
ВАВ 16
"Non Manda, mau makan bubur? Biar bibi buatkan," ucap Bi Nana, menghampiri Manda dan
Antonio di meja makan
Manda menoleh ke arah Bi Nana. Astaga, Bi. Aku bukan orang sakit Jangan berlebihan seperti ini. Apalagi di depan Antonio, batin Manda.
"Kenapa diam? Ditanya bibi itu," seru Antonio.
"Hmmm, nggak usah, Bi. Manda belum lapar.
Nanti aja, yah, Bi," balas Manda
"Sekarang ceritakan padaku, ada apa dengan tanganmu?" Sambil memangku kedua tangannya Antonio meminta penjelasan dari Manda. Tentunya dia sudah tahu jawabannya, tetapi Antonio hanya ingin mengkonfirmasi lagi
134| CEO B.cin -Missecha
"Aku ... aku jatuh saat di taman belakang," jawat Manda tanpa berani menatap Antonio. Meskipun d dalam hatinya sudah tumbuh benih-benih cinta untuk Antonio. Namun, sikap Antonio membuatnya sering kal ragu akan perasaannya sendiri
Mendengar jawaban Manda yang berbohong
tentunya Antonio tidak marah, tetapi timbul perasaar
ain yang tiba-tiba membuat dadanya bergetar. Berkali kali Manda menutupi perbuatannya, bahkan di depar Celine, sang ibu.
"Makanlah. Setidaknya biar kamu ada tenaga ucap Antonio lembut.
Ini pertama kalinya bagi Antonio berkata lembu
ini pada Amanda. Membuat desiran di hati Manda seolah beriak bersorak.
"Aku .. aku akan makan nanti. Kamu makan saja duluan," balas Manda
Bagaimana mungkin aku memdemakan roti dengan
satu tangan? Belum lagi harus mengolesinya, batin Manda.
Antonio mengambil beberapa lembar roti. "Kamu
mau pakai apa? Coklat, strawberry, kacang?" tanyanya "Apa?"
135I CEO B.cin- Missecha
"Aku bilang mau pakai selai apa? Biar aku ambilkan," ucap Antonio lagi.
Andai kamu bisa selalu bersikap seperti ini
Antonio setiap hari, aku pasti akan jadi wanita paling
bahagia. Tapi aku tahu kamu melakukan ini karena kamu kasihan terhadapku. Kamu kasihan melihat kondisiku, batin Manda sedih
Bahkan, tanpa terasa air mata menetes di pipinya. Sebelum Manda sempat menghapusnya, Antonio sudah lebih dulu melihat
"Hmmm, maaf. Aku permisi, Antonio," pami Manda. Dia berjalan cepat meninggalkan Antonio
Namun, bukan Antonio namanya jika tidak menghentikan langkah Manda. Antonio mengikuti Manda sampai ke ruang tamu dan menghadang langkah
Manda.
"Mau ke mana kamu?"
"Antonio, minggir ... aku mau lewat," ucap Manda berusaha melewati Antonio
"Kenapa selalu menghindar, hah? Ada apa lagi?"
tanya Antonio.
1361 CEO B.cin - Missecha
Manda pun menatap lelaki di hadapannya yang
sudah sah menjadi suaminya, lelaki yang justru berhasil mencuri hatinya, mencuri cintanya
Antonio, lebih baik kita bercerai saja," liril Manda. Tetesan air mata mengikuti pernyataan yang justru berlawanan dengan hatinya itu.
"Kenapa? Jelaskan padaku alasannyal" tantang
Antonio
"Aku .. aku nggak bisa, Antonio. Hiks..."
"Maaf, Manda. Tapi aku nggak bisa menerima
alasanmu itu. Keluarga Wiradijaya tidak mengenal kata น
bercerai, tegas Antonio penuh penekanan.
"Maafkan aku, Antonio. Tapi aku.. aku mencintaimu," lirih Manda.
Boom
Ungkapan Manda laksana bom waktu yang meledak tepat pada waktunya.
“Apa? Cinta?" Antonio tidak bisa menahan diri akan pernyataan sang istri. Hatinya bergejolak entah
sudah memperingatkanmu dari awal. Pernikahan ini
137| CEO Bucin - Missecha
tidak boleh menggunakan hati," ucap Antonio penuh penekanan
Betapa malunya Manda karena mendapat penolakan telak dari suaminya sendiri. Hatinya hancur
berkeping-keping. "Maafkan aku. Aku benar-benar mencintaimu, Antonio," lirih Manda yang dalam isak tangisnya sambil menatap Antonio.ar
Sementara Antonio hanya bisa menatap Manda o
tanpa ekspresi apa pun karena dia sendiri belum yakin dengan hatinya
"Aku sudah memperingatkanmu. Jangan bermain hati jika kamu tidak ingin terluka, karena tidak bisa menerima itu,"" balas Antonio tegas. Antonio pun
memilih kembali ke kamarnya, meninggalkan Manda sendiri menangisi dirinya
"Apakah dalam hidupku, aku nggak boleh bahagia, Tuhan? Hiks...
০০০
Hubungan Manda dan Antonio kembali merenggang pasca pengakuan jujur Manda tentang perasaannya pada Antonio. Antonio juga dengan terangterangan menghindari Manda.
"Kamu mau sarapan, Antonio?" tanya Manda.
1381 CEO Bucin- Missecha
"Tidak. Aku langsung ke kantor." Lalu, Antonio akan pergi tanpa pamit.
Membuat Manda harus sarapan seorang diri, tetapi tanpa Manda sadari Antonio selalu memantau gerak-geriknya melalui layar smartphone yang
tersambung dengan CCTV di rumahnya. 3 hari berlalu
seperti itu, bahkan demi menghindari Manda, Antonio memilih pulang larut malam. Sementara Manda selama tangannya masih di gips, dia memilih tetap di rumah dan
tidak ke mana-mana
"Non Manda," sapa Bi Nana
"lyah, Bi," jawab Manda.
"Kenapa diam aja, sih?"
"Hmmm, enggak apa-apa, Bi. Aku lagi liatin ka3.
bunga-bunga itu," tunjuk Manda. Saat ini Manda sedang ada di taman belakang bersama dengan Bi Nana.
"Cantik juga Non Manda daripada bunga-bunga itu," goda Bi Nana, berhasil membuat senyum kembali terlihat di wajah Manda.
"Manda tahu, Bi. Kalau Manda nggak boleh mengeluh dan marah. Tapi kenapa, yah? Tuhan seolah
1391 CEO Bucin- Missecha
olah nggak kasih kesempatan Manda untuk bahagia?"
seru Manda.
Dering ponsel Antonio berbunyi saat dirinya sedang bekerja dan keningnya sedikit berkerut saat
melihat nama Bi Nana tertera di layarnya. Antonio
memang memberikan Bi Nana sebuah ponsel untuk memudahkan untuk berkomunikasi.
"Tumben. Ada apa, yah, bibi telepon?" gumam Antonio. Namun, Antonio pun tetap mengangkatnya
"lyah, Bi. Ada apa?" tanya Antonio.
Namun, bukan suara Bi Nana yang dia dengar,
justru suara Manda, wanita yang sudah mengungkapkan
rasa cinta pada dirinya.
"Manda sering bertanya sama Tuhan, kenapa Manda harus dilahirkan kalau pada akhirnya Manda justru dibuang oleh orang tua Manda? Seolah-olah cehadiran Manda tidak mereka harapkan. Kenapa Manda harus ada di dunia ini kalau pada akhirnya merasakan kebahagiaan saja Manda nggak bisa, Bi
"saat sebuah rasa cinta muncul di hati Manda Manda pun nggak bisa mendapatkannya. Manda nggak mau menyalahkan Sang Pencipta. Hanya saja Manda iri, Bi. Bahkan, dengan keindahan bunga-bunga itu. Mereka
140| CEO Bucin - Missecha
dirawat dan dijaga dengan baik, penuh cinta. Manda benar-benar lelah, Bi."
Antonio terus menyimak perkataan Manda
sampai akhir.
"Astaga! Maafin Manda, yah, Bi. Kok, Manda jadi cengeng? Hehe," kekeh Manda
Tut tut ... (Bi Nana pun memutuskan sambungan telepon dengan Antonio tanpa sepengetahuan Manda tentunya)
"Kalau itu bisa buat Non Manda lega, nggak apaapa. Cerita sama bibi," balas Bi Nana lembut.
Sambungan telepon dari Bi Nana ternyata berhasil membuat pikiran Antonio kacau.