CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 77



Bram memutuskan untuk membawa Aberlie pulang kemansionnya, Aberlie sudah pulih walau masih sedikit terasa nyeri.


Sesampainya dimansion mereka langsung menuju kamar, Bram membantu Aberlie untuk membersihkan diri dan memakai pakaian, ia masih setia menikmati kegiatannya merawat sang istri.


Setelah selesai mengurus sang istri ia kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai ia langsung berbaring disamping sang istri.


"By, bolehkah malam ini aku berbuka puasa," ucap Bram berbisik ditelinga sang istri, Aberlie hanya mengangguk.


Aberliepun tak menyangkal ia pun rindu disentuh oleh suaminya namun keadaan yang tak memungkinkan.


"Apakah masih terasa nyeri?" tanya Bram kembali.


"Sidikit,"


"Aku akan pelan pelan dan berhati hati oke." Bram mengecup bibir Aberlie lembut dan memperdalam tautan bibir tersebut.


Tangan Bram mulai bergerilya diarea buah kenyal milik Aberlie yang tak mengenakan penutupnya, ia membuka kancing piyama yang dikenakan Aberli perlahan, setelah seluruh kancing terlepas Bram beralih membuka celana dan dal*man milik Aberlie.


Bram tak ingin melakukan pemanasan yang ekstra seperti biasanya mengingat Aberlie masih dalam pemulihannya, Aberlie bisa melayani hasratnya pun Bram sudah sangat bahagia.


Bram menghisap buah kenyal tersebut secara bergantian dan meninggalkan tanda kepemilikannya dibuah kenyal tersebut.


Bram membalik tubuh Aberlie agar miring membelakanginya, ia kemudian mengangkat sedikit kaki Aberlie dan memasukkan sibeo lewat belakang.


Bram mendorong dan memompa perlaha dibawah sana seraya bibirnya mende**h, setelah sekian lama Bram berpuasa dan bermain solo akhirnya Bram bisa merasakan nikm*tnya ber cinta dengan sang istri.


Lama Bram memainkan sibeo dibawah sana akhirnya sibeo memuntahkan isinya didalam perut Aberlie, mereka mengde**h berama sebagai tanda pelepasan mereka.


Bram memeluk Aberlie erat, ia mengecup pundak sang istri seraya meremas buah kenyal milik Aberlie, sebenarnya Bram ingin melanjutkan permainannya namun takut menyakiti sang istri akhirnya ia urungkan keinginannya.


"Makasih yah by, semoga mereka cepat tumbuh didalam sini, jika dikabulkan aku menginginkan twins by, entah itu cowo atau cewe atau mungkin sepasang aku akan terima yang penting mereka dan ibunya sehat, maaf jika aku menyakitimu barusan yah by." Bram membalikkan tubuh Aberlie.


"Kamu gak nyakitin aku ko dear, aku malah senang bisa melayanimu tapi maaf aku belum pulih sepenuhnya," ucap Aberlie dengan wajah sendu.


"Jangan bicara seperti itu, aku malah terima kasih kamu mau melayaniku dalam keadaan seperti ini, ya sudah kita tidur yah by," ucap Bram memeluk tubuh Aberlie dan memejamkan matanya.


Sementara ditempat lain dua sejoli yang masih hangat hangatnya sedang melakukan olah raga malamnya, mereka tengah menikmati nikmatnya surga dunia, hingga pagi hampir menjelang mereka baru saja menyelesaikan permainan mereka yang ketiganya.


Kedua sejoli tersebut lalu ambruk bersamaan saat pelepasan ketiga mereka telah selesai, merekapun terlelap karena kelelahan.


(Hayo ada yang tahu gak siapa yah yang lagi olah raga malam🤔pasti ada yang kepo deh😁)


Pagi hari menjelang dua sejoli yang kelelahan karena pertempuran hebat mereka yang sampai tiga kali pelepasan berturut turut tersebut masih betah berpelukan dibawah selimutnya.


Hingga matahari menyilaukan mata keduanya lewat celah gorden yang sedikit tersingkap mereka baru mambuka matanya.


"Pagi honey!" Risa mengecup bibi sang suami mesra.


"Pagi juga honey, rasanya badanku lelah sekali setelah meladeni maumu semalam sampai hampir pagi," ucap Haris membalas kecupan bibir Risa seraya memegang tengkuk lehernya.


