
Sesampainya diapartemen Haris, didalam kamar Risa membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, ia begitu kelelahan karena tamu undangan yang hadir juga banyak, bahkan temen temennya dari universitas pun banyak yang datang.
Haris masuk dan menghampiri Risa, ia ikut berbaring disamping Risa, Haris tersenyup pada Risa seraya membelai rambut Risa.
"Akhirnya honey kami sah juga" Risa tersenyum bahagia dibalas senyum oleh Haris.
"Kamu mandilah dulu honey bergantian denganku" Haris bangun dan melepaskan jasnya.
"Mengapa kita tak mandi bersama honey" goda Risa mendekati kearah Haris.
Risa memeluk Haris dari belakang, ia membuka kancing kemeja satu persatu hingga semuanya lepas dan terbuka, Risa meraba tubuh Haris seraya menyenderkan kepalanya dipunggung Haris dan memejamkan matanya.
Haris menarik Risa sehingga Risa berada didepannya, ia meraih wajah Risa dengan kedua tangannya dan mencium bibir Risa lembut.
Risa menikmatinya dan membalas ciuman Haris, tangannya membuka kemeja yang dipakai Haris dan membuangnya kesembarang tempat, nafas Risa terasa berat dan nafasnya tak beraturan lagi.
Tangan Risa mulai membuka ikat pinggang yang melingkar dicelana yang dikenakan Haris kemudian ia membuka kancingnya dan menurunkan resletingnya, namun saat Risa akan menurunkan celana Haris kedua tangannya dipegang oleh tangan Haris.
"Kau sudah tak sabar yah honey" Haris menyeringai melihat ekspresi wajah Risa yang merasa kesal karena tangannya dihentikan olehnya.
"Apa kau mau menolaknya lagi sekarang honey, kita sudah sah menjadi suami dan istri, apa lagi alasanmu untuk menolakku" Risa bertanya dengan nada kesal.
"Aku bukan ingin menolaknya honey, aku hanya ingin kau membersihkan dirimu terlebih dahulu agar kau merasa segar" Haris memutar tubuh Risa agar membelakanginya dan membuka resleting gaunnya.
Tangan Haris membelai punggung Risa yang putih mulus tanpa noda, ia mencium punggung tersebut tanpa jeda sedikitpun membuat Risa menggeliat.
Haris menurunkan gaun yang dikenakan Risa hingga terjatuh dilantai, tangannya meraba area depan dan berakhir didua buah kenyal yang tak terlalu kecil, ia mengusapnya membuat Risa mengeluarkan suara yang indah.
"Honey, kau menolakku nàmun kau selalu memancingku seperti ini, berapa lama lagi kau akan menyiksaku hm"
Risa menjatuhkan kepalanya dipundak Haris yanga masih berada dibelakangnya sehingga kepalanya mendongak keatas.
Haris tak menghiraukan ucapan Risa, ia mulai meremas buah tersebut membuat Risa mengeluarkan suara semakin kencang, Risa berbalik dan mencium bibir Haris dengan rakus.
Setelah Risa melepaskan pagutan pada bibir Haris ia memukul dada bidang Haris dan Haris hanya terkekeh.
"Sorry honey, aku masih ingin membuatmu tambah membara agar kau tak merasakan sakit saat beoku memasuki sangkarnya" Haris berbisik ditelingan Risa.
"Jadi ini akhirnya jadi mandi atau mau melanjutkan sampai buka segel nih, aku gak mau nahan lagi jika memang tak jadi mandi" ucap Risa menjewer kuping Haris.
"Aw aw aw oke oke mandi dulu mandi oke, kau mandilah dulu aku tak akan menggodamu lagi"
Risa melepas telinga Haris dan langsung menuju kamar mandi dengan tubuh hanya mengenakan CD saja.
Haris menggelengkan kepalanya dan mengusap kupingnya yang terasa panas karena dijewer oleh Risa.
"Ampun punya istri nafsu gede kadang manja kadang galak" Haris berucap sendiri.
Tak lama Risa selesai dengan mandinya dan hanya mengenakan handuk menutupi tubuhnya saja dari dada hingga pahanya saja, Haris pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi Haris keluar dan mendapati Risa telah berbaring miring dengan tangan menopang kepala ditempat tidurnya tanpa mengenakan apapun dan mangacungkan telunjuknya memberi isyarat agar Haris mendekatinya, sontak membuat Haris menelan salivanya susah dan seketika sibeo dibawah langsung mencuat dari dalam handuk.
