
"Jadi mengingatkanku pada ekspresimu saat mengetahui Ve mengandung Dek hehe," ucap Sandra terkekeh.
"Haha Kak itu sudah beberapa bulan yang lalu dan kau masih mengingatnya Kak," jawab Agam ikut terkekeh.
***
Tak berapa lama nama Aberlie dipanggil oleh sang petugas apotek. Bram langsung menghampirinya dan mangambil kantong plastik yang diberikan oleh sang petugas apotek. Setelah menyelesaikan pembayarannya Bram langsung mengajak Aberlie untuk pulang kerumah.
"Kau mau makan apa By?" tanya Bram saat sudah di dalam mobil tengah mengendarai mobilnya keluar dari area rumah sakit.
"Aku ingin makan buah lontar Dear," jawab Aberlie seketika itu pula membuat Bram terkejut.
"Kau tak salah minta kan By?" tanya Bram terkejut dan dijawab dengan gelengan kepala sang istri. "Dimana aku harus mencarinya By," ucap Bram bingung.
"Entah," jawab Aberlie singkat sambil mengangkat kedua bahunya dan memiringkan kepalanya.
"Ya sudah nanti aku suruh orang buat nyari," ucap Bram.
"Sekarang kita makan dulu oke, aku sangat lapar sekali dan Baby twins juga belum diberi makan," ucap Bram seraya tangannya mengusap perut sang istri.
"Kita ke mcdonald yah Dear aku ingin makan kentang goreng dan sundae," pinta Aberlie.
"Baiklah By, sesuai keinginanmu," ucap Bram, ia langsung mengarahkan mobilnya kearah mall terbesar dikotanya yang mana terdapat mcdonald disana.
Setelah sampai Bram memarkirkan mobilnya diparkiran mall. Bram turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk sang istri. Bram hendak mengambil kursi roda tapi Aberlie menolaknya.
"Gak usah lebay deh Dear, aku gak apa apa," ucap Aberlie.
"Oke oke By tapi kamu harus jalan pelan pelan oke," jawab Bram yang kawatir.
Bram menuntun Aberlie masuk kedalam mall. Semua mata para pengunjung menatap kearah mereka berdua terutama para wanita. Aberlie yang mengetahui hal tersebut langsung memeluk lengan Bram erat dan memandang mereka dengan sinis.
Bram dan Aberlie menuju mcdonal yang tak jauh dari kfc tempat mereka makan sewaktu berkencan dulu. Setelah sampai Bram memesan makanan yang diinginkan Aberlie diikuti oleh Aberlie di sampingnya. Tak lama pesanan Bram datang dan mereka menikmatinya bersama.
"Mmm enak deh Dear," ucap Aberlie memakan kentang goreng sambil dicelupkan pada ice cream sundae saos strawberry.
"Kamu tuh aneh aneh ajah By, masa kentang goreng dicelup ke ice cream sih, ada juga kentang goreng tuh dicelupnya kesaos sambal By," ucap Bram menggelengkan kepalanya herman.
"Kamu coba dulu Dear ini enak tau," jawab Aberlie malah menyodorkan kentang goreng yang sudah dicelupin ke ice cream.
Bram hanya menggelengkan kepalanya melihat sang istri yang sudah bertingkah aneh sejak pagi. Rasanya saat ini ia ingin menepuk jidatnya saking hermannya dengan tingkah sang istri. Ia berfikir apakah semua wanita hamil bertingkah aneh seperti sang istrinya tersebut.
Setelah mereka selesai makan mereka langsung memutuskan untuk pulang. Bram tak ingin mengajak sang istri untuk pergi kemana mana lagi. Ia ingin Aberlie istirahat karena dari tadi Aberlie sudah terlihat lelah.
Sesampainya di rumah Bram langsung menuntun Aberlie menuju kamarnya. Setelah Aberlie duduk diatas kasurnya Bram pergi kedapur untuk menyiapkan vitamin sang istri. Bram membawa vitamin dan air mineral untuk di minum Aberlie.
"Malam nanti kita baru beli susu ibu hamil yah By," ucap Bram menerima gelas yang diberikan oleh Aberlie.
"Buah lontarnya gimana Dear," rengek Aberlie.
"Aku sudah menyuruh orangku untuk mencarinya, kita tunggu sampe besok oke, sabar yah By," jawab Bram mengusap kepala Aberlie.
"Sekarang kamu istirahat yah aku lanjutin kerjaanku dulu di sofa," sambung Bram.
