
Tak lama Bram Aberlie sudah selesai bersiap, mereka sudah rapi dan siap untuk sarapan. Kalau biasanya Aberlie yang menyiapkan dan membantu Bram berpakaian tidak untuk sekarang. Sejak usia kandungan Aberlie memasuki empat bulan Bram yang selalu menyiapkan kebutuhan Aberlie dari makan hingga pakaian ia yang menyiapkan semuanya.
Karena perut Aberlie lebih besar dari kebanyakan wanita hamil normal umumnya membuat Aberlie sedikit kesulitan untuk beraktivitas. Di meja makan Bram mempersiapkan sarapan untuk Aberlie dari buah hingga susunya. Ia sudah menyiapkan dua botol jus alpukat susu pesanan sang ratu untuk dibawanya ke Cafe satu botol karena pagi ini Aberlie ingin mengunjungi Cafenya.
Satu botol lagi akan dibawa oleh Bram ke kantornya untuk diminum siang saat Aberlie datang. Pagi ini Bram membuat nasi goreng sederhana hanya menggunakan telur dan sayur saja sesuai keinginan sang istri. Bram sudah terbiasa untuk urusan dapur saat ini, ia selalu turun tangan sendiri dan di bantu oleh Mirna.
Tak berapa lama mereka sudah selesai sarapan dan Bram langsung menuntun sang istri menuju garasi. Setelah Aberlie duduk manis dan memasangkan sabuk pengamannya Bram langsung masuk dan mengeluarkan mobil dari dalam garasinya. Mobil melaju menuju jalan besar dan menuju Cafe Aberlie terlebih dulu.
Sesampainya di Cafe Risa sudah menunggu di depan pintu Cafe. Karena sewaktu pulang dari taman Bram menelfon adiknya itu untuk datang ke Cafe. Bram membantu Aberlie turun dan menyerahkan botol jus Aberlie pada Risa.
"Pagi Kakak ipar!" sapa Risa dengan senyum manis di wajahnya.
"Pagi Ris, ko gak masuk?" tanya Aberlie.
"Baru juga sampe kak terus gak lama mobil Kakak datang ya sudah sekalian saja hehe," jawab Risa seraya terkekeh.
"Ris, titip Kakak iparmu yah, nanti sebelum jam makan siang ke kantor," perintah dari sang Kakak.
"Siap Kak Bram, Kakak tenang ajah aku bakal jagain Kakak ipar dengan baik, jika ada apa apa aku pasti langsung menghubungi Kak Bram," jawab Risa dengan gaya hormatnya.
"Bagus kalau begitu, nanti ku kasih uang jajan buat mu," ucap Bram dan membuat Risa girang.
"Ya sudah By, aku berangkat ke kantor dulu yah, inget jangan kecapean oke," ucap Bram mengingatkan.
"Iya Dear, kamu tenang ajah, ada Risa di sini kalau mau apa apa aku bisa minta tolong Risa," jawab Aberlie meyakinkan sang suami dan Risa hanya menganggukkan kepalanya.
Bram masuk ke dalam mobilnya setelah mengecup kening sang istri. Aberlie melambaikan tangannya begitu Bram masuk dan melajukan mobilnya. Setelah mobil tak terlihat lagi Aberlie masuk di tuntun oleh Risa.
"Pagi mba Berl!" sapa seluruh karyawan cafe serentak saat melihat Aberlie masuk.
"Pagi juga!" Aberlie menjawab sapaan mereka dengan tersenyum.
Aberlie menuju meja kasir dengan di dampingi Risa di sampingnya. Ashana dan Arumi menghampiri mereka. Sedangkan para lelaki masih sibuk membersihkan seluruh ruangan.
"Ris, jusnya tolong masukin kulkas yah biat nanti kalau sudah dingin," pinta Aberlie.
"Oke Kakak iparku." Risa langsung berjalan menuju dapur dan memasukkan jus di lemari pendingin.
"Apa kabar kalian semua, udah sebulan aku tak kesini yah," ucap Aberlie pada para karyawannya.
Mereka pun bercerita banyak hal, Ashana dan Arumi yang notabennya memang cerewet sangat antusias untuk cerita. Arumi mengadu pada Aberlie tentang perjuangannya mengejar sang babang ganteng pujaan hatinya. Ashana pun tak kalah heboh bercerita tentang betapa sepinya jika tak ada Aberlie di Cafe.
