
"Oke deh" akhirnya mereka memutuskan untuk berada dirumah menghabiskan waktu yang panjang.
(kira kira ngapain ajah yah Bram sama Aberlie dirumah🤔)
Selesai sarapan Aberlie membereskan bekas makannya dan Bram.
"Biar saya saya nyonya muda" Mirna meraih piring yang dibawa Aberlie.
"Tak apa nyonya muda, sudah menjadi tugas saya"
"Ya sudah jika seperti itu saya kedepan dulu yah bu"
"Bain nyonya muda"
Aberlie menghampiri Bram yang sudah berada diruang depan tv, ia duduk disamping Bram yang sedang melanjutkan pekerjaannya.
"Bentar lagi yah by aku selesaikan ini dulu" ucap Bram takut Aberlie merasa jengah melihatnya bekerja terus padahal sedang berada dirumah bersamanya.
"It's oke dear, aku gak apa apa ko, kamu selesaikan saja dulu"
"Mau buah dear" lanjut Aberlie.
"Boleh by"
"Bentar yah aku siapin dulu"
" Oke baby"
Aberlie menuju dapur untuk mempersiapkan buah untuknya dan Bram, setelah selesai ia ingin menghampiri Bram kembali namun Bram sudah duduk dimeja makan.
"Kamu sudah selesai?" tanya Aberlie.
"Sudah, sini biar ku bawa, kita kekamar oke sambil nonton drama kesukaan kamu" Bram meraih piring buah yang berada ditangan Aberlie padahal dia saja memegang laptop miliknya.
Aberlie dan Bram berjalan menuju kamar mereka yang berada dilantai dua.
Aberlie menonton drama korea kesukaannya ditemani Bram yang tiduran dipangkuannya seraya makan buat dengan disuapi oleh Aberlie.
Tak terasa waktu sudah siang dan Aberlie pun tertidur sambil menyender dikursi, Bram mengankat tubuh Aberlie memindahkannya keatas kasur dan ia pun juga ikut berbaring disamping Aberlie seraya memeluk Aberlie erat.
Aberlie terbangun ketika ia merasakan ada tangan yang meremas buah kenyalnya, Aberlie menggeliatkan badannya dan memutarnya menghadap kearah Bram.
"Apa aku membangunkanmu?"
"Hmm" Aberlie menganggukkan kepalanya seraya bibirnya tersenyum.
"Maaf"
Aberlie berinisiatif mencium bibir Bram membuat Bram terkejut.
"Untuk apa meminta maaf" ucap Aberlie.
Bram tersenyum lalu mencium bibir Aberlie lembut, ia mengulum bibir mungil ranum tersebut dengan lembut, lidahnya mulai bermain dirongga mulut Aberlie.
Tangannya mulai nakal melepaskan pengait belakang Aberlie dan bermain diujung buah kenyalnya.
Bram melepaskan ciumannya dan membuka baju dan penutup buahnya tersebut, bram menghisap dan bermain pada ujung buah kenyal milik Aberlie sehingga membuat Aberlie mengelurkan suara yang begitu indah ditelinga Bram membuat Bram semakin bergai**h.
Bram menghisap buah kenyal tersebut secara bergantian membuat Aberlie meremas rambut Bram dan meleg*h.
Bram mulai turun keperut Aberlie dan terus turun kebawah, ia membuka pakaian dalam Aberlie yang menutupi area sensitif milik Aberlie.
Sejenak Bram memandangi sesuatu yang menjadi tempat keni ma tan baginya selama dua hari ini kemudian melu matnya rakus bagai seseorang yang tengah kelaparan membuat Aberlie menge rang kencang.
"Aaaaaaaaa.......ah Braaaaaam"
Bram senang saat berhubungan seperti ini Aberlie memanggil manggil namanya dengan suara seksinya walaupun jika dalam sehari hari ia ingin dipanggil dengan sebutan romantis.
*****
Selamat membaca yah🤗
Kita nanggung sehari yah biar Bram suruh pemanasan sampe besok jam sepuluh😂