
ВАВ 13
Antonio duduk di sebelah Manda, berhadapan dengan Dean dan juga Nadine. Entah apa takdir mereka,
tetapi yang pasti siang menjelang sore hari itu adalah hari yang menegangkan bagi Manda
Apa yang harus aku lakukan? Kenapa gadis itu
jadi sering ke sini, sih? pikir Manda kesal.
"Mand, tangan kamu udah nggak apa-apa?"
Suara lembut Dean bagaikan air yang menenteramkan
hati Manda yang beberapa hari ini mengalami kekeringan kasih sayang.
"Oh, iyah, Kak. ini sudah jauh lebih baik," balas Manda memberikan senyuman.
"Syukurlah kalau begitu. Kak Dean senang mendengarnya," seru Dean. Pandangan Dean hanya dia ujukan kepada Manda seorang. Dia tidak peduli dengan wanita cantik lain di sampingnya, apalagi dengan sosok
1501 CLO B.cin - Missecha
Antonio di sisi Manda. Meskipun mendapat tatapan mematikan dari Antonio, tetapi Dean tidak gentar "Selamat si" Sapaan Eta pun terhenti saat melihat ada tamu lain di rumah saudaranya.ti s"Wah, ada
apa nih rame begini?" tanya Eta entah pada siapa.
"Eta!" pekik Manda kegirangan. Dia sangat merindukan sahabat sekaligus iparnya itu. Karena selama beberapa minggu, Eta harus berada di Paris dan Milan
untuk urusan butik.
"Kakak Ipar, aku kangen banget!" Eta pun langsung menghampiri Manda dan memeluk Manda erat.
"Akhh!" pekik Manda kembali karena Eta menyentuh lengan dan sikunya. Refleks saja Antonio bergerak cepat dan menarik tubuh Manda.
"Etal" hardik Antonio. Sementara Manda dia
sembunyikan dibalik tubuhnya. "Datang-datang main peluk-peluk aja," omel Antonio kepada saudari kembarnya.
Manda
"Kamu nggak apa-apa?" tanyanya cemas pada
"h ...kenapa, sih?" ucap Eta bingung.
151 CEO Bucin - Missecha
Sementara Manda merasa tidak enak karena menjadi tontonan banyak orang di sana. "Aku baik-baik aja," jawabnya cepat.
Siall Lagi-lagi gadis itu menggunakan kelemahannya di depan Antonio. Awas ajal Aku akan memisahkan kalian, batin Nadine yang terbakar emosi arena rasa cemburunya
Sementara Dean hanya tersenyum kecut melihat
hubungan Manda dan Antonio
Harusnya aku yang berada di posisi itu Mand.
Harusnya kak Dean yang selalu menjaga kamu, batin
Dean
"Kamu kenapa, Mand?" tanya Eta penasaran
"Sudah, lupakan saja. Cuma bekas jatuh
kemarin," balas Manda. Manda pun menarik Eta untuk duduk bersamanya.
ke sini?" t
"Eh, ada Nadine juga di sini? Mau ngapain kamu tanya Eta dengan sinis.
"Antonieta!" Kembali hardik Antonio.
Cih! lagi-lagi Antonio membela gadis itu. Awas aja, kalau macam-macam, Nadine! Tapi .. siapa laki-laki di samping Nadine, yah? batin Eta penasaran.
1521 CEO Bucin - Missecha
"Hai, Eta. Long time no see, yah. Aku cuma mau
ketemu Antonio, kok," jawab Nadine seperti biasa tanpa
yan. A
Πa
rasa malunya.
"Terus ... kamu siapa?" tanya Eta pada Dean,
"Kenalkan, dia Kak Dean. Kakak aku sewaktu di panti dulu. Dia baru balik dari luar negeri," jawab Manda, mengenalkan sosok Dean pada Eta.
Tampan. Tapi sepertinya sombong. Oh, astaga!
Jangan-jangan .
... dia suka sama Manda lagi? Astaga!
Nio, Manda ... kalian harus kuat iman, batin Eta.
Dean tidak memungkiri bahwa sosok Eta yang
adalah kembaran Antonio adalah gadis yang cantik, tetapi di dalam hati Dean sudah terukir nama Manda.
"Permisi. Ini minumannya," seru Bi Nana, membawakan minuman dan camilan untuk para tamu Antonio.
"Manda, kalau begitu ... ka Dean pamit, ya. Yang penting kaka sudah melihat oaondisimu. Jadi, ka Dean bisa
tenang," seru Dean. Dean sengaja menekankan tiap katakatanya agar Antonio bisa mendengarnya.
1531 CEO Bucin Missecha
Saat Dean berdiri, Manda pun ikut berdiri. Tidak hanya Manda, Antonio juga ikut berdiri di samping sang stri seraya menunjukkan pada Dean bahwa Manda adalah miliknya
"Manda antar ke depan, Kak," ucap Manda
"Eta, temani Nadine di sini. Aku akan menemani
istriku mengantar tamunya ke
e depan." Sekakmat
Antonio kembali menunjukkan kekuasaan dan statusnya.
Bagus, Antonio. Ini baru saudaraku, batin Eta
bangga.
Sementara hati Nadine sudah semakin panas
mendengarnya.
Manda hanya diam saja karena dia berpikir bahwa Antonio sedang menjalankan perannya di depan
Eta.
Antonio, Manda, dan Dean pun berjalan beriringan sampai depan.
"Jaga kesehatanmu selalu, yah. Kaka nggak mau dengar kamu sakit lagi," seru Dean lembut. Dean pun mengelus kepala Manda dan membuat Antonio menyipitkan matanya tajam.
154| CEO Bucin- Missecha
"Siap, Bos!" jawab Manda dengan gesture
tubuhnya.
"Ya, sudah. Sampai di sini saja," ucap Dean.
.
ก
"Kemarilah, beri ka Dean pelukan," ucap Dean semakin berani dan memantik api emosi di hati Antonio.
Manda yang mendengar Dean berkata seperti itu jujur kaget. Bagaimana mungkin Dean berani berbicara seperti itu di depan Antonio?
Namun, Dean yang memang tahu bahwa Manda takut dengan sang suami, justru semakin dibuat ertantang untuk melawan Antonio. Dean pun mendekat dan berusaha memeluk Manda. Sayang sekali gerakannya kalah cepat, karena Antonio yang memang sedari awal memperhatikan Dean dengan lihai langsung menarik tubuh sang istri ke belakangnya.
"Egh, aduh!" pekik Manda
"Hmm! Terima kasih atas kunjungan Tuan Dean.
Saya rasa Manda memerlukan waktu untuk istirahat.
Jadi, sebaiknya Anda segera pergi," seru Antonio datar.
Rupanya kamu cemburuan sekali, Tuan Antonio,
batin Dean.
"Baik. Aku mengerti. Ini waktunya Manda untuk istirahat dan juga ." Dean mendekatkan tubuhnya ke
1551 CEO B.cin - Missecha