CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 89



Sementara di kamar lain pertempuran Risa dan Haris masih berlanjut. Saat ini mereka sedang melanjutkan keronde yang kedua. Mereka bermain hingga hampir pagi.


Pagi hari Aberlie sudah sibuk dengan acara memasaknya yang di temani oleh Bram yang sedang menikmati secangkir kopi hitam buatan sang istri di meja makan. Seperti biasa Bram akan selalu mengikuti kemanapun istrinya pergi jika sedang tidak kerja. Sedangkan pasangan bucin satu lagi belum bangun karena mereka baru memejamkan matanya pukul empat dini hari.


Akhirnya Aberlie selesai memasak sarapan untuk mereka semua. Ia menatanya di meja makan, hari ini ia masak banyak karena Risa dan Haris menginap di tempatnya. Setelah selesai menata makanan di meja makan Aberlie merapikan dapurnya dibantu oleh Mirna.


"Dear, coba kamu panggil Haris deh, sudah jam sembilan mereka belum juga keluar," ucap Aberlie yang sudah duduk di kursi samping Bram.


"Mungkin mereka sedang mandi By, atau mereka sedang olah raga pagi." Bram mengedipkan sebelah matanya.


"Ih kamu ini." Aberlie memukul lengan Bram karena malu dengan perkataan Bram dan Bram hanya terkekeh.


Tak lama akhirnya yang ditunggu pun tiba. Sepertinya mereka baru saja selesai mandi karena rambut Risa yang belum terlalu kering. Haris dan Risa duduk di sebrang Aberlie.


"Lama banget sih lu, gak tau gua udah laper apa," ucap Bram sambil mengambil piring berisi makanan yang di berikan oleh sang istri.


"Sory bro mandinya kelamaan hehe," jawab Haris terkekeh dan mereka pun menikmati sarapan pagi mereka dengan mengobrol.


Jam sudah menunjukan pukul sebelas pagi. Kedua sejoli tersebut tengah bersiap untuk pergi jalan jalan. Rencananya mereka hari ini akan nonton film romantis bersama di bioskop lalu setelah itu makan siang di luar bersama.


"Sorry Bro gua telat." Haris dan Risa menghampiri Bram dan Aberlie yang sudah menunggu di ruang keluarga.


"Ah lu sih kerjaannya begitu mulu semenjak merid," jawab Bram asal nyeletuk dan Harispun hanya terkekeh.


Mereka akhirnya memasuki mobil yang masih terparkir digarasi. Seperti biasa Haris yang menyupir sedangkan Bram dan Aberlie duduk dibelakang sebagai tuan dan nyonya. Kalau Risa tak usah ditanya yah dia dimana.


Mobil pun berjalan keluar dari garasi menuju kejalan raya. Tak lama mobil sudah memasuki area parkir di mall terbesar dikota mereka. Mereka pun turun dan berjalan bergandengan tangan dengan pasangan masing masing masuk kedama mall tersebut.


"Kalian mau nonton film apa?" tanya Haris sebelum memesan tiket.


"Samain ajah kaya kalian," jawab Bram.


"Oke."


Haris dan Risa berjalan menuju tempat pembelian tiket. Sedangkan Bram dan Aberlie berjalan ketempat dimana pop corn dan minuman di jual. Mereka berdua membeli makanan ringan dan minuman untuk mereka dan pasangan bucin satunya.


Setelah tiket dan makanan sudah mereka dapatkan kini mereka menuju bioskop dimana film yang akan mereka tonton di putar. Haris dan Risa duduk dikursi tengah agak kepojok. Sedangkan Bram dan Aberlie duduk di kursi bagian atas Haris dan Risa tetapi dipojokan.


Ruangan tersebut sudah penuh terisi dalam hitungan menit. Lampupun mulai di padamkan dan film sudah mulai di putar. Aberlie asik melihat film yang sedang di putar sambil memakan pop corn yang dipegang oleh Bram. Sedangkan Bram sibuk dengan dunianya sendiri yaitu memandangi wajah sang istri.