Yah semalam Risa terus saja meminta lagi dan lagi, Risa yang notabennya sangat agresif membuat Haris tak bisa menolaknya dan malah membuatnya semakin berhasrat pada istri super manjanya tersebut.


"Mau mandi bersama?" tanya Risa seraya mengedipkan sebelah matanya memberi kode.


"Apakah olah raga pagi dan dilanjut berendam air hangat," jawab Haris yang mengerti maksud dari sang istri tersebut.


Haris tak berfikir lama ia langsung menggendong istri manjanya menuju kamar mandi.


Didalam kamar mandi Risa langsung melompat turun dari gendongan Haris lalu berjongkok didepan sibeo dan ********** rakus hingga tak tersisa.


Haris yang mendapat serangan nikm*t tersebut tak sanggup menahannya, ia meleg*h dengan keras membuat Risa tambah bersemangat bermain dengan sibeo.


"Yes honey, kamu selalu bisa membuatku tak berdaya, aaaah...." Haris menge**ng menikmati permainan Risa.


Risa melepaskan permainannya pada sibeo dan mendudukan Haris didalam bathup dan ia pun memasukkan sibeo kemiliknya.


Risa bermain begitu liar diatas tubuh Haris, Haris memainkan buah kenyal milik Risa yang bergoyang menggodanya, ia menghisapnya seperti bayi yang kelaparan membuat Risa mende**h nikm*t dan meremas rambut Haris seraya terus menggoyangkan dibawah sana.


Risa bermain cukup lama sampai akhirnya ia merasakan kalau sibeo menyemburkan cairannya didalam perut Risa, mereka meleg*h bersama dan Risa memeluk erat kepala Haris membenamkannya dibuah kenyal miliknya.


Setelah mereka selesai dengan olah raga paginya mereka kemudian berendam air hanyat bersama.


***


Aberlie tersenyum melihat Bram yang membuka matanya saat Aberlie mengecup bibir sang suami.


"Pagi dear, aku sudah membuat roti isi dan segelas kopi, bangun lah dan bersihkan tubuhmu kita sarapan bersama oke." Aberlie mengusap pipi suami tampannya tersebut.


"Pagi juga by, love you, mengapa kau sudah beraktifitas sih by, kau belum pulih secara total, jangan bikin aku sedih oke," ucap Bram seraya bengun dan memeluk istrinya.


"Love you to, aku sudah sehat dear hanya sedikit nyeri saja buka masalah untukku, jangan kau terlalu memanjakanku nanti aku bisa jadi istri pemalas dan tak tahu diri." Aberlie membalas pelukan Bram.


"Gak masalah kau jadi pemalas dan tak tahu diri by, kau ratuku kau seharusnya tinggal minta saja apa yang kau butuhkan pada asisten rumah tangga, tak perlu kau mengerjakan pekerjaan dapur sendiri." Bram tak ingin mengalah dari sang istri.


"Baiklah baiklah rajaku, aku tak akan memaksakan diri, sekarang rajaku mandi ya aku akan menyiapkan baju ganti untukmu dan menunggumu dengan tenang disini tanpa melakukan apapun oke," akhirnya Aberlie mengalah, ia tahu jika ia tak akan menang melawan suami bucinnya ini.


"Ya sudah aku mandi dulu, ingat jangan melakukan apapun, setelah menyiapkan pakaianku kau tak diijinkan melakukan apapun," ucap Bram memastikan.


"Iya iya yang mulia,"


Bram masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan Aberlie menyiapkan pakaian ganti untuknya dan duduk diatas tempat tidur sesuai perintah dari sang suami.


Setelah selesai mandi Aberlie membantu Bram berpakaian, setelah selesai Bram membereskan tempat tidur mereka yang berantakan lalu sarapan bersama duduk disofa.


"Siang ini aku ada meeting by, karena Haris belum bisa berangkat jadi siang ini aku akan berangkat kekantor tapi aku ingin kau ikut aku kekantor oke," ucap Bram disela sela mengunyah sarapannya.


"Apa aku bisa memilih untuk diantar ketempat nenek saja," jawab Aberlie.


"No by, aku ingin kau ikut aku kekantor, ikut aku meeting menemaniku disampingku agar aku semangat, tak ada penawaran titik," ucap Bram yang tak bisa diganggu gugat lagi.


"Baiklah." Aberlie hanya bisa menurut jika sang suami sudah memberi perintah seperti itu.


*****


Selamat membaca yah kak jangan lupa likenya🙏😊


Salam hangatku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