Haris menghampiri Risa dan naik keatas tempat tidur duduk disamping Risa membelai rambutnya lembut.
"Honey!" Risa sedikit berteriak pada Haris.
"Baiklah baiklah, sorry"
Harispun mulai melakukan pemanasan membuat Risa terbang melayang entah kemana yang jelas saat ini yang dirasa oleh Risa adalah rasa nikm*t yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, tububnya bagai disengat aliran listrik saat Haris bermain dengan tubuhnya.
"Tahan yah honey, mungkin ini sedikit sakit oke"
Haris mulai memasukkan sibeo secara perlahan, Risa meringis saat Haris mendong perlahan sibeo masuk sibawah dan terasa sedikit nyeri, Risa menggigit bibir bawahnya.
"Sakit?" tanya Haris tak tega melihat Risa meringis kesakitan.
"Teruskanlah honey, aku gak apa apa" Risa tersenyum pada Haris agar Haris tak khawatir.
Haris mndorong kembali sibeo dibawah sana membuat Risa kembali menggigit bibinya pelan dan akhirnya sibeo masuk dengan sempurna, Risa merasakan ada cairan mengalir dibawah sana, Haris berhenti sejenak untuk meredam rasa perih milik Risa dibawah sana.
"Maaf" bisik Haris ditelinga Risa saat Haris melihat air mata keluar dari mata Risa.
"Aku bahagia honey" Risa mengalungkan tangannya dileher Haris.
Haris mulai memainkan sibeo dibawah sana secara perlahan karena Haris tahu milik Risa pasti sangat perih, perlahan dan bibir Risa mulai mengeluarkan suara yang begitu indah terdengar ditelinga Haris membuat Haris tambah bersemangat.
Lama Haris bermain dibawah sana tiba tiba ia merasakan sesuatu akan keluar dari miliknya dan akhirnya sibeo pun memuntahkan isinya didalam perut Risa, merekapun menge**ng bersama, Haris tumbang diatas tubuh Risa.
"Makasih honey, love you" bisik Haris lalu mencium ujung kepala Risa.
Haris pun berpindah kesisi sebelah Risa dan mengambil selimut untuk menyelimuti tubuhnya dan tubuh Risa dan mereka pun terlelap bersama karena lelah.
***
Sementara dirumah besar Bram masih sibuk membantu Aberlie mengganti pakaiannya, Bram harus eksra sabar menahan hasratnya karena Aberlie masih belum pulih.
Sebenarnya sibeo sudah terus meronta didalam sana setiap kali Bram membantu Aberlie mengganti pakaian.
"Maaf yah dear, kamu harus terus berpuasa sampai aku pulih, besok jadwalku kontrol kedokter kandungan, jika kandunganku sudah pulih dan sudah bisa berhubungan aku tak akan menolaknya dear" Aberlie merasa bersalah.
"By, ngapain kamu memikirkan itu sih by, yang paling penting buat aku sekarang adalah kamu sembuh dan pulih seperti sedia kala, cinta itu bukan hanya meliputi rasa nafsu semata saja by, aku melakukan ini juga karena aku cinta sama kamu by, jadi kamu jangan merasa bersalah padaku oke" ucap Bram mencium bibir Aberlie sekilas.
"Sudah selesai, tidurlah by, aku akan membersihkan diri terlebih dahulu nanti aku menyusulmu oke" ucap Bram dan Aberlie hanya menganggukkan kepalanya.
Didalam kamar mandi Bram menyalakan shower, ia tak punya pilihan selain mengoc*k sibeo sendirian, jika ia tak mengeluarkannya maka sibeo akan terus bangun sepanjang malam dan Bram takut tak bisa menahannya.
Bram mengerang sendiri saat sibeo memuntahkan isinya dan tak lama sibeo pun tertidur karena lelah, Bram pun melanjutkan mandinya dan setelah selesai ia langsung membaringkan tubuhnya disamping Aberlie memeluknya dan memejamkan matanya.
*****
Selamat membaca kakak maaf yah jika malam pertama Haris tak sepanas Bram soalnya othor dikasih surat cinta terus sama ntun gara gara terlalu haredang😁
Salam hangat dariku u tuk kalian semua🙏😊🤗🥰