"Di sini ajah lanjutinnya di samping aku," pinta Aberlie.
"Baiklah By, aku ambil laptopku dulu oke, kau istirahat lah." Bram pergi setelah mengusap kepala sang istri.
Tak biasanya dia manja seperti ini padaku, batin Bram tersenyum.
"Hallo Men, gua gak bisa balik ke kantor Men, Aberlie gak enak badan, mungkin beberapa hari ini gua gak masuk kantor dulu, lu beresin kerjaan gua sementara yah nanti gua kabarin Kakek, malam gua bakal ke rumah Kakek lu ke sana yah nanti kita ketemu di sana," ucap Bram setelah panggilan tersambung.
"Beres," jawab Haris dari sebrang sana, dan kemudian panggilan diputus oleh Bram.
Setelah menelfon Haris Bram langsung keluar dari ruang kerjanya. Sebelum menuju kamarnya ia pergi ke dapur terlebih dahulu untuk mengambil minum karena haus. Setelah dahaganya hilang Bram langsung menuju kamar.
***
Dikantor Haris yang sedang sibuk dengan kerjaannya dibuat terkejut oleh sang istri yang tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu. Risa langsung duduk dipangkuan sang suami begitu ia masuk. Haris hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah sang istri.
"Kamu sudah pulang Honey?" tanya Haris sambil melingkarkan tangannya di perut sang istri.
"Hmm, begitu selesai dengan kelas terakhir aku langsung menuju ke sini Honey, aku merindukanmu," jawab Risa mengecuo bibir Haris sekilas.
"Baru juga tadi pagi ketemu udah bilang rindu ajah," balas Haris tersenyum mendapat kecupan dari sang istri.
"Jangan menghodaku oke, hari ini kerjaanku banyak sekali, Bram pulang duluan karena Aberlie sakit," jelas Haris mewanti perlakuan sang istri.
"Kakak ipar sakit apa Honey?" tanya Risa segera.
"Entah, tapi malam ini kita disuruh datang ke rumah utama, Bram akan ke sana bersama Aberlie, apa kau mau ke sana Honey?" jelas Haris balik bertanya.
"Boleh, aku juga sudah lama tak berkunjung ke sana, aku sangat merindukan Kakek dan Nenek," jawab Risa antusias.
"Kalau begitu biarkan Suamimu ini menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu," ucap Haris meminta ijin.
"Baiklah, aku akan istirahat di kamar yah Honey, kalau sudah selesai kau bangunkann aku." Risa mengalah dan berjalan menuju kamar istirahat.
"Oke."
Setelah Risa menuju kamar istirahat Haris melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk karena Bram pulang lebih dulu. Haris sibuk dengan kerjaannya tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat lewat tiga puluh menit. Haris meregangkan badannya mengangkat tangannya ke atas, tubuhnya terasa kaku.
"Akhirnya selesai juga hah," ucapnya pada dirinya sendiri.
Haris bangun dari tempat duduknya masih dengan meregangkan badannya ke kanan dan ke kiri. Ia mendorong kursinya dan melangkah berjalan menuju kamar istiraha. Ia duduk disamping sang istri yang tengah terlelap, sejenak ia pandangi wajah polos sang istri yang tanpa make up, Haris tersenyum dan mengusap pipi meronanya.
Risa menggeliat saat ia merasakan ada yang menyentuh pipinya. Tangannya mengusap wajahnya dan membuka matanya perlahan. Ia tersenyum melihat sang suami duduk di sampingnya.
"Kau sudah selesai Honey?" tanya Risa seraya meregangkan tangannya keatas.
"Hm, baru saja," jawab Haris tersenyum.
"Apa tidurmu nyenyak?" lanjut Haris kembali bertanya.
"Hm, sangat nyenyak dan puas sehingga cukup untuk stok nanti malam," jawab Risa tersenyum nakal.
*****
Mana nih yang nanyain dokter Agam sama Veronica mulu, nih ceritanya udah netes yah kak udah bisa di intip🤭, baru sampe episode 12 yah kak updatenya sekobernya othor soalnya othor juga kan harus berhalu tentang Aberlie😁
Selamat membaca yah kak jangan lupa tunggalin likenya, untuk cerita baru kisah dokter Agam tolong fav nya yah, dibaca yah kal jangan hanya dilike saja nanti level othor malah anjlok kak kalo cuma like tapi gak dibaca, jangan dikasih bom like yah kak please, othor mohon othor hanya minta dibaca saja dari pada bom lika🙏🥺
Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