CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 96



Sore hari Aberlie terbangun karena haus, ia melihat sang suami tampannya sedang terlelap. Aberlie tersenyum dan mengusap pipinya yang lembut. Tanpa ia sadari ia maju dan mencium bibir sang suami.


"Mulai nakal yah By curi curi cium dari aku," ucap Bram masih dengan mata terpejam membuat Aberlie terkejut.


"Kamu sudah bangun Dear?" tanya Aberlie gugup.


"Aku bangun karena ada sesuatu yang menempel pada bibirku," jawab Bram membuka matanya tersenyum.


"Apakah kamu lapar By?" tanya Bram.


"Tidak Dear aku hanya haus," jawab Aberlie kemudian meminum air mineral yang berada di atas meja tak jauh dari tempatnya duduk.


"Kamu belum makan loh By, kasihan baby twinsnya By, kita makan yah By," rayu Bram dengan nada memohon.


"Mandi dulu yah Dear, setelah ini kita makan, tapi kita makan di warung makan padang yah Dear, aku ko pingin makan ayam goreng srundeng sama sambal ijo iya terus pake daun singkongnya yang banyak dikasih kuah gulai nangka sepertinya enak Dear," ucap Aberlie membayangkan menu makanan yang dia inginkan.


"Rame bener sih By menunya kaya orang demo." Bram menggelengkan kepalanya herman.


Mereka langsung menunu kamar untuk membersihkan diri secara bergantian. Bram tak berani ikut mandi bareng sang istri karena ia takut tak bisa menahan has ratnya. Setelah mereka rapi Bram dan Aberlie langsung menuju garasi mobil.


Mobil sudah melaju untuk mencarai rumah makan padang sesuai keinginan sang istri. Tak lama mereka berhenti di depan warung padang yang tak terlalu ramai. Bram menggandeng Aberlie unyuk masuk kedalam warung makan tersebut.


Setelah selesai memesan mereka duduk di meja yang tak jauh dari tempat mereka memesan. Aberlie tak sabar menunggu pesanannya datