CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 67



Masih sesi tegang bin keringat dingin yak kak bacanya😁


Bram kembali turun kebawah dan melanjutkan bermain di tempat kenikma**n milik Aberlie.


"Aaaaaaah.... Bram please" kali ini Aberlie tak menahannya lagi.


Mendengar Aberlie menyebut namanya Bram makin gencar memainkan lidahnya dibawah sana.


"Bram.... mmm..... ah"


Aberlie bangun dan menarik Bram agar Bram duduk disofa, ia mendorong Bram dan Bram bersender pada senderan sofa.


"Kau bilang malam ini aku yang memimpin"


Aberlie mencium bibir Bram dengan lembut, ia mengo**k beo dengan tangannya sebentar dan memasukannya kemiliknya.


Setelah masuk Aberlie melepas bibir Bram dari ciumannya dan mende**h karena ada yang mendorong masuk dibawah sana "Aaaaaaah....."


Aberlie baru kali ini merasakah sibeo masuk terlalu dalam hingga mentok sampai keperutnya, ia merasakan rasa yang sangat berbeda, Aberlie merasa lebih nim*t dari biasanya.


Bram tersenyum melihat ekspresi Aberlie yang merasakan kenik**tan yang baru saja ia rasakan.


"Goyang by oke" bisik Bram ditelinga Aberlie.


Aberlie menuruti permintaan Bram, ia menggoyangkan bokongnya perlahan karena ini pertama kalinya ia memimpin dan masih sedikit kaku.


Bram bangun dari senderannya dan menghis*p buah kenyal milik Aberlie yang bergoyang seakan melambai padanya, tangannya meremas yang satunya.


Aberlie terus menggoyangkan bokonya sedikit cepat, ia sudah mulai menguasai permainannya, Aberlie meremas rambut Bram saat Bram memainkan buah kenyal miliknya tersebut.


"Bram.... aaaaah.... aku...."


"Keluarkan baby" ucap Bram berbisik pada Aberlie.


Bram tahu Aberlie pasti sudah sampai pada puncaknya, namun Bram belum ingin mengakhiri permainanmya.


Setelah tubuh Aberlie melemas Bram mnggendong Aberlie tanpa melepaskan yang dibawah sana.


Bram membawa Aberlie kearah nakas samping tempat tidur, Bram mendudukan Aberlie diatas nakas, kemudian ia mem*mpa Aberlie dengan gerakan sedikit cepat membuat Aberlie terus mende**h seperti yang Bram inginkan.


"Ah..... Bram..... love you Bram....mmm....ah" Aberlie terus meracau.


"Love you to baby....ah..." balas Bram seraya terengah engah.


Lama Bram bermain diatas nakas Bram menggendong Aberlie kembali menuju kasur, ia membalikan tubuh Aberlie dan memasukan sibeo dari belakang.


Bram mem*mpa Aberlie kembali dengan penuh semangat dan ga irah yang menggebu karena era ngan yang terus keluar dari bibir manis Aberlie.


"Bram..... aku di atas oke....mm" pinta Aberlie.


Tanpa menjawab Bram langsung melepas sibeo dan berbaring diatas kasur, Aberlie naik keatas tubuh Bram dan memasukan sibeo dengan tangannya.


Setelah beo masuk Aberlie bergoyang dengan sedikit cepat, Aberlie sudah tidak kaku seperti pertama kali, ia mulai ketagihan berada diatas.


Aberlie bergoyang sedikit liar, ia mende**h dan bergoyang tanpa henti hingga tiba tiba ia merasakan sibeo menyembur dengan begitu kencangnya didalam sana bebarengan denga keluar miliknya.


Aberlie mende**h kencang disusul oleh era ngan dari bibir Bram, seketika itu pula tubuh Aberlie tumbang dibawah tubuh Bram.


Setelah lelahnya sedikit hilang Aberlie langsung meraih selimut dan menutupinya sampai wajahnya, ia baru merasakan malunya sekarang, Bram tertawa melihat tingkah istrinya.


Astaga apa yang kulakukan tadi, aku benar benar menjadi kucing liar, bibir juga bibir kenapa bisa jadi tak tahu malu begitu sih tadi, gumam Aberlie menggelengkan kepalanya.


"By, makasih udah bikin aku puas malam ini" Bram membuka selimut yang menutupi Aberlie namun Aberlie tak mau membukanya.


