CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 48



Ditempat lain Haris sudah datang dan tengah menunggu Risa diruang keluarga rumah Surya.


Haris datang setelah Risa mengabarinya bahwa Surya, Lisa dan Siska pergi kehotel dimana Bram dan Aberlie melangsungkan pernikahan.


Sedangkan Aron pergi untuk menjemput Aliva dirumah keluarga Wijaya.


"Honey, bagaimana dengan penampilanku? apa aku terlihat cantik?" ucap Risa berlari memeluk Haris yang sedang berdiri didepan sofa secara tiba tiba yang membuat Haris jatuh terduduk di sofa.


"Apapun yang kau kenakan selalu terlihat cantik dimataku Honey" Haris mengecup ujung kepala Risa.


"Ayu kita berangkat, aku sudah tak sabar untuk mempublikasikan hubungan kita pada keluarga besar honey" ucap Risa bersemangat.


"Aku tegang Honey" ucap Haris memegang dadanya.


"Mana mana coba aku periksa" Risa ikut memegangdada Haris kemudian ia menempelkan telinganya untuk mendengarkan detak jantung Haris.


"Oh iya honey, benar katamu, dia berdetak sangat cepat yang menandakan kalau kamu benar benar tegang, apakah seperti ini dulu sewaktu kau mulai jatuh cinta padaku dan akhirnya menerima cintaku setelah aku berjuang lama mengejarmu selama SMA?" lanjut Risa menggoda Haris.


Yah Risa mengejar Haris dari awal duduk dibangku SMA, nqmun Haris tak pernah menghiraukannya, karena menurut Haris adik angkatnya itu hanya sedang mengalami fase cinta monyet yang bila mana tidak dia respon maka akan menyerah dengan sendirinya.


Namun ternyata Risa tak pernah berubah ia terus.mengejar Haris sampai dia masuk universitas.


Melihat begitu gigih dan bersungguh sungguhnya Risa mengejar dirinya akhirnya hatinya luluh dan menerima perasaan adik angkatnya itu.


Namun Haris belum berani menjalankan hubungan asmaranya secara terang terangan karen ia takut keluarga Hanoraga akan menolaknya walaupun ia juga bagian dari keluarga Hanoraga.


Haris pun menyentil kening Risa, dia menggelengkan kepalanya heran, bagaimana tidak, dirinya sedang tegang dengan rencananya untuk mempublikasikan hubungannya pada keluarga besar angkatnya namun Risa malah bersemangat.


"Aku lebih baik menyiksa orang honey, itu lebih menyenangkan dari pada menghadapi ini, rasanya jantungku tak henti hentinya berdetak honey, seakakn akan ada yang akan meledak didalam sini" ucap Haris seraya menunjuk kearah dadanya.


"Cup" Risa mencium bibir yang tak henti hentinya berbicara.


"Honey, kalau kamu terus berbicara seperti ini disini kita akan tertinggal acara pentingnya" ucap Risa.


"Tapi honey, kakiku terasa lemas sekali untukku melangka" ucap Haris merengek pada Risa.


"Udah deh honey jangan lebay, kamu melihat Aron dipukuli sama kakek dan kak Bram sampai babak belur bermandukan darah tidak gemetar bahkan kamu menyiksa orang sampai matipun santai saja tak merasa lemas sama sekali, masa mau menggandeng aku didepan keluarga besar malah gemetar lemas, terlebih keluarga itu sudah membesarkanmu dari kecil" ucap Risa panjang lebar, kini gantian dia yang terus berbicara.


"Kamu tuh bukannya kasih semangat malah meledekku sih honey" protes Haris dengan nada manja.


Astaga kemana Haris yang garang dan dingin didepan orang, dia sama kak Bram sama ajah sama sama seperti kucing didepan orang yang dicinta, gumam Risa menggelengkan kepala.


"Ya sudah makanya ayu kita berangkat sekarang honey" Risa sudah mulai merengek dan akhirnya Haris pasrah.


"Iya iya ayu" akhirnya Haris dan Risa menuju hotel tempat Bram dan Aberlie melangsungkan pernikahannya.


***


Didalam kamar dua sejoli sedang memadu kasih dirumah yang sudah penghuninya pada pergi menuju tempat Aberlie dan Bram melangsungkan pernikahan.


Mereka berdua memadu kasih dengan bergair*h dan sangat menikma*i permainan yang tengah mereka lakukan.


Des*han demi des*han terdengar merdu didalam kamar tersebut bagaikan alunan meloni yang sedang mengayun indah.


Keringat mereka bercucuran karena permainan mereka yang sangat panas.