"Hahaha kalian ini emang bener bener doyan ngerumpi yah," ucap Aberlie terkekeh.
"Woi udah siang sana buka Cafe, jangan ceritain babang ganteng kamu terus, Kak Bram dan my Honey juga gantengnya melebihi babang gantengmu kita diem diem ajah," samber Risa pada Arumi.
Arumi sengaja tak terjun ke duni bisnis sang papah setelah lulus kuliah. Ia lebih memilih tetap bekerja di Cafe sederhana milik Aberlie karena sang babang gantengnya. Keluarga Arumi tak mempermasalahkan hal itu karena mereka mengetahui kalau anak gadisnya bekerja di Cafe milik istri dari seornag Bram.
Tak lama Cafe di buka dan beberapa pengunjung mulai berdatangan. Para karyawan mulai sibuk melayani para pengunjung. Risa pun ikut membantu melayani di meja kasir, ia sudah terbiasa kalau datang ke Cafe bersama Aberlie tempatnya yah di kasir dan Aberlie hanya duduk cantik sambil memeriksa laporan yang di berikan oleh Rean.
Tak terasa waktu makan siang telah tiba karena saking banyaknya pengunjung. Jam sudah menunjukkan pukul satu siang dan Aberlie belum makan siang. Risa langsung bergegas mengajak Aberlie untuk menuju kantor karena Bram sudah menelfon
Sesampainya di kantor Risa menuntun Aberlie menuju kantin kantor karena Bram dan Haris sudah menunggu. Kantin sudah sepi karena jam makan siang sudah selesai dan para karyawan sudah kembali bekerja. Aberlie dan Risa menghampiri Bram dan haris yang sudah duduk di meja untuk empat orang.
"Maaf yah Kak Bram soalnya tadi rame di Cafe jadi aku bantu mereka dulu, tapi Kakak ipar sudah ku buatkan roti isi kok tadi buat mengganjal perut," ucap Risa setelah duduk di samping Haris, ia merasa bersalah karena Aberlie telat makan siang.
"Santai ajah aku gak marah cuma ingin tahu saja kenapa belum sampai, lain kali ngabari jika telat ke sini yah biar aku suruh Haris antar makan siang buat kalian jadi kalian bisa ke sini jika sudah tak rame lagi," jawab Bram menjelaskan.
"Baik lah Kak, makasih,"
Mereka makan siang berempat dengan romantis. Setelah makan siang Bram menuntun Aberlie menuju ruangannya begitu pula Haris dan Risa mereka langsung menuju ruangan Haris. Aberlie duduk di sofa depan meja kerja Bram, Bram memberikan jus alpukat milik Aberlie yang tadi pagi ia bawa.
"Kamu mau duduk di sini atau istirahat di kamar By?" tanya Bram yang sudah duduk di sofa samping sang istri.
"Duduk dulu di sini Dear, aku baru selesai makan, nanti jika ingin istirahat aku bisa ke kamar istirahat sendiri, kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu aku akan duduk di sini," jawab Aberlie tersenyum.
Bram bangun dari duduknya dan menuju mejanya untuk mengambil laptop dan beberapa berkas di mejanya. Lalu ia membawanya menuju sofa di mana sang istri duduk. Ia melanjutkan pekerjaannya di samping sang istri.
Sedang di ruangan Haris, ia melanjutkan pekerjaannya dengan Risa yang duduk di pangkuannya. Haris sudah terbiasa seperti ini karena istrinya memang sangat manja dan tak bisa jauh darinya. Sampai kerja pun Risa ikut ke kantor kalau tak disuruh menemani Aberlie di Cafe.
*****
Hai kakak mampir yuh kecerita temen othor yang tak kalah serunya, dijamin gak bakal nyesel deh
Blurb...
Seorang gadis dengan tubuh yang gendut, jelek dan hitam sedang berusaha merubah takdirnya menjadi cantik dan menarik.
Saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya, masih ada orang baik yang mau mengangkat derajatnya dan menjadikannya se ekor angsa yang cantik.
Bagaimana kisah selanjutnya setelah menjadi cantik? apakah dia akan menemukan seorang pangeran tampan dan baik hati?
intip ceritanya di sini yuk π
selamat membaca kakak semua jangan lupa likenya yahππ
salam dingin dariku untuk kalian semua karena lagi ujan disiniππππ€π₯°