CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 81



Sesampainya dibawah Erwin sudah menunggu didepan kantor, Erwin membukakan pintu belakang mobil tanpa diminta oleh Bram.


Setelah mereka masuk, mobil pun langsung berjalan keluar dari area kantor menuju jalan besar yang diguyur oleh lebatnya hujan.


Setelah sampai Aberlie dan Bram langsung membersihkan badannya dengan air hangat.


Bram dan Aberlie bergumul dibawah selimut setelah mereka selesai mandi, karena cuacah yang mendukung Bram pun sudah lama tak menyentuh Aberlie, selama Aberlie sakit dan masa pemulihan Bram hanya memintanya sekali saja, namun saat ini Bram sudah tak bisa menahannya.


Dikarenakan cuacah yang dingin dari lebatnya hujan membuat sang beo terus saja berdiri tegak tak mau tidur.


Bram bekerja sendiri dibawah sana sedangkan Aberlie hanya pasrah dan menikmati saja permainan yang dimainkan sang suami dan sesekali mengeluarkan suara indah yang membuat Bram semakin berga irah.


Dimalam yang sangat dingin itu mereka menyelesaikan permainan panas mereka hingga dua rode, Bram terkulai lemas karena lelah meskipun ia masih ingin melanjutkan permainannya namun saat melihat jam sudah hampir pagi akhirnya mereka memilih untuk tidur.


***


Lain halnya dengan Risa dan Haris, mereka masih bergairah untuk menambah ronde dimalam yang dingin itu, berbagai gaya mereka lakukan dan berbagai tempat mereka singgahi untuk mencoba gaya baru.


Jika Bram yang tak pernah merasa padam gairahnya lain halnya dengan pasangan yang satu ini, pasangan satu ini selalu dikendalikan oleh Risa, pasalnya gairah Risa lebih menggebu dari pada Aberlie, Risa lebih sering meminta duluan dan menerkam Haris terlebih dulu.


Terkadang Haris sampai kewalahan karena Risa yang selalu meminta lagi dan lagi walaupun Haris mengakui jika dia juga bersemangat karena lebih sering Risa yang mengambil kendali.


Entah seberapa banyak energi yang Risa miliki, aku merasa dia tak pernah puas, gumam Haris terkadang sambil menepuk keningnya herman๐Ÿคฆโ€โ™€๏ธ๐Ÿ˜….


Jam sudah menunjukkan pukul empat dikala mereka menyelesaikan pelepasannya yang ketiga, mereka pun akhirnya terlelap.


Pagi hari Haris terbangun saat ia merasaka sibeo seperti ada yang menyed*tnya, ia membuka matanya dan mendapati Risa tengah bermain dengan sibeo menggunakan bibirnya, sesekali ia bermain dengan lidahnya dikepala sibeo membuat Haris merasakan nikm*t yang luar biasa.


"Belum cukup puas kah semalam sampai hampir pagi honey dan sekarang kau sudah memainkan sibeo kembali," tanya Haris seraya tangannya meremas rambut Risa.


"Bukankah kau suka honey, bahkan kaupun menikm*tinya," jawab Risa dan kembali ******* sibeo.


"Aaaah bagaimana aku tak suka honey saat kau membuatku kanikm*tan seperti ini mmm." Haris mende**h dan meremas rambut Risa pelan.


Haris tak tahan dengan permainan Risa dibeonya, ia langsung bangun dan membalik tubuh Risa, Haris langsung memasukkan sibeo kemilik Risa lewat belakang dan memainkannya dengan cepat hingga menimbulkan bunyi yang indah.


Lama mereka berolah raga pagi hingga tak lama mereka meng*rang bersama saat pelepasan mereka tarjadi.


Setelah lelah mereka hilang merekapun bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri bersama.


Didapur Tun sudah selesai menata makanan dimeja makan saat Haris dan Risa tiba, mereka langsung duduk dikursi depan meja makan.


"Mbok Tun sudah makan?" tanya Risa pada Tun yang masih membereskan dapur.


"Tadi dirumah mbok dan mang jajang sudah sarapan sebelum kesini non, silahkan dinikmati yah non semoga suka sama masakan kampung," jawab Tun yang masih sibuk membersihkan peralatan masak yang ia gunakan unyuk memasak tadi.