Yah Aron sedang bertempur panas dengan Aliva didalam kamar Aliva, diatas kasur milik Aliva.


Aron mem*mpa Aliva dengan begitu berga*rah sehingga Aliva berkali kali mengeluarkan suara yang begitu merdu ditelinga Aron.


"Keluarkan sayang, aku masih belum ingin keluar, aku masih ingin terus seperti ini" balas Aron seraya mere mas gunung Aliva yang bergoyang begitu seksi.


Aron terus mem*mpa dengan begitu li*rnya sehingga membuat Aliva terus meracau entah apa yang ia racaukan.


(author juga gak tau gaes apa yang diracaukan Aliva, author masih polos 🙉)


Aron menger*ng keras ketika sesuatu keluar dibawah sana dan akhirnya Aronpun tumbang diatas tubuh Aliva.


(aaaah tidak author nulis ini subuh subuh sebelum sembayang subuh😫😭)


"Kapan kita akan pergi kepernikahan kak Bram sayang?" tanya Aliva pada Aron yang masih diatas tubuhnya dengan membelai rambut Aron.


"Kita kesana siangan ajah sayang, oke, aku tak ingin berlama lama disana, jika bukan karena perintah kakek akupun tak ingin menghadiri pernakahan si buruk rupa itu" ucap Aron masih ngos ngosan (habis maraton yah ron🤭).


Ketika mereka rasa sudah tidak lelah lagi mereka membersihkan diri berdua, didalam kamar mandi mereka melakukannya sekali lagi (apa kaga encok ntu pinggang astaga mereka ini)🤦‍♀️.


Setelah selesai dengan sesi panas mereka akhirnya mereka akan menuju hotel menghadiri pernikahan Aberlie dan Bram diwaktu yang sudah menjelang akan makan siang.


***


Diaula hotel, diatas pelaminan, acara akad telah selesai dengan khidmad, setelah acara sungkeman mereka melanjutkan dengan acara resepsi yang saat itu pula dilaksanakan.


Haris dan Risa akhirnya sampai ditempat acara tepat waktu makan siang tiba karena drama yang Haris lakukan menjadikan mereka melewatkan momen sakral dua sejoli yang tengah berbahagia.


Haris dan Risa langsung naik keatas pelaminan untuk menyelamati mereka berdua.


"Selamat yah bro, alhirnya ganti status juga bos bucin gua nih, siap siap kerjaan numpuk menanti gua dikantor hahaha" Haris memeluk Bram setelah menyalami Aberlie.


"Sama sama men, mana cewe lu? katanya mau lu bawa diacara pernikahan gua, malah lu gandeng sikaleng rombeng ini" ucap Bram membalas pelukan Haris.


"Nih bidadari gua yang cantik jelita" ucap Haris merangkul pundak Risa sontak membuat Bram membelalakan matanya.


"Hahaha lu jangan bercanda sama gua men, kalo memang lu gak punya cewe bilang ajah nanti gua minta istri gua buat kenalin karyawan barunya sama lu, dia cantik loh, jangan malah pura pura menggandeng nih kaleng rombeng hahaha" Bram tertawa geli mendengar pernyataan Haris yang mengatakan kalau Risa adalah kekasihnya.


"Enak ajah kak Bram kalo ngomong gak pernah dipikir dulu asal ngejedor ajah kaya ban mobil pecah dah, aku memang berpacaran dengan Haris kak Bram" ucap Risa seraya memukul lengan Bram.


"Beneran!" ucap Bram mengusap lengannya yang sedikit sakit karena dipukul oleh Risa dan dianggukan kepala oleh Haris.


"Sejak kapan?" tanyanya lagi mulai kepo.


"Sejak awal masuk universitas" jawab Haris dan Bram pun menepuk jidatnya.


Aberlie hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka jika sudah kumpul bersama.


"Lu hutang penjelasan sama gua lu men besok setelah gua charging energi" ucap Bram.


"Siap bro" jawab Haris memberi gaya hormat.


*****


Selamat membaca yah gaes🤗


Author mau sedikit curhat nih, author hari ini buru2 update dari jam 3 dan ternyata adegan aron dan aliva muncul begitu saja sebelum azan subuh yang membuat author harus junub gelap2 mana dingin lagi🥺🥺 author hari ini soalnya mau pergi jadi subuh2 sempetin biat update 3bab sekaligus, kalo cerita hari ini gak bikin kalian gereget atau gak seru author minta maaf yah kakak semua🙏🥺


tapi jangan lupa like sama komennya yah supaya author terus semangat berhalu rianya😁


Salam hangat dari author🤗❤