CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 18



ВАВ ท


Setelah berhasil membujuk Manda, akhirnya Celine memilih restoran bbq sebagai tempat untuk mengisi perut mereka. Meskipun kini sudah lewat jam


makan siang.


"Nih, pasti kamu suka makan ini. Sama kayak yang ada di film-film Korea kesukaan kamu itu," goda Celine.


"lyah. Mah." Namun, raut wajah Manda tidak bisa berbohong bahwa dia cemas dan memikirkan sesuatu "Makan dulu. Nggak usah pikir yang lain." bisik sang mertua, berhasil membuat lamunan sang menantu


hilang


Saat yang bersamaan, Nadine pun sudah puas o


karena menenteng banyak belanjaan mewah. "Antonio, aku lapar. Kita makan dulu, yah!" seru Nadine.


"Hm, kamu mau makan di mana?"


85 CEO B.cin - Missecha


"Restoran bbg Korea, ya?"


Tentu saja aku mau makan makanan mahal dong


batin Nadine.


"Baiklah. Ayo."


Begitu terkejutnya Antonio saat memasuki


restoran, seseorang yang sangat dia kena memanggilnya.


"Antoniol!"


"Mama?"


Celine begitu tajam menatap mereka yang mana


Nadine dengan mesra terus memegang tangan Antonio


Belum lagi di tangan yang satu penuh belanjaan dari brand ternama. Sementara Manda terus menundukkan


epala di sebelahnya.


Apa ini alasan kenapa Manda ingin cepat-cepar pulang tadi? batin Manda.


Antonio pun menghampiri meja sang ibu berada


dikuti oleh Nadine di belakangnya.


"Mama di sini?" tanya Antonio.


86| CEO Bucin - Missecha


"lyah. Mama justru mau tanya itu ke kamu, Sayang. Kok bisa kamu di sini?" sindir halus sang ibu.


"Hmmm, Mah. Manda permisi ke belakang. Mau cuci tangan," ucap Manda. Dia merasa berada di situasi yang membingungkan


"lyah, Sayang."


Sementara Antonio menatap kepergian istrinya "Halo, Nadine. Lama tidak bertemu," sapa Celine.


"H-halo, Tante" balas Nadine kikuk.


"Wah, kamu belanja banyak juga, yah," sindir Celine langsung kepada Nadine. "Ayo, duduklah. Gabung sama kita makan."


"Ah, tidak usah, Tante. Nadine... Nadine masih ada urusan. Jadi, Nadine pulang duluan," balasnya.


"Hmmm, hati-hati," balas Antonio datar.


"Hati-hati, Nadine," ucap Celine.


Tanpa menjawab lagi, Nadine pun memilih berlalu dengan cepat. Sedangkan Antonio tanpa sungkan


871 CEO Bucin - Missecha


mengambil tempat duduk yang ada di depan bangku Manda.


"Antonio, apa sebelum kita bertemu di sini, apa


Manda sudah melihatmu tadi?" tanya sang ibu penuh selidik.


"Maksud ... Mama?"


"lya. Apa sebelum kita bertemu di sini, Manda sudah melihatmu lebih dulu»


"Hm! Kenapa, Ma?"


"Enggak. Mama heran aja. Tiba-tiba dia minta


mama buat cepat-cepat pulang. Maksudnya, dia ingin


sekali bawa mama keluar dari sini," ucap Celine dengan mata elangnya


"Oh! Hmmm ....."


"Maafkan Manda kelamaan, yah, Mah?" seru


Manda.


"Duduklah, Sayang. Sekarang kita makan dulu, yah." balas Celine.


Sementara Antonio terus menatap perempuan di


depannya


881 CEO Bucin- Missecha


"Antonio! jangan membuat Manda ketakutan," cibir Celine, memperhatikan terus gerak-gerik anak dan menantunya


"Oiya, Mama kenapa bisa ke sini?" tanya Antonio mengalihkan omongan sang ibu.


"Mama tadi kangen sama Manda. Makanya mama ke rumah. Eh, pas mama ke rumah, Manda malah di kamar kunci pintu. Mana matanya sembab lagi," seru Celine polos.


Uhuk! Uhuk! (Satu teguk air berhasil membuat Manda tersedak)


"Astaga. Pelan-pelan dong, Sayang." Dengan lembut Celine mengusap punggung Manda. "Istri kamu ini benar-benar halus hatinya. Nonton film Korea aja sampe nangis. Kalau Eta dia mah biasa aja." Kembali seru Celine. Tentunya dia ingin menceritanya apa yang terjadi


pada Manda ke Antonio


Kenapa Mama ngomong begitu, sih? batin


Manda


"Oiyah, apa kamu juga sering membawa istri


kamu belanja, Nak?" tanya Celine pada Antonio


"Apa, Mah?" Antonio benar-benar merasa ambigu dengan pertanyaan sang ibu.


89 CEO Bucin -Missecha