Menurut Bram memandangi wajah sang istri lebih menyenangkan dari pada menonton film yang sedang diputar. Sesekali Bram menoleh kearah layar lebar tersebut. Saat kepalanya menoleh saat itupula adegan kissing di dalam film sedang berlangsung.


Fikiran Bram seketika itu pula terkontaminasi oleh adegan tersebut. Ia kemudian menyambar bibir sang istri membuat Aberlie terkejut dan refleks memukil pundak sang suami. Yang dipukul bukannya melepaskan ciumannya tapi malah memegang tangan yang memukulnya tersebut sambil memperdalam ciuman mereka.


Sedangkan di kursi bagian depan Haris dan Risa sudah terlebih dahulu melakukan adegan takbiran alias tarik bibir pelan pelan. Mereka mengabaikan film yang sedang berlangsung dan malah berfokus dengan adegan mereka sendiri. Untuk kursi samping Risa dan Haris kosong jadi tak ada yang mengganggu mereka.


"No Honey, kamu jangan macam macam atau seketika itu pula akan ada penayangan film adegan ero tis secara live dan geratis," jawab Haris langsung menolak ide gila sang istri.


"Hehe siapa tau ajah pingin yang sedikit menantang," balas Risa terkekeh.


"No, jika kamu minta main dikantor masih bisa di maklumi tapi kalau di sini aku tak mau Honey," jawab Haris.


"Kan aku bisa duduk di atasmu Honey, kau hanya perlu mengeluarkan sibeo saja," ucap Risa masih berusaha merayu.


"No Honey, sekali gak yah gak," jawab Haris mantap.


"Oke oke aku hanya bercanda,"


Tak lama akhirnya film pun berakhir dan lampu pun menyala. Banyak pasangan yang merapikan penampilan mereka begitu lampu menyala, begitu pula dengan Risa. Lain halnya dengan Aberlie, Bram dan Aberlie tak sampai membuat penampilan mereka acak acakan layaknya pasangan yang lainnya.


Mereka berempat akhirnya keluar bergantian. Setelah mereka keluar mereka berencana menuju tempat makan untuk makan siang karena perut mereka sudah kukuruyuk meminta di isi ulang. Mereka berjalan mencari tempat makan yang ada didalam mall tersebut.


"Kau ingin makan apa By?" tanya Bram pada sang istri.


"Kita ke KFC yah Dear," usul Aberlie.


"Oke, sesuai keinginanmu," jawab Bram. "Kalian mau makan di mana, apa mau ikut gua ajah ke KFC?" tanya Bram pada Haris dan Risa.


"Boleh deh, ayu kalau gitu, aku sudah lama gak makan chicken," ucap Risa antusias dan mereka pun akhirnya menuju ke KFC yang terletak di lantai bawah mall.


Di dalam KFC Aberlie mengikuti Bram memesan makanan untuk mereka, sedangkan Haris dan Risa hanya makmum saja. Aberlie sengaja mengikuti suami tampannya tersebut karena ia mengingat kejadian dimana sang suami di goda oleh wanita bermuka dua. Aberlie berdiri disamping Bram dan memeluk lengan Bram agar tak ada yang menggoda suaminya dan Bram hanya terkekeh geli melihat tingkah sang istri.


"Mau pesan apa By?" tanya Bram memberikan buku menu pada Aberlie.


"Mm, aku ingin ini Dear, red hot chicken dan yubari float kayanya enak," ucap Aberlie setelah melihat daftar menu.


"Oke,"


Bram pun memesan pesanan sesuai dengan keinginan sang istri, bedanya Bram memilih pepsi sebagai minumannya. setelah memesan Bram langsung membayar tagihannya pada sang kasir. tak lama makanan mereka pun jadi.


Bram memberi kode pada Haris untuk mengambilnya makanannya. Haris pun mengerti maksud dari Bram dan langsung menghampirinya dan mengambil pesanannya dan Risa. Mereka pun makan siang bersama dengan beberpa orang tak henti melihat kearah mereka terutama sang pengunjung wanita.


*****


Selamat membaca kalian semua jangan lupa tinggalin likenya yah untuk dukung othor biar othor semangat upnya.


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