
Siall Kenapa wangi sekali rambut, sabunnya, dan uga parfumnya? Kenapa juga hari ini dia memakai lipstik? Apa jangan-jangan mau bertemu dengan pria itu lagi? batin Antonio.
Manda tidak ingin menjawab pertanyaan itu. Dia tahu hanya buang-buang waktu dan tenaga meladeni Antonio. "Sudah selesai. Tugasku sekarang sudah selesai Jadi, aku sudah bisa pergi sekarang."
"Hm, aku antar kamu," balas Antonio, tetap dengan gaya dinginnya dan tanpa ekspresi itu.
sendiri.
"Apa? Antar? Oh, tidak usah. Aku bisa perg
"Aku melakukan ini bukan untukmu. Jadi, jangan berpikir macam-macam. Aku nggak mau nanti mama tahu kalau aku menelantarkanmu dan tidak bertanggung jawab," potong Antonio cepat tetap terliat dingin dan
seolah-olah acuh.
Aku tahu, Antonio. Semua yang kamu lakukan
bukan dari hatimu, batin Manda.
"Tenang saja. Aku mengerti. Kita berdua
melakukan ini untuk mama," lirih Manda pelan dan berjalan keluar kamar. "Aku tunggu di bawah kalau begitu" ucapnya pelan.
561 CEO Bucin- Missecha
Sementara Antonio hanya bisa menatap punggung sang istri yang sudah berjalan menjauhinya.
ដងង
"Sudah siap?" tanya Antonio saat berada di dalam
mobil
"lya," balas Manda singkat, tanpa menatap wajah sang suami yang bertanya padanya.
"pakai seatbelt-mu dengan benar," perintah
Antonio
Manda pun memasang seatbelt-nya. Setelah itu Antonio mulai menjalankan mobil, tetapi tidak seperti biasanya. Kali ini Antonio melajukan kendaraannya
sangat pelan sekali seolah-olah sengaja.
Selain itu, kondisi tangannya juga membuat Antonio harus pelan-pelan memegang kemudi. Sesekali
dia mencuri pandang memandang Manda di sebelahnya
yang tetap fokus menatap keluar jendela dan diam tanpa kata.
571 CEO B.cin- Missecha
"Antonio, bisakah kamu memelankan laju mobilnya?" tanya Manda, suaranya mulai bergetar ketakutan.
mobil seperti iag pula aku sudah biasa membawa menambah speed mobilnya."Kenapa? иbalas Antonio, justru semakin
"Antonio!" pekik Manda takut. Refleks Manda pun memeluk tubuh Antonio karena rasa takutnya.
Antonio pun kaget mendapat pelukan dari Manda, tetapi dia bisa merasakan tubuh Manda bergetar nebat. Antorio pun menurunkan laju mobilnya.
Hey, sudah. Aku sudah menurunkan kecepatan mobilnya," ucap Antonio sungkan tanpa menyentuh tubuh Manda."H
"Ehm, m-maaf. Maafkan aku," balas Manda
terbata-bata.
Manda pun kembali ke posisinya. Namun, Manda yang memang takut itu pun tidak bisa membohongi diri, tangannya masih gemetaran. Antonio bisa melihat dengan jelas kedua tangan yang ada di pangkuan Manda.
Dia benar-benar ketakutan sepertinya, pikir
Antonio
58) CO Bucin - Missecha
Kembali kesunyian menyapa di sisa perjalanan mereka menuju panti asuhan. Di saat yang bersamaan mobil Antonio masuk ke halaman panti asuhan. Saat itu juga mobil Dean sudah lebih dulu berada di halaman depan, tepat di depan mobil Antonio. Bahkan, Dean juga sudah menunggu kedatangan Manda
"T-terima kasih," ucap Manda pada Antonio.
"Hm," balas Antonio singkat, tetapi pandangannya tertuju pada sosok Dean yang tidak kalah tampan darinya dan sudah berdiri di depan mobilnya
Manda pun melepas seatbeltnya, tetapi karena tangannya masih bergetar, dia agak sedikit kesulitan.
Dio benar-benar ketakutan sepertinya. Astaga bet
batin Antonio.
"Biar aku bantu." Antonio langsung membantu
Manda membuka seatbelt. "Sudah."
"Aku ... aku turun dulu, ya," ucap Manda.
Manda pun segera turun. Sesaat dia membuka pintu mobil, kondisi lutut dan kakinya ternyata masih emas dan membuat dia tidak bisa menahan bobot tubuhnya sendiri. Manda hampir terjatuh. Beruntung
591 CEO Bucin- Missecha