CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 24



"Aku ... aku hanya bilang kalau aku yang akan memasak untuk kamu, jawab Manda.


Brakk.. (Antonio memukul meja sekeras


mungkin)


"Apa segitu inginnya kamu mendapat pengakuan menjadi istriku? Apa dengan menjadi istriku kamu tahu semua tentangku? Kamu tahu tentang apa yang harus


aku makan dan tidak boleh aku makan, hah?! Jawab aku


Apa ini tugas seorang istri dengan meracuni suaminya sendiri?!


Kembali goresan-goresan luka di hati Manda kembali bertambah. Tiap kata Antonio seolah pisau yang menghunjamnya.


"Jangan menangis! Kerjamu hanya bisa menangis saja." Antonio pun bergegas meninggalkan ruang makan menuju kamarnya


"Antonio, aku akan membantumu," seru Nadine mengikuti Antonio.


Manda terkesiap mendengar ucapan Nadine yang akan membantu suaminya di kamar. Meskipun Antonic menghinanya, tetapi Manda harus tetap mempertahankan pernikahannya. Dia pun berlari mengikuti Nadine dan Antonio.


1121 CEO Bucin - Missecha


"Antonio ... Sini, biar aku bantu."


"Minggir, Nadine," ucap Manda


"Aduh!" pekik Nadine langsung terduduk di


lantai.


Antonio.


"Apa yang kamu lakukan, Amanda?" teriak


"Antonio.. bukan aku. aku.. tidak


mendorongnya. Tapi dia yang ..."


"Berhenti bicara, Mandal Lebih baik keluar dari kamarku sekarang juga!" seru Antonio.


"Enggak. Aku nggak mau. Aku nggak akan


membiarkan kamu dengan wanita itu di sini" balas


Manda teguh bertahan


"Baiklah. Biar aku yang pergi kalau begitu."


Manda pun berusaha menahan langkah


Antonio." Jangan pergi, Antonic


aa


"Minggir, Amanda!" pekik Antonio. Dia pun mendorong Manda secara tidak sengaja.


"Akh!" lirih Manda menahan sakit. Sikunya menghantam tempat tidur dengan sangat kuat,


113| CEO Bucin - Missecha


ditambah dengan Manda menggunakannya untuk menahan bobot tubuhnya. Namun, suara kesakitan Manda tidak dihiraukan Antonio yang terus melangkah


pergi bersama Nadine.


114| CEO Bucin - Missecha


ВАВ 14


-Non Manda .. Non nggak apa-apa?" tanya bibi khawatir melihat kondisi Manda. Bibi pun membantu Manda untuk berdiri.


"Astaga, Nonl Kenapa jadi begini, Non? Mana yang sakit, Non?"


Manda mencoba menggerakkan lengan sebelah


kanannya. "Akhh!" rintihnya lagi.


"Non, apa ini yang sakit?" tanya bibi "lyah, Bi. Tanganku sakit banget, " lirih Manda.


kita ke dokter, yah, Non? Bibi takut kenapa kenapa, Non," seru sang bibi merasa begitu cemas.


1151 CEO Bucin - Missecha


Meskipun Manda adalah atasannya, tetapi bibi menganggap Manda sebagai anaknya. Sifat Manda yang tidak pernah memandang orang dari status membuat bibi begitu hormat dan sayang kepada Manda.


Den Antonio kenapa tega sekali membiarkan Non Manda seperti ini, batin bibi.


Bibi dengan setia menemani Manda ke dokter untuk memeriksa lengan dan sikunya. Ternyata benan dugaan bibi bahwa siku Manda retak karena menghantam benda keras sehingga membuatmembuat dia harus


mendapat perawatan dan di gips untuk beberapa waktu.


"Non Manda sekarang istirahat aja. Biar bibi yang masak untuk nanti malam dan beres-beres rumah," ucap sang bibi sambil memapah tubuh Manda kembali masuk


ker umah.


"Bi, Manda mohon jangan beritahu siapa pun tentang kondisi Manda atau kejadian tadi. Apalagi ke mama Celine dan Eta. Manda mohon, Bi," pinta Manda serius


"Baik, Non. Bibi janji nggak akan bilang mereka,


Non."


"Sama satu lagi, Bi. Manda mohon jangan sampai Antonio tahu kondisi tangan Manda, yah. Sebisa mungkin sampai gips ini dilepas, Manda nggak akan bertemu


116| CEO Bucin - issecha


Antonio. Kalau waktu sarapan Bibi bisa bilang kalau Manda sudah sarapan. Begitu juga kalau waktu makan malam. Pokoknya jangan sampai Antonio tahu, yah, Bi."


Sekali lagi pinta Manda.


"Kenapa, Non? Bukannya Den Antonio harus tahu


kondisi Non? Bibi yakin, Den Antonio kalau tahu juga akan merasa bersalah, Non," ujar sang bibi.


Ucapan sang bibi benar-benar ingin membuat


Manda terkekeh saat itu juga. Bagaimana mungkin


Antonio akan merasa bersalah. Apalagi khawatir dengan


dirinya.


"Tidak, Bi. Aku bukan siapa-siapa baginya yang ak, Bi. Aka


pantas untuk dikhawatirkan," jawab Manda. Seolah berkata bahwa dirinya baik-baik saja, Manda tetap memberikan senyuman yang terbaik.


Yang sabar, Non. Bibi yakin suatu hari nanti, Den Antonio akan menyesal karena sudah menyakiti Non,


batin bibi.


"Ya, sudah. Mari, Non. Bibi antar ke atas."


Sementara Antonio dan Nadine juga telah selesai


dari dokter spesialis Antonio. Mereka berdua menuju apartemen pribadi milik Antonio. Dia memilih kembali ke apartemen karena masih merasa kesal dengan sang istri.


117] CEO Bucin - issecha