
Hari menjelang malam namun dua sejoli yang saat ini saling mencintai masih betah duduk ditaman tempat para pasangan muda mudi menikmati pemandangan.
Semakin malam tempat tersebut semakin ramai didatangi oleh para pasangan baik muda maupun tua, para pedagang pun sudah mulai berjejer ditempat tak jauh dari taman tersebut.
"Dear, ayu kita pulang, kasihan soto dan sate ayam ini takut tidak termakan, ini juga sudah masuk makan malam, sebaiknya kita pulang dan makan malam dirumah" ucap Aberlie mengusap rambut Bram yang tengah tiduran dipangkuannya.
"Baiklah by, sebenarnya aku masih pw banget seperti ini bersama kamu" ucap Bram yang masih belum mau bangun dari pangkuan sang istri.
"Kapan kapan kita kesini lagi dear, oke" ucap Aberlie.
"Baiklah baiklah, ayu kita pulang nyonya Hanoraga" Bram akhirnya bangun dan mengulurkan tangannya membantu Aberlie untuk bangun.
"Apa kau ingin membeli sesuatu by untuk camilan malam" tawar Bram pada Aberlie karena Bram melihat banyak pedagang makanan mungkin saja Aberlie menginginkannya.
"Tidak dear, aku ini saja sudah cukup, kalo tak kemakan kan sayang sayang, kita masih lama berada dikota x, kita bisa sering sering datang kesini oke" ucap Aberlie.
Mereka pun akhirnya menuju mobil bergegas untuk pulang kevila.
Sesampainya divila ternyata Jajang dan Tun baru akan bergegas pulang, Jajang dan Tun tidak menginap divila, mereka tiap malam pulang karena dirumahnya masih memiliki anak laki laki yang masih sekolah kelas enam sd.
"Mang, mbok kalian sudah mau pulang?" tanya Aberlie begitu turun dari mobil.
"Iya non, kami permisi pulang dulu, kasihan si Dudung dirumah pasti sendiri" ucap Tun.
"Ini sekalian dibawa yah mbok, sudah dingin sih tapi nanti dirumah dipanasi yah sotonya" ucap Aberlie seraya memberikan satu kantong plastik berisi soto dan sate ayam masing masing untuk Jajang dan Tun.
"Makasih yah non, ya ampun ini banyak sekali, non Aberlie sama den Bram gak bawa" ucap Tun merasa tak enak hati diberi soto dan sate masing masing dua porsi.
"Ada ko mbok, itu dibawa sama Bram" ucap Aberlie menunjuk kearah Bram yang menenteng kantong plastik.
"Kalau begitu kami pulang dulu yah non Aberlie, den Bram selamat beristirahat" ucap Tun seraya mereka membungkukkan badannya memberi hormat.
"Iya mbok makasih yah" jawab Aberlie dan merekapun akhirnya pulang dan dua sejoli tersebut masuk kedalam vila.
Sesampainya didalam mereka bergegas untyk membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu makan malam.
Aberlie tengah sibuk didapur memanasi soto yang sudah dingin sambil membuat kopi untuk sang suami.
(gimana gak begadang ngelembur mulu Bram kalo malem2 juga ngopi🤦♀️)
Begitu siap Aberlie langsung menatanya dimeja makan untuk disantap oleh mereka.
Setelah makan Aberlie dan Bram memutuskan untuk menonton tv diruang keluarga.
Malam semakin larut tak terasa Aberlie telah terlelap sambil bersender pada sofa, Bram menggelengkan kepalanya, ia tak habis fikir mengapa istrinya suka sekali tidur disembarang tempat.
Bram mengangkat tubuh Aberlie masuk kedalam kamar, ia membaringkan tubuh Aberlie secara perlahan agar tak membangunkannya.
Bram naik keatas tempat tidur dan ikut tidur disamping Aberlie seraya memeluk tubuh istrinya tersebut.
***
Disebuah tempat makan dipinggir jalan diwarung ketoprak dua sejoli yang saling mencintai tengah makan malam romantis berdua.
Mereka tengah menikmati ketoprak kesukaan mereka berdua, tak jarang mereka mampir kewarung ketoprak tersebut.
"Malam ini kita kerumah nenek honey, aku ingin menginap disana" ucap Risa yang tengah menikmati makanannya.
