CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 41



ВАВ 25


Manda masih tidak percaya bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh satu kehidupan baru.


"Mand, selamat, yah! Aku seneng bange


dengarnya." seru Eta. Bahkan, tanpa terasa dia meneteskan air mata. "Aku yakin, mama papa dan semuanya pasti akan sangat senang mendengar kabai ini, Mand," ucapnya lagi.


"Ta. aku mohon ...jangan beritahu siapa pun dulu, terutama Antonio," ucap Manda.


"Lho, kenapa, Mand?"


"Aku hanya . aku ....


"Apa kamu masih ada masalah dengan Antonio?"


tanya Eta penuh selidik.


215) CEO B.cin- Missecha


"Bukan itu ... hanya saja... aku merasa belum waktunya saja, Ta. Setelah aku memeriksanya nanti dan memastikannya, aku pasti akan memberitahu semuanya, " jawab Manda atas pertanyaan Eta


Maafkan aku, Ta. Tapi aku benar-benar takut reaksi Antonio nanti bagaimana. Dia bahkan tidak mau


melakukannya denganku lagi. Dia menolakku dan aku


takut dia tidak akan bisa menerima ini. Ya, Tuhan. Apa yang harus aku lakukan? batin Manda


"Baiklah. Aku mengerti. Aku akan menemanimu


untuk periksa nanti, yah, Mand, "ucap Eta.


"lyah, Ta, " balas Manda singkat. Manda pun menggerakkan tangannya. Dia menyentuh perutnya


yang masih rata itu. Da coba merasakan kehidupan baru yang ada di dalam rahimnya.y


Dellarosa Hotel.


Antonio terus berusaha melawan nafsu yang terlanjur bangkit akibat obat yang diberikan dalam minumannya itu. Antonio pun mengirim pesan pada Ramon untuk membawa Manda serta Eta kembali pulang, sementara dia akan menginap di hotel.


"Eh, Mand. Ada pesan masuk, nih. Ramon suruh kita langsung pulang duluan, biar kita tidur di rumah.


Nanti Ramon sama Antonio menginap di hotel. " seru Eta


2161 CEO B.cin - Missecha


"lyah. Langsung pulang aja, Ta. Aku juga capek banget hari ini, " balas Manda.


"Ya, sudah. Aku akan menemanimu di rumah malam ini. Nanti aku telepon mama, "ucap Eta.


Setelah mendapat pesan dari Antonio, Ramon pun menghubungi Eta dan juga Manda. Sementara dia nemilih membuka kamar di samping kamar Antonio. Dia tidak membiarkan sepupunya bermalam di hotel sendiri apalagi dengan kondisi Antonio yang sekarang.


"Gimana, Pa? Sudah siapkah?" tanya Miranda


"Sudah, Mah. Ayo, kita ke airport sekarang. Papa


sudah hubungi Roger juga," ucap Rudolf.an


"Baiklah, Pa. Mama nggak sabar kembali ke Indonesia lagi. Mama yakin Viona masih hidup, Pah.


Mama akan menemukannya," ujar Miranda berusaha untuk berpikir positif.


"papa berharap seperti itu, Mah.


০০


Kondisi Antonio pagi ini sudah membaik dar


Ramon pun sekarang sudah berada di kamar Antonioد


2171 CEO Bacin- Missecha


"Gimana kondisimu, Bro?


"Hmmm, baik," jawab Antonio dingin.


jahat dan licik, tapi masih aja terus dibela," decak Ramon.


"Udah. Nggak usah dibahas."


"Oiyah, kenapa kamu malah mengusir Manda semalam saat obat itu bereaksi?" cecar Ramon.


"Obat apa? Apa yang kamu bicarakan?


"Oh, come on. Antonio, kita udah gede. Udah dewasa. Kamu dalam pengaruh obat perangsang, bukan pengaruh alkohol. Tapi kenapa kamu malah mengusi Manda? Dia istri sahmu dan dia milikmu. Udah halal, udah sah. Kenapa malah diusir?


"Sok tahu!"


Siall Ternyata Ramon tahu juga, batin Antonio.


"Dia terluka. Kamu terus-menerus menolaknya," Kembali omel Ramon.


218| CEO B.cin- Missecha


"Aku laper!"


pembicaraan ucap Antonio


mengalihkan


"Antonio, kalau kamu tidak menginginkan Manda, maka lepaskanlah dia ...jangan ..."


Antonio begitu kesal mendengar kata-kata


Ramon. Refleks dia menarik kerah baju sepupunya itu.


"Apa maksudmu, Ramon? Kamu memang sepupuku, tapi kamu tidak berhak mengatur kehidupanku," geram Antonio.


"Karena kita sepupu makanya aku care sama kalian berdua, Bro! Kamu terus menyakiti Manda. Kalau kamu mau, baru kamu mendekatinya. Kalau nggak, kamu akan membuangnya. Dia bukan barang. Dia istrimu, terlepas seperti apa alasan pernikahan kalian." Ramon pun tidak bisa menahan setiap unek-unek yang dia simpan selama ini.


Antonio pun melepaskan cengkeramannya.


"Kalau kamu tidak mencintainya, lepaskan dia,


Bro. Biarkan dia menemukan kebahagiaannya juga," ucap Ramon bijaksana.


"Aku nggak tahu harus bagaimana. Aku takut mengecewakan mama," seru Antonio


2191 CEO Bucin -Missecha


"Apa kamu dan Manda sudah berhubungan?" tanya Ramon hati-hati


pernah


Antonio pun menganggukkan kepalanya sebagai


tanda iya'.


"Pikirkanlah baik-baik, Bro. Sebelum terlanjur lebih jauh," seru Ramon.


Sementara Manda dan Eta sedang menyiapkan sarapan pagi itu, tetapi Manda memang belum menunjukkan tanda-tanda seperti wanita hamil lainnya.


"Apa kamu mual, Mand?" tanya Eta


"Enggak, Ta. Hanya saja jadi sering lapar. Maunya makan ini itu dan banyak macam," jawab Manda.


"Syukurlah. Ternyata ponakanku pintar juga.


Nggak mau ngerepotin mamanya," canda Eta.ta


Prang.. (Tanpa sengaja Bi Nana yang mendengarnya pun menjatuhkan piring yang dibawanya) "Astaga! Maaf, Non. Maafin bibi," ucap Bi Nana.


"Nggak apa-apa, Bi. Hati-hati, Bi," seru Manda.


"Bibi kaget. Tadi Non Eta bilang ponakan.


Maksudnya apa ya, Non?"


2201 CEO Bucin - Missecha