CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 2



Meskipun memegang jabatan sebagai CEO Axel Company, tetapi Antonio lebih senang membawa mobilnya sendiri, terkadang dengan Ramon. Dia akan menggunakan sopir jika ada keperluan mendadak atau urusan bisnis saja.


Manda yang sudah melihat mobil sang suami tiba-tiba diam terpaku di tempat. Seperti biasa Manda takut untuk mendekati Antonio.


Tin . (Suara klakson mobil mengagetkan dirinya) "Sampai kapan kamu mau terus berdiri di sana, hah?!" tegur Antonio memanggil Manda.


"Ah, iya. Maafkan aku," jawab Manda. Dia berlari kecil menuju mobil.


Manda membuka pintu depan mobil, tetapi dia begitu terkejut saat melihat seorang wanita cantik sudah menempati posisi itu. Manda tidak menyadarinya karena kaca mobil sang suami sangatlah gelap.


"M-maaf. Maafkan saya," seru Manda kikuk dan malu. Semu rasa bercampur aduk saat itu.


"Tidak apa-apa, Kak. Biar saya duduk d


belakang," balas sang wanita, yang diketahui sebagai salah satu rekan keria Antonio.


91 CEO Bucin - Missecha


"Biarkan dia duduk di belakang," ucap Antonio.


Dia memutuskan pergerakan tangan sang wanita yang


bernama Devina itu. "Masuklah cepat!" ucap Antonio ketus kepada Manda. Manda pun akhirnya duduk d belakang.


Segera setelah Amanda masuk mobil, Antonio pun melajukan mobilnya. Meskipun fokus pandangannya


menghadap jalan, tetapi Antonio sesekali melihat ke arah


belakang melalui cermin mobil. Dia terus memperhatikan Manda yang memalingkan wajah keluar.


Sementara Manda, pikiran dan hatinya entah berada di mana. Pandangannya tampak kosong menatap pemandangan luar kaca mobil yang terus berjalan.


Dia menjemputku, lalu membawa wanita lain Bahkan, dia bersikap manis kepada wanita lain, tapi membentak istrinya sendiri. Apa aku benar-benar tidak ada harganya di matamu, Antonio? batin Manda.


Suasana canggung tampak terasa sekali di dalammobil.


"Kamu mau saya drop di apartemen atau.."


"lya. Saya di depan lobby apartemen aja," balas Devina.


Jadi, mereka sering pergi bersama? Manda


siapa-siapa Antonio. Sadar diri, Manda, kekeh Manda di


dalam hatinya.


Buruknya suasana hati Manda membuat dia memilih untuk menggunakan earphone dan mendengarkan lagu daripada harus mendengar sang suami berbicara lembut dengan wanita lain. Sampai tanpa sadar matanya pun ikut terpejam karena rasa kantuknya.


"Antonio, turunkan aku di depan lobby saja.


Suamiku sudah menunggu di depan," ujar Devina lembut.


"Ricko di bawah?" tanya Antonio.


"lyah. Kebetulan kita akan pergi dinner bersama,"


balas Devina tersipu malu. "a kamu mungkin mau double date? Ajaklah istrimu! Aku rasa dia cemburu denganku" bisik Devina pelan.


Namun, Antonio tidak menghiraukannya.


"Oke. Sudah sampai. Terima kasih tumpangannya," ucap Devina. Kak, saya turun dulu!"


seru Devina.


11 EO Bucin - Missecha


Tidak mendapat jawaban dari Manda, Devina dan Antonio pun menoleh ke belakang.


"Sepertinya istrimu kelelahan. Lelah hat menghadapimu, Antonio," goda Devina terkekeh.


"Turunlah. Salam untuk Ricko. Kapan-kapan aku akan mampir ke tempat kalian," ucap Antonio.


Devina pun hanya terkekeh melihat Antonio, sang partner bisnis sekaligus rekannya itu. Sementara Antonio terus menatap ke kursi belakang, melihat sosok wanita yang sudah dinikahinya. Tidak lama setelah Devina turun, Antonio pun memilih terus melajukan mobil menuju rumah pribadinya


"Dia pikir aku sopirnya," cebik Antonio.


Dia menghentikan laju mobil tepat di depan rumah mewahnya. Meskipun ingin membangunkan Manda, tetapi saat melihat istrinya itu sudah tertidur pulas, niatnya pun dibatalkan. Dengan terpaksa, Antonio membopong tubuh istrinya masuk ke dalam rumah Sampai di kamar Manda, dia membaringkannya hati-hati di atas ranjang.


"Kamu bahkan membuatku layaknya bawahanmu, Nona." Sindiran kembali keluar dari mulut Antonio sesaat tubuh Manda sama sekali tidak bergerak saat dia membaringkannya.