"Suka ko mbok, dikota jarang ada masakan seperti ini, makanannya terlalu membosankan lebih enak makanan seperti ini mbok bisa menambah napsu makan," jawab Risa sambil menyendok cah kangkung buatan Tun.


"Syukur atuh non jika non Risa suka mah, karena saya nda bisa masak makanan kota hehe." Tun terkekeh.


"Apa lagi saya mbok hanya tahu makan saja, benar kan honey,"


"Makan dulu yah mbok," ucap Risa.


"Silahkan non."


Setelah sarapan pagi Risa langsung membereskan bekas makan mereka, Risa tak menunggu Tun untuk membereskannya.


"Biar mbok saja non yang beresin, non duduk saja menemani den Haris." Tun meraih piring yang sedang dicuci oleh Risa namun Risa menolaknya.


"Hanya menyuci piring Risa sudah biasa mbok, nanti siang masak makan siang mbok ajari Risa masak yah mbok biar nanti kalau pulang kekota Risa bisa masakin buat Haris," pinta Risa pada Tun.


"Siap non, oh iya non kuenya kemarin makasih yah non anak simbok suka banget sampe sampe dibawa sekolah sama dia buat bekel," ucap Tun menceritakan pasal sang bronis.


"Sama sama mbok, mbok kalau mau dikulkas masih ambil ajah sekalian buat mang jajang." Risa menawarkan bronis yang masih didalam kulkas.


"Nda non dirumah juga masih, yang disini mah buat non Risa sama den Haris saja, dirumah mbok punya singkong besok mbok bawain yah nanti mbok gorengin buat non Risa sama den Haris," ucap Tun.


Mereka pun asik mengobrol mengabaikan Haris yang masih duduk dikursi meja makan, Haris menggelengkan kepalanya melihat Risa yang selalu tak bisa berhenti bicara jika sudah asik mengobrol, ia senang sang istri mudah bergaul dengan siapapun.


***


Tak terasa sudah hampir sebulan Risa dan Haris didesa x, Haris dan Risa sudah berkeliling ketempat yang pernah Aberlie dan Bram singgahi, mereka juga sudah menikmati semua kuliner yang berada didesa tersebut serta sekitarnya.


Pagi hari Risa sudah disibukkan dengan mengemas pakaiannya, sore ini rencananya Risa dan Haris akan kembali kekota x karena lusa Haris sudah harus kembali kekantor dan Risa pun sudah harus kembali kuliah.


"Non maaf sebelumnya, jika mbok ingin menitip pisang dan singkong buat non Aberlie dan den Bram serta tuan dan nyonya besar non Risa keberatan tidak," tanya tun sedikir ragu.


"Ya ampun mbok kalau ada yang banyak sini bawa sini nantu kubawa buat mereka, kebetulan kami tak bawa barang banyak ko jadi bisa bawa pisang dan singkong buat oleh oleh, karena disana jarang ada lumayan kan mbok hehe." Risa terkekeh sendiri.


"Baiklah jika seperti itu non, mbok pulang dulu siapin pisang sama singkongnya yah non," jawab Tun.


"Oke mbok,"


Tun bergegas pulang untuk menyiapkan pisang dan singkong untuk dibawa oleh tuan dan nonanya, Tun merasa senang karena majikannya tidaklah sombong.


Tak lama Tun pun kembali kevila milik Aberlie, Tun menyerahkan pisang dan singkong yang sudah dimasukkan kedalam karung.


"Non, apa tidak apa apa yah seperti ini menggunakan karung, kok mbok jadi malu yah bawain non Risa sama den Haris oleh oleh baginian," ucap Tun ragu.


"Malu kenapa sih mbok orang aku ajah gak malu yang bawanya, udah sini pasti kakak ipar suka deh sama oleh olehnya." Risa meraih karung tersebut dan memberikannya pada Haris untuk dimasukkan kedalam bagasi mobil.


Akhirnya Risa dan Haris selesai berkemas dan sudah menatanya didalam mobil dan ternyata waktu sudah menunjukkan untuk makan siang.


Haris dan Risa memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mereka bersiap untuk berangkat, Tun sudah menyiapkan bekal untuk mereka makan malam dan Risa pun sudah menaruhnya dikursi belakang.


*****


Selamat membaca yah kakak semua jangan lupa like ya tinggalin yah๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Salam hangat dariku untuk kalian semua๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿค—๐Ÿฅฐ