"Apa aku terlihat seperti ja**ng dear?" ucap Aberlie dari dalam selimut.


"Siapa bilang by, kamu bermain bersamaku, wajar bagimu untuk menjadi liar bersama dengan suamimu, jika kamu puas apalagi aku, aku bakal lebih puas dan bahagia by, buka selimutnya oke, biarkan aku memelukmu hm" ucap Bram.


"Makasih by, udah mau muasin aku, aku cinta sama kamu, sangat, sangat cinta, aku suka melihat kamu yang seperti tadi, tidah menahan hasrat kamu dan mengeluarkannya, terus seperti itu, jika kau mengnginkannya kapanpun bilang ajah aku pasti akan dengan senang hati melayanimu by, seperti kamu yang dengan senang hati melayaniku berapa kalipun aku menginginkannya" ucap Bram yang sudah masuk kedalam selimut.


"Makasih yah karena kamu tak menertawaiku"


"Tidurlah by, kamu pasti lelah" ucap Bram.


Pagi menjelang Aberlie sudah selesai manyiapkan sarapan pagi, pagi ini ia membuat lontong sayur dan telur bulat balado seperti rencana ia kemarin.


Aberlie sudah menyiapkan empat kotak untuk makan siang, dua untuknya dan Bram, dua lagi untuk pasangan bucin yang satunya lagi, yang dua kotak ia bawa karena Bram pasti akan makan siang dengannya dicafe atau Aberlie yang akan makan siang dikantor Bram.


Aberlie bergegas menuju kamar untuk bersiap dan membangunkan Bram yang masih asik dalam mimpi indahnya.


"Dear, bangun sudah siang, aku akan kecafe, kau akan pergi kekantor kan?" Aberlie mengusap pipi mulus suami tampannya tersebut.


"Pagi baby, kau sudah bangun?" ucap Bram membuka matanya perlahan.


"Aku sudah masak malahan dear"


"Morning kiss" Aberlie mencium bibir Bram lama.


"Sudah sekarang bangun oke, sudah cukup sebulan lebih bermesraan terus sekarang waktunya mencari nafkah untuk istrimu ini lagi" ucap Aberlie.


"Baiklah nyonya Bram aku akan bangun" ucap Bram bangun dari tidurnya dan menuju kekamar mandi.


Aberlie mengganti pakaiannya karena sebelum masak ia sudah mandi terlebih dahulu, ia juga tak lupa menyiapkan pakaian untuk Bram.


Setelah Bram selesai mandi Aberlie membantu Bram mengenakan pakaiannya.


Bram dan Aberlie keluar kamar menuju meja makan, mereka sarapan dengan romantis.


Setelah selesai sarapan mereka bergegas berangkat kecafe terlebih dahulu, Haris sudah menunggu diluar mansion tengah memanaskan mobil.


"Hei bro, sudah sarapan?" tanya Bram menepuk pundak Haris.


"Sudah dong, bareng ayang mbeb" ucap Haris.


"Jiiiaaaaah gaya sekarang yah" Bram menonjok pelan bahu Haris.


"Ris, ini dibawa buat makan siangmu sama Risa yah" Aberlie memberikan dua kotak makan berisi lontong sayur pada Haris.


"Thank you Berl" Haris mengambil kotak makan tersebut.


"Dear kamu makan siang dicafe apa aku yang kekantor?" tanya Aberlie saat sudah didalam mobil dan mobil sudah melaju.


"Kamu kekantor saja yah by sekali kali, kamu kan belum pernah kekantorku" ucap Bram yang sudah menyender pada bahu Aberlie.


"Oke deh, nanti aku pinjem mobil Rean buat kekantor" ucap Aberlie.


Tak lama mobil sudah sampai didepan cafe milik Aberlie.


"By, biasa" ucap Bram menunjuk bibirnya sendiri.


Aberlie mencium bibi Bram kemudian langsung bergegas keluar sebelum Bram meminta lebih.


"Jangan banyak banyak dear malu ada Haris, nanti lagi dikantor" ucap Aberlie dan Bram hanya menepuk jidatnya karena niatnya sudah terbaca oleh sang istri.


Mobil melaju setelah sesi say hello bye Aberlie dan Bram.


*****


Selamat membaca yah gaes jangan lupa likenya ditinggalin yah🙏😊


Salam hangat dariku unyuk kalian semua🙏😊🤗🥰