CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 11



Saat sudah selesai dan menaruh beberapa menu makan di meja, Antonio datang dengan menggunakan piama tidur.


Aneh. Kenapa dia belum rapi? Biasanya udah rapi. Apa dia nggak ke kantor? Oh, ya ampun! Itu artinya dia akan di rumah seharian? Ya, Tuhan ... coban apa lagi ini? pikir Manda.


"Siapkan sarapanku."membuyarkan pikiran Manda.


sekak


Antonio


"lyah," jawab Manda sambil menaruh makanan di piring Antonio. "ni ... makanlah. Aku sudah makan tadi," jawab Manda


"Mau ke mana kamu?"


"Aku mau ke taman belakang. Mau siram bunga."


"Duduk!"


"Aku sudah makan tadi .."


"Kamu pikir aku bisa makan dengan kondisi tanganku yang seperti ini?" potong Antonio kembali menyela dan menunjukkan tangan kanannya yang ibebat perban.


soI CEO Bucin - Missecha


"Ya, pelan-pelan saja makannya.."


"Duduk dan suapi aku! Cepat! Nggak usah banyak omong!" Kembali potong Antonio.


"Apa? Suapi?" ulang Manda.


"Aku tidak ada waktu untuk mengulangnya," ujar Antonio menegaskan kembali.


Apa lagi ini? Masih pagi dan dia sudah membuat kepalaku sakit, batin Manda.


"Kamu nggak mau? Ya, sudah. Kamu pergi saja.


Aku akan minta tolong mama untuk ke sini," sergah Antonio.


"Mama? Eh, tunggu! Kasihan mama kalau harus bolak-balik nanti." Terpaksa dia harus menuruti keinginan Antonio.


Manda tidak melihat senyum seringai yang mengembang di kedua sudut bibir Antonio kini.


Manda pun menyuapi Antonio, bahkan Antonio makan dengan sangat lahap dan sampai 2 piring.


"Makanmu sedikit sekali," cibir Manda.


"Sudah. Cukup," ucap Antonio. Dia pun baru menyadari kalau dia makan sangat banyak.


51) CEO B.cin - Missecha


Ada apa dengan tangan gadis itu? Memalukan


sekal. Kenapa aku malah menikmatinya? rutuk Antonio.


"Sekarang apa lagı Apa aku harus membantumu


berganti baju? "ucap Manda polos.


elas saja itu pun termasuk dalam tugas Manda yang sudah Antonio siapkan, tetapi karena rasa malu dan gengsinya, dia pun dengan cepat menolak. "Jangan mimpi! Aku bisa sendiri," Jawabnya ketus.


"Ya, sudah. Kalau begitu " Manda dengan ueknya langsung meninggalkan Antonio dan berjalan


menuju taman belakang.


"cih! Lihatlah! Apa dia pantas disebut istri yang baik? Benar-benar tidak tahu diri. Suami lagi sakit, oukannya dibantu," cerocos Antonio kesal.


521 CEO Buein-Missecha


ВАB 7


diall Kenapa juga tanganku harus dibebat seperti ini, sih?" rutuk Antonio.


mpatan terus keluar dari mulutnya, kesal karena tidak Disa menggunakan tangannya dengan baik.


Tok! Tok! Tok!


Siapa lagi, sih?!" geramnya.


Tok! Tok! Tok!


53] cto Bucin Missecha


Antonio yang memang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi pun akhirnya membuka pintu kamar dengan kasar.


"Ada apa?!" ucap Antonio dengan nada tinggi.


Manda yang mengetuk pintu terkaget bukan main. "Apa kamu harus teriak-teriak seperti ini?"


"Ada apa? Cepat, katakan!" balas Antonio masih


dengan rasa kesalnya.


dan cepat.


"Aku izin mau pergi dulu," ucap Manda singkat


"Apa? Pergi? Kamu mau pergi enak-enakkan,


sementara aku sedang kesusahan?" ketus Antonioa


memberikan balasan.


Kesusahan? Emang dia lagi kurang uang? pikir


Manda.


"Aku mau ke panti ..."


"Masuk! Masuk kamu!" ujar Antonio menyela dan menarik Manda masuk ke dalam kamarnya. "Kamu nggak bisa pergi sebelum menyelesaikan tugasmu!"


serunya.


541 CEO Bucin - Missecha


Manda.


"Tunggu dulu! Tugas apa maksud kamu?" potong


"Tugas apa? cih! Gadis ini benar-benar lupa ingatan, Ini," ujar Antonio sambil menunjukkan tangannya yang terbebat. "Ini karena kamu. Jadi, kamu harus bertanggung jawab," sambungnya.


"Kamu menyalahkan aku? Jelas-jelas kamu sendiri yang melukai tanganmu," balas Manda. "Lagian, aneh ... hobi, kok ... pukul tembok," ucap Manda pelan.


"Amanda Wiradijaya!" seru Antonio.


"Antonio Wiradijaya," balas Manda tidak mau


kalah.


"cih! Kamu sudah berani melawanku, yah. Cepat kancingkan kemejaku!"


"lyah," balas Manda asal dan Manda pun mulai mengancingkan kemeja Antonio. Membuat posisi keduanya kembali dalam posisi intim dan dekat.


"Shampo apa yang kamu pakai? Cih! Wanginya


norak sekalil Bakan, parfummu sangat menyengat dan ... apa itu yang kamu pakai di bibirmu? Cepat, hapus itu!


Kamu terlihat jelek sekali!"


55 CEO Bucin- Missecha