
Sesampainya dikediaman Surya Siska dan Lisa menyambut kedatangan ibu dan anak tersebut.
"Kedatangan kami kesini adalah untuk melihat keadaan tuan muda kedua, nyonya Hanoraga" Riska membuka percapan mereka setelah Lisa mempersilahkannya duduk.
"Aron ada dikamarnya, Aliva bisa mengunjunginya kesana jika ingin melihatnya" ucap Siska pada Aliva.
"Baiklah tante, aku akan kekamar Aron dulu, aku permisi tante" Aliva beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamar Aron.
"Nyonya besar sudah membicarakan tentang pernikahan Aliva dan Aron yang akan diselenggarakan setelah pernikahan Haris dan Risa selesai" ucap Siska menjelaskan.
" Ah iya, itu pula yang ingin saya bicarakan"
"Karena pernikahan Haris dan Risa diundur sampai Aberlie sembuh total jadi kita akan membahasnya kembali nanti setelah Aberlie pulih" ucap Siska menjelaskan.
"Baiklah" Riska menjawab singkat.
Didalam kamar Aron tengah duduk ditempat tidurnya, Aliva masuk menghampiri Aron dan duduk dipinggi tempat tidur disamping Aron.
"Aron, kita lupain semua tentang mimpi kita untuk memiliki mereka yah, kita bangun mimpi kita sendiri, kau bilang kau dulu mencintaiku, aku akan menerimamu apa adanya kamu asal kamu bisa terus menyayangi dan mencintaiku Ron, aku takut sekali saat Bu Sumi memukulku Ron, aku tak ingin terjadi seperti itu lagi, apalagi saat ini aku sudah tak bisa memiliki keturunan karena tuan besar menyuruh Bu Sumi memberiku obat untuk merusak kandunganku Ron, kamu mau kan hidup bersamaku" Aliva menangis sambil menundukan kepalanya dihadapan Aron.
"Kamu jangan menangis lagi yah yang, sejak kapan kamu memanggilku Aron hm, perasaanku sama kamu tak pernah hilang meski aku pernah tertarik pada Aberlie, mungkin benar kata orang kalau aku sedang merasakan cinta sesaat saja karena penasaran dengannya, aku sudah tak sempurna Al, apa kamu masih akan tetap bersama denganku?" ucap Aron seraya mengusap air mata yang jatuh dipipi Aliva.
"Hm aku akan menerimamu asal kamu berubah tak lagi mejadi petualang wanita yang, kita bangun kebahagiaan kita bersama oke" Aliva memeluk Aron.
"Bailah yang jika kamu bersedia hidup denganku aku akan berubah" ucap Aron membalas pelukan Aliva.
***
Sebulan berlalu setelah kecelakaan Aberlie dan kini Aberlie telah berangsur pulih walaupun belum bisa melakukan aktivitas seperti biasa, Aberlie dan Bram memutuskan untuk tinggal dirumah utama sementara Aberlie dalam masa pemulihan, keluarga Hanoraga sudah mulai sibuk untuk mempersiapkan pernikahan untuk kedua pasang mempelai yang akan menikah dengan jarak yang berdekatan.
Pernikahan Haris dan Risa akan digelar seminggu lagi dan seminggu kemudian akan digelar kembali pernikahan untuk Aron dan Aliva.
Setelah insiden kecelakaan yang dilakukan oleh Aliva kini Aron dan Aliva sudah mulai berubah dan menerima keadaan masing masing, mereka juga menerima kenyataan bahwa mereka ditakdirkan memang untuk bersama bagaimanapun berusahanya mereka untuk memisahkan dan mendapatkan Bram dan Aberlie mereka tak akan bisa mendapatkannya.
Keluarga besar Hanoraga pun sudah mulai menerima Aron dan Aliva, Harun pun sudah memberikan Aron posisi sebagai manajer umum diperusahaan atas permintaan Bram.
Bram sudah mulai memaafkan mereka berdua dengan janji mereka tak akan melakukannya lagi, jika mereka berencana untuk melakukan hal seperti itu lagi Bram tak akan tanggung tanggung untuk menyelesaikan mereka berdua.
***
Hari pernikahan Haris dan Risa pun tiba, merka terlihat begitu cantik dan tampan, tak kalah cantiknya Aberlie meski ia masih harus duduk dikursi roda karena kondisinya masih dalam pemulihan tak mengurangi kecantikannya, Aron dan Aliva pun turut hadir dipesta pernikahan Haris dan Risa, mereka semua tersenyum bahagia tak ada lagi dendam dan iri diantara mereka.
