CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 88



Risa dan Arumi asik mengobrol, sedangkan Bram asik bersandar pada sang istri tercinta yang sedang sibuk didepan layar lcd, dan Haris ia hanya menjadi obat nyamuk antara mereka yang sedang asik dengan dunianya masing masing.


Astaga gua jadi kambing conge, beginikah rasanya dicampakan, oke fix gua hanya akan duduk manis disini sambil nunggu mereka yang asik dengan dunia mereka sendiri, dah lah nazib, gumam Haris seraya duduk dikursi depan meja barista tak jauh dari sang istri.


"Tuan ini pesanan mba Risa." Haris terkejut saat Rean menyodorkan dua cup minuman pesanan Risa.


"Ah, berapa semuanya?" tanya Haris.


"Tiga puluh ribu saja tuan," jawab Rean.


"Ambil kembaliannya untukmu," ucap Haris seraya memberikan selembar uang berwarna merah muda.


"Makasih tuan."


"Hmm."


Tak lama Aberlie selesai dengan kerjaannya dan bersiap untuk pulang. "Re, mba pulang duluan yah, nih singa mba udah kelaperan minta dikasih makan," ucap Aberlie seraya berjalan keluar dari meja kasir.


"Iya mba hati hati dijalan," jawab Rean.


"Ayo honey kamu mau pulang gak," ajak Haris yang sudah berdiri.


"Ya honey sebentar," jawab Risa. "Aku pulang dulu yah beb, semangat mengejar babang gantengnya yah," pamit Risa seraya memeluk sahabatnya tersebut.


"Pantang menyerah sebelum berhasil pokoknya beb," jawab Arumi.


Risa pun menyusul yang lainnya yang sudah duluan kemobil, Risa masuk kedalam mobil dan memasang sabuk pengamannya kemudian mobil pun melaju menuju mansion Bram terlebih dahulu, sesampainya dimansion Bram dan Aberlie turun dari mobilnya.


"Kalian gak mau mampir, atau nginap saja sekalian besok kan weekend," ucap Aberlie memberi saran.


" Ide bagus honey, bagaimana kalau kita menginap disini," ucap Risa pada Haris segera setelah mendengar ajakan dari Aberlie.


"Nanti yang ada aku dikacangin sama kamu, kamu asik ngobrol terus nanti sama Aberlie," ucap Haris.


"Ya elah Ris ngobrol bentar doang juga, pan nanti kalo dah masuk kamar mah dah sama kamu lagi pelit amat." Aberlie menyambar langsung setelah mendengar ucapan Haris.


"Oke oke dah kita menginap, kamu masuklah dulu aku akan menaruh mobil digarasi, biar nanti makanan dan minumannya aku yang bawa oke," ucap Haris mengalah.


"Oke honey," jawab Risa dan ia pun langsung turun dari mobil dan menggandeng tangan Aberlie.


Setelah masuk kedalam mansion mereka membersihkan tubuh mereka terlebih dahulu lalu makan malam bersama, setelah makan malam Risa dan Aberlie asik mengobrol begitu pula dengan Bram dan Haris, saking asiknya mengobrol tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


"Astaga kebab," ucap Risa menepuk jidatnya mengingat kebab yang ia beli belum dimakan.


"Apa kau membeli kebab?" tanya Aberlie penasaran.


"Iya kakak ipar, kak Bram juga beli kok buat kakak ipar," jawab Risa menjelaskan.


"Dear, apa kau tadi membeli kebab?" tanya Aberlie beralih pada sang suami.


"Astaga iya by aku lupa, itu ada diatas kulkas, tadi kebabnya aku taruh diatas kulkas karena aku menyiapkan nasi goreng kita," ucap Bram yang juga baru ingat.


"Ya sudah lah buat nanti saja," ucap Aberlie.


"Kamu ini doyan apa doyan." Aberlie menepuk lengan Risa.


"Banget kak," jawab Risa tanpa merasa canggung sedikitpun.


"Abis minta jatah dia dikantor," imbuh Haris menepuk jidatnya.


"Hehe," dan Risa hanya mampu terkekeh Aberlie hanya menggelelngkan kepalanya.


"Ya sudah yah kakak ipar aku masuk kamar dulu," ucap Risa berpamitan pada Aberlie. "Ayo honey," lanjut Risa seraya meraih tangan sang suami.


