CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 26



"Astaga, Den! Ya, udah. Bibi buatkan nasi goreng spesial buat Den Ramon, ya."dah.


Bibi pun dengan cepat kembali ke dapur dan saat itulah Ramon juga berjalan ke atas, ke kamar Manda terlebih dahulu


Tok! Tok! Tok!


"Manda, Manda ... ini aku, Ramon.


Manda begitu terkesiap mendengar suara


Ramon


"Manda, tolong bantu aku. Antonio menyuruhku mengambil berkas dan bajunya. Tolong bantu aku. Aku nggak bisa menemukannya," seru Ramon.


"Astaga! Bagaimana ini? Kalau aku keluar, nanti arc


Ka Ramon melihat tanganku," gumam Manda. "Cepat berpikir Mandal"


Manda akhirnya menemukan cara untuk bisa tetap menemui Ramon. Dia mengambil selembar kain dan dia pakai untuk menutupi tangan kanannya, tetapi membiarkan tangan kirinya tetap terlihat. Setelah dirasa cukup, Manda pun menemui Ramon.


Ceklek...


122 CEO Bucin - Missecha


"Ka Ramon!" sapa Manda.


"Kamu nggak apa-apa, Mand?" tanya Ramon penuh selidik. Mata Ramon seolah alat pelacak yang sedang mendeteksi seluruh tubuh Manda.


"Ah, aku nggak apa-apa, Ka. Oiyah, Ka Ramon, mau cari apa?"


Cara dia memakai kain itu cukup mencurigakan,


pikir Ramon.


"Oh! Bantu aku cari jas buat Antonio," jawab


Ramon


"oh, dia tidak pulang?" tanya Manda. Tergambar jelas raut wajah kekecewaan dan kesedihan di wajahnya.


"Hmmm, iyah, Mand, Tenang saja. Aku akan menemaninya terus. Dia aman bersamaku," ucap amon, mencoba membuat hati Manda tidak bersedih


lagi.


"Ah, kalau begitu aku, sih, yes! Hehe," kekeh


Manda.


Aku tahu kesedihanmu, Manda. Tapi kamu memilih tetap tersenyum dan menyimpan kesedihanmu sendiri, batin Ramon


123| CEO Bucin - Missecha


Kini Manda dan Ramon sudah berada di kamar Antonio, Manda berusaha menahan posisi kain supaya tidak turun sambil tangan yang satu bergerak membantu Ramon. Ramon pun semakin dibuat penasaran dengan tangan Manda. Ramon bukanlah Antonio yang acuh danan


idak memperhatikan sekitar, kebalikan dari Antonio.


Ramon sangat memperhatikan, bahkan sampai detail.


Rasa penasaran yang memuncak membuat Ramon menarik dan membuka kain yang melindungi tangan


Manda.


"Astaga, Manda!" Begitu terkejutnya Ramon.


"Apa yang teriadi dengan tanganmu?"


124| CEO Bucin - Missecha


ВАВ 15


Ini barang-barangmu," seru Ramon setelah memasuki apartemen Antonio.


"Lama banget di sana. Ngapain aja, sih?" cibir


"Tadi balik ke rumah Grandpa dulu," balas Ramon tanpa ekspresi. Pikiran Ramon benar-benar tertuju pada saudari iparnya yaitu Amanda.


Throwback on


"Apa yang terjadi, Manda? Apa .. apa Antonio


melukaimu?" tanya Ramon hati-hati.


"Bukan, Ka. Antonio nggak mungkin melakukan itu. Aku cuma terjatuh tadi," jawab Manda. Dia tidak ingin Ramon memarahi Antonio. Bisa dipastikan kalau Ramon sampai tahu yang sebenarnya, maka Antonio akan dalam masalah besar.


1251 CEO Bcin - Missecha


"Benarkah? Tapi kenapa sampai begini?" Kembali


cecar Ramon, dia bukanlah orang bodoh.


"Sudah. Aku beneran nggak apa-apa, kok, Ka.


Oiyah, aku mohon jangan bilang siapa-siapa, Ka Ramon.


Apalagi Antonio .. aku . cuma nggak mau merepotkan


semua orang.


Aku nggak mau Antonio semakin membenciku.


Aku nggak mau itu terjadi, batin Manda.


"lyah. Kaka nggak akan bilang siapa-siapa. Jaga diri kamu selalu, Manda," pesan Ramon begituกptulus


padanya


"lyah, Kak. Pasti itu."


"Segera sembuhlah sebelum gadis cerewet itu kembali," seru Ramon. Maksud Ramon tentu saja sepupunya, Antonieta.


"Iyah, Ka. Aku akan sembuh sebelum Eta balik,"


tekadnya lagi


Ah, aku jadi merindukan anak itu. Lama sekali dia


ikut seminar di Milan, batin Manda.


Throwback off.


126| CEO Bucin - Missecha


"Lalu, apa yang gadis itu lakukan?" Tiba-tiba


Antonio bertanya soal Manda. Mendengar itu, Ramon pun terkekeh dalam hatinya.


"Gadis? Apa dia benar-benar masih seorang gadis, Antonio?" sindir Ramon sinis. "Kenapa tidak kamu


cek sendiri aja keadaannya?" balas Ramon lag


"Hey! Ada apa denganmu? Kenapa sinis begitu?"


"Oh, tidak apa-apa, Antonio! Aku lelah. Aku ke


kamar dulu, yah," pamit Ramon. Dia segera meninggalkan Antonio tanpa kata. Sikap Ramon ini benar-benar membuat Antonio heran.


있습습


Keesokan paginya di apartemen Antonio, Ramon sudah lebih dulu bangun dan menyiapkan sandwich untuk dirinya dan juga Antonio. Setelah itu, dia bergegas menuju rumah Manda untuk melihat keadaan iparnya yang sudah dianggap adik oleh Ramon


Kepergian Ramon yang tiba-tiba membuat Antonio yang baru terbangun itu semakin bertambah bingung dengan sikap sepupunya. Namun, sikap Antonio yang cuek dan tidak suka mengurusi urusan orang lain membuat dia tidak berpikir macam-macam tentang Ramon.


127 CEO Bucin - Missecha