Meski Siska masih suka iri terhadap Lisa namun itu hanya iri sebagai sesama istri Surya dalam mencari perhatian Surya.
Tamu yang datang diacara pernikahan Haris dan Risa pun tak kalah banyaknya dari pernikahan Bram dan Aberlie, bahkan para karyawan dari Stay With Me Cafe pun datang karena diundang oleh Aberlie.
Disela ramainya tamu undangan dokter Agam mencuri pandang pada Veronica yang duduk dimeja samping meja yang ditempati para karyawan Aberlie.
Ting...... ponsel Veronika berbunyi tanda pesan masuk.
'Kenapa tak bilang jika akan menghadiri pernikahan Haris, aku bisa menjemputmu' isi pesan dari dokter Agam.
'"Maaf, aku tak ingin merepotkanmu' balas Veronica.
'Kita hanya menikah siri'
'Apa kau ingin menikah resmi denganku?'
'Tidak'
'Mengapa?'
'Kau tak mencintaiku, kau hanya membutuhkan seseorang untuk menghangatkan ranjangmu'
Kau salah Ve, aku sudah mulai tertarik padamu saat aku melihatmu dirumah sakit, kau berjuang untuk ibumu itu yang membuatku kagum dan tertarik padamu, mungkin caraku memang salah untukku menarikmu kesisiku, namun saat ini hanya cara ini yang bisa kulakukan, sebenarnya aku takut mengekspose kedekatan kita didepan umum kelak, aku takut seseorang menyakitimu jika dia tahu kau adalah wanita yang kusukai saat ini, gumam dokter Agam dalam hati.
'Cinta bisa berjalan seiring waktu saat kita sering bersama'
'Maaf untuk saat ini aku sedang tak ingin memikirkan cinta dokter Agam'
'Baiklah, aku mengerti'
'Makasih'
'Namun pulang aku akan menunggumu dipersimpangan jalan, jangan kau kabur lagi dariku'
'Saya usahakan'
'Aku menunggu'
Veronica memasukkan kembali ponselnya kedalam tas sederhananya setelah pesan terakhir yang dikirim oleh dokter Agam.(Kelanjutannya kapan kapan yah part dokter Agamnya, ini hanya sedikit cuplikan untuk dokter Agam saja😁)
Sementara dimeja lain Bram dan Aberlie tengah asik menikmati cake, Bram menyuapi Aberlie cake yang diminta Aberlie, Aliva dan Aron mendekati mereka berdua.
"Boleh ku ikut bergabung dengan kalian disini kak" ucap Aron bertanya pada Bram.
"Jika kalian tak ada maksud lain kalian boleh duduk bergabung disini" Bram menjawab tanpa menoleh kearah merka.
"Kami tak ada maksud apapun kak, kami hanya ingin menjalin tali silahturahmi yang sudah lama terputus karena kebodohanku, percayalah padaku kak aku sudah berubah, aku sedang belajar menjadi lebih baik, beri aku kesempatan kak agar aku bisa menebus kesalahanku pada kalian" ucap Aron memohon pada Bram.
"Aku memberi kalian satu kesempatan namun aku belum memaafkan kalian, aku akan memaafkan kalian jika kalian telah membuktikan keseriusan kalian untuk berubah"
"Pasti kak, aku dan Aliva akan membuktikan jika kami sudah benar benar berubah dan ingin membina keluarga yang bahagia dengan kalian semua, akupun sudah lelah jika harus diberi pelajaran olehmu terus kak" Aron meyakinkan Bram jika dia dan Aliva benar benar telah berubah dan menyesali perbuatannya.
"Sudah lah kalian jangan bertengkar lagi, aku sudah memaafkan kalian asal kalian jangan berbuat ulah lagi dan kalian hidup bahagia bersama, aku ingin Aliva bekerja dicafe jika Aliva tak keberatan" mendengar perkataan Aberlie Aliva langsung berbinar.
"Sungguh kak, terima kasih kak, aku akan belajar dengan baik dicafe kakak, makasih kak udah mau bantu aku untuk menghasilkan penghasilanku sendiri" Aliva meneteskan air mata karena ia mengetahui kakaknya memang selama ini selalu menyayanginya bahkan setelah apa yang ia perbuat kakaknya masih saja menyayanginya.
Malam semakin larut dan tamu undangan satu persatu sudah kembali kekediamannya masing masing, Haris memutuskan untuk membawa Risa pulang ke apartemennya, begitu juga Bram dan Aberlie mereka juga kembali kerumah utama.
*****
Selamat membaca yah kakak jangan lupa likenya yah, sudah mendekati tamat yah, semoga sampai pada episode 100 yah tamatnya😊
Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