
Tak terasa malam sudah semakin larut, karena keasikan mengobrol mereka sampai lupa waktu. Masing masing dari mereka berpamitan untuk pulang kembali ke rumah masing masing. Bram dan Aberlie berencana untuk mampir ke supermarket dua puluh empat jam terlebih dahulu sebelum pulang ke mansion.
Mobil berhenti di area parkir depan supermarket dua puluh empat jam. Bram dan Aberlie turun dan berjalan masuk bersama dengan Aberlie memeluk lengan sang suami. Entah dari pagi bawaan Aberlie ingin selalu dekat dekat oleh sang suami.
Di dalam swalayan Bram tak lupa mengambil troly untuk tempat belanjaan mereka. Semua mata terarah pada Bram karena katampanannya, semua pengunjung di swalayan mengenali siapa pria tampat tersebut. Aberlie yang melihat beberapa mata wanita memandang sang suami mengeratkan pelukannya pada lengan sang suami membuat Bram terkekeh geli.
"Kamu ingin susu rasa apa By?" tanya Bram saat sudah sampai di depan rak susu untuk ibu hamil.
"Enaknya rasa apa yah Dear?" ucap Aberlie menjawab pertanyaan Bram dengan pertanyaan kembali.
"Kamu sukanya rasa apa Baby, kalau kamu minta pendapatku pasti akan ku jawab vanila By karena aku suka rasa vanila," jawab Bram memberikan sarannya.
"Aku suka rasa coklat Dear tapi ini ada banyak rasa, ada caramel dan juga strawberry jadi aku bingung," ucap Aberlie yang memang sedang bingung.
"Ya sudah begini ajah, sekarang kita beli setiap rasa masing masing satu dus dulu nanti kalau seumpamanya rasa coklat menurutmu lebih nikmat selanjutnya kita akan beli rasa coklat ajah, gimana menurutmu?" Bram memberi saran dan bertanya kembali pada sang istri.
"Baiklah Dear," ucap Aberlie menyetujui usul dari sang suami.
Setelah mereka selesai dengan sesi memilih susu untuk ibu hamil Bram dan Aberlie menuju tempat buah. Bram memilih buah segar untuk sang istri, Aberlie sangat suka memakan Alpukat dan Kiwi jadi dua buah tersebut tak boleh terlupakan. Aberlie pun tak kalah sibuk memilih buah, ia mengambil buah Naga, Jamkis dan Mangga Indramayu.
Setelah troly penuh dengan keperluan Aberlie dan beberapa milik Bram mereka langsung menuju kasir. Kebetulan kasir sedang tak mengantri jadi mereka bisa langsung membayar tagihan belanjanya. Setelah selesai membayar Bram dan Aberlie langsung ke luar dan menuju mobil untuk pulang ke mansion.
Setelah sampai di mansion Aberlie langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia sangat kelelahan padahal biasanya ia sangat aktif dan tak mudah lelah. Saat akan memejamkan matanya tiba tiba Bram datang dengan membawa vitamin dan segelas air mineral di atas nampan.
"Minum dulu vitaminnya By, tadi kau belum minum vitamin kan, nanti abis minum vitamin kau boleh tidur kembali dan aku gak bakal mengganggumu," ucap Bram menyodorkan vitamin di susul air mineral.
"Baiklah Dear," jawab Aberlie seraya meminum vitamin yang di berikan oleh Bram.
Setelah meminum vitaminnya Aberlie langsung merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur. Tak butuh waktu lama ia sedah terlelap menuju ke alam mimpinya. Bram tersenyum melihat sang istri yang sudah terlelap, ia mengecup ujung kepala Aberlie dan menyelimutunya.
Kamu pasti lelah By, batin Bram.
Bram keluar dari kamarnya turun menuju dapur untuk membereska belanjaan yang tadi mereka beli. Ia membereskannya sendiri karena hari sudah malam dan Mirna sang asisten rumah tangga sudah tidur. Bram menyusun buah dan sayur yang tadi mereka beli di dalam lemari es dengan rapi, dan menyimpan susu sang istri di dalam lemari gantung.