"Gua masuk dulu yah men, Berl singa kelaperan tuh kasih makan dulu biar gak ngamuk hehe," ledek Haris seraya berjalan merangkul Risa.


"Apa kita juga harus otw," kode dari Bram.


"Otakmu ikut terkontaminasi dear," ucap Aberlie menggelengkan kepalanya dan merekapun menuju kamar setelah mengambil kebab diatas lemari pendingin.


Tak perlu ditanya lagi yah Risa dan Haris sedang apa dikamar saat ini yang pasti kalau kita mengintip mereka akan merasa haredang dipagi yang dingin begini🤭


Aberlie dan Bram sudah berada didalam kamar mereka, Bram duduk diatas sofa dan meraih tangan Aberlie untuk duduk dipangkuannya, Aberlie meletakan kebab yang dibawanya dari bawah.


Bram ******* bibir Aberlie lembut dan Aberlie pun membalasnya, mereka saling memagut semakin dalam dan memainkan lidah msing masing didalam rongga mulut mereka.


"Aku ingin kau memimpin malam ini by," bisik Bram ssetelah melepas pagutan bibir mereka, tangan Bram sudah melepas kancing piyama yang digunakan oleh Aberlie dan sedang bermain pada buah kenyal kesukaannya.


"Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk memuaskan mu dear, kuharap kau tak kecewa karena aku tak sehebat Risa," jawab Aberlie mengalungkan tangannya dileher Bram.


"Aku tak pernah tak merasa puas dengan permainan kita, aku hanya selalu candu dan candu bermain bersamamu sehingga aku selalu ingin dan ingin lagi jika didekatmu," bisik Bram kembali dan kini ia mulai membuka pengait penutup bmyang menutupi buah kesukaannya tersebut.


Bram menghi**p ujung buah tersebut setelah melempar kacamata yang dipakai untuk menutupinya, tangannya yang satu lagi meremas lembut pada buah yang satunya membuat Aberlie mel**uh nikm*t.


Tangan Baerlie mulai meraba sibeo yang sudah bangun sedari tadi, ia mengeluarkan sibeo dari dalam sangkarnya dan mengo**knya perlahan, tanpa menunggu lama Bram berdiri dan membuak celananya agar Aberlie bisa puas memainkannya.


Saat Bram hendak duduk kembali Aberlie langsung melahap sibeo dengan bibir mungilnya, Bram terkejut saat Aberlie melakukan itu padanya, ia merasakan kenikm*tan yang berbeda saat ini, rasanya begitu nikm*t dan sedikit membuatnya menggelinjang, apalagi saat Aberlie memainkan lidahnya diujung kepala sibeo Bram merasa sedikit geli namun nikm*t.


Bram tak hentinya meng**ang karena nikm*t dan Aberlie masih betah menghi**p sibeo dan memainkan kepalanya, Bram tak tahan dengan permainan Aberlie dan ia pun segera meraih Aberlie dan membalik tubuh Aberlie agar membelakangi tubuhnya dan bertumpu pada sofa, Bram membuka celana Aberlie dan mulai memasukan sibeo kemilik Aberlie, Bram mem*mpa dengan sedikit liar, lama ia memainkan sibeo.


"Dear, aku diatas oke," pinta Aberlie Bram pun langsung melepas sibeo dan duduk diatas sofa, Aberlie memasukkan sibeo kemiliknya dan ia menari diatas tubuh Bram, lama Aberlie bermain dan akhirnya ia mengeluarkan laharnya juga disusul oleh semburan sibeo kedalam perut Aberlie, Aberliepun ambruk dipelukan Bram.


"Kamu sudah sedikit nakal yah by, dari mana kau mempelajari seperti itu hm?" tanya Bram berbisik pada Aberlie.


"Rahasia dear, yang penting suami tercintaku puas oke," jawab Aberlie masih dalam pelukan Bram.


"Puas by, aku sangat puas, makasih yah, malam ini aku puas sekali," ucap Bram menggendong tubuh sang istri menuju tempat tidur mereka, Bram dan Aberlie pun tertidur kerena mereka kelelahan.


*****


Hayooooo jangan pada panas dingin yah othor lagi rada gesrek ini pagi pagi dah kasih haredang begini 🤭


selamat membaca semuanya jangan lupa likenya yah🙏😊


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