"Oke" jawab Haris singkat padat dan jelas.
"Aku akan menelfon nenek dulu siapa tahu mereka ingin dibawakan ketoprak" ucap Risa seraya mengeluarkan ponselnya dan menelfon nomer Fatma.
"Halo nek, malam ini aku dan Haris akan menginap dirumah nenek, saat ini aku tengah makan ketoprak, apa nenek mau dibawakan?" tanya Risa sesaat setelah panggilan diangkat oleh Fatma.
"Boleh Ris, dua bungkus yah" ucap Fatma.
"Mang ujang dua dibungkus yah mang buat kakek sama nenek" ucap Risa memesan pesanan Fatma.
"Siap non" jawab Ujang langsung membuatkan pesanan Risa.
"Berapa mang" tanya Haris setelah mereka selesai makan.
"Enam puluh den sama yang dibungkus" jawab Ujang seraya memberikan kantong plastik berisi pesanan Risa.
"Nih mang, ambil kembaliannya, makasih yah ketopraknya seperti biasa sangat enak" ucap Haris seraya menyerahkan dua lembar uang berwarna biru.
"Makasih yah den, ya ampun sering banget den Haris ngasih lebih gini" ucap Ujang menerima uang dari Haris.
"Rejaki buat anak mang, anggap ajah itu dariku buat anak mang ujang, kami pamit yah mang" ucap Haris seraya menuju mobilnya menggandeng tangan Risa.
Semoga rejeki den Haris terus mengalir deras, gumam Ujang.
Sesampainya dirumah utama Fatma dan Harun sudah menunggu diruang keluarga.
"Nenek, kakek" ucap Risa seraya mengecup pipi Harun dan Fatma.
"Nek ini ketopraknya, kalian makan lah dulu" ucap Haris memberikan kantong plastik berisi ketoprak pada Fatma.
"Ya sudah kalian mengobrol lah nenek sama kakek makan dulu, ayu pah" ucap Fatma.
Harun dan Fatma menuju meja makan, sedangkan Risa dan Harun memilih duduk diruang tv.
Risa memilih duduk dibawah beralaskan karpet sedangkan Haris tiduran diatas pangkuan Risa.
"Kapan kita bisa cepet kaya kak Bram dan kakak ipar yah honey" ucap Risa seraya mengusap rambut Haris.
"Segera setelah kamu wisuda, untuk saat ini setelah Bram dan Aberlie pulang dari honeymoonnya kita akan membicarakan pertunangan kita terlebih dahulu hm" jawab Haris.
"Satu tahun lagi honey, aku wisuda satu tahun lagi" ucap Risa sedikit lemas.
"Satu tahun lagi itu sebentar hon, apa kamu ingin magang dulu diperusahaan baru kita menikah setelah kamu selesai magang" tawar Haris.
"No honey, aku tak ada rencana untuk magang, aku ingin langsung terjun keperusahaan setelah menikah oke" jawab Risa segera.
"Oke oke"
Tanpa mereka ketahui rencana mereka untuk mengusulkan pertunangan dan pernikahan serta rencana kerja Risa pun ada yang menguping, namun mereka yang menguping diam diam saja.
Harun dan Fatma tak pernah bertanya terlebih dahulu sebelum cucu mereka membicarakan langsung pada mereka.
Mereka ingin mendengar langsung keputusan para cucu mereka tanpa harus ditanya terlebih dahulu.
"Haris, Risa nenek dan kakek tidur dulu yah, kalian jangan tidur terlalu malam, ingat jangan berbuat yang tidak seharusnya kalian lakukan" ucap Fatma.
"Baiklah nek, selamat malam, istirahat yang nyenyak yah" Risa dan Haris menghampiri Fatma dan Harun lalu mereka mengecup pipi Harun dan Fatma secara bergantian.
"Sebentar lagi kami akan tidur" ucap Haris.
"Ya sudah nenek sama kakek masuk kamar dulu" ucap Fatma seraya berjalan menuju kamar diikuti oleh Harun.
*****
apakah yang akan Risa dan Haris lakukan kalian pasti taulah yah, mereka sepasang kekasih jika berdua ngapain ajah, eits tapi mereka bukan tipe pasangan yang suka melakukan se*s bebas sebelum menikah yah gaes jadi jangan travelin kejauhan🤭
Selamat membaca jangan lupa likenya yah
Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