Setelah semua selesai dan tersusun rapi Bram langsung menuju kamarnya. Ia naik keatas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disamping Aberlie. Bram memeluk tubuh sang istri kemudian terlelap bersama sang istri.
***
Di tempat lain Aron dan Aliva sedang menikmati permainan panas mereka setelah mereka sampai. Aliva memang telah di beri obat perusak kandungan oleh Bram namun mereka percaya bahwa suatu saat nanti entah kapan pastinya jika mereka terus berusaha dan berdoa tuhan pasti akan memberikan keturunan untuk mereka. Kalaupun tidak mereka sepakat untuk mengadopsinya dari panti asuhan.
"Apa kau lelah?" tanya Aron setelah mereka menyelesaikan permainan mereka yang pertama.
"Apa kau akan lanjut ke ronde kedua?" Aliva bertanya balik.
"Kenapa gak," jawab Aron tersenyum nakal.
"Dasar,"
"Sangat,"
Akhirnya mereka melanjutkan kembali permainan panas mereka yang kedua. Peluh mereka bercampur menjadi satu, era ngan mereka saling bersahutan memenuhi kamar tersebut. Berbagai gaya mereka lakukan untuk menambah kenik matan bercinta mereka, sampai akhirnya mereka mele guh kencang bersama menandakan terjadinya pelepasan mereka.
Aron dan Aliva ambruk bersamaan di atas tempat tidur. Setelah lelah mereka hilang mereka membenarkan posisi mereka. Aron menarik selimut dan meneutupi tubuh mereka dan mereka pun akhirnya terlelap.
***
Pagi menjelang saat Aberlie baru membuka matanya ia langsung berlari menuju kamar mandi. Ia langsung memuntahkan isi perutnya yang tak ada apa apanya, perutnya terasa mual. Bram yang mendengar sang istri muntah muntah langsung bangun dan menghampirinya di kamar mandi.
"Hooeeekkk...," lagi Aberlie memuntahkan isi perutnya yang hanya keluar cairan bening.
"By, kamu oke?" tanya Bram yang langsung membantu Aberlie untuk bangun.
"Oke Dear aku oke, hanya perutku saja mual," jawab Aberlie menganggukkan kepalanya.
"Aku telfon Sandra suruh datang yah By," ucap Bram memberi usul.
"Gak udah Dear, Dokter Sandra bilang ini biasa di awal kehamilan Dear, lagi pula kan Dokter Sandra sudah memberikan vitamin agar mengurangi efek mualnya," tolak Aberlie.
"Baiklah, kalau begitu kamu istirahat di kasur yah aku akan menyiapkan susu untukmu, kau ingin sarapan apa biar ku buatkan sekalian?" tanya Bram.
"Buah lontarnya Dear," ucap Aberlie sedikit merengek.
"Iya Baby buah lontarnya siang nanti baru datang, anak buah ku sudah mendapatkannya dia sedang dalam perjalanan pulang kamu sabar oke," ucap Bram mengusap kepala sang istri dan Aberlie hanya menganggukkan kepalanya.
"Jadi menu sarapan apa yang kau inginkan pagi ini? apa kau ingin bubur ayam, atau roti isi?" tanya Bram kembali pada topik menu sarapan.
"Roti isi ajah Dear sama susu rasa caramel kayanya enak, tapi harus kamu yang buat semuanya oke," jawab Aberlie.
"Oke My Queen, hamba akan segera menyiapkannya untukmu," jawab Bram seraya membungkukkan badannya di depan Aberlie.
Bram keluar dari kamarnya turun menuju dapur, di dapur ada Mirna yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk majikannya. Bram meraih gelas panjang dan susu untuk ibu hamil yang rasa caramel. Melihat sang majikan ingin membuat susu sendiri Mirna langsung mendekatinya dan menawarkan diri untuk membantunya.
"Biar saya saja Tuan muda," ucap Mirna.
"Gak usah Bu, nanti Aberlie ngambek jika tahu sarapannya orang lain yang buat, Bu Mirna buatkan saya kopi hitam saja Bu, saya ingin sarapan bersama Aberlie di kamar," jawab Bram seraya memberi perintah.
*****
Selamat membaca kakak semua jangan lupa likenya yah🙏😊
salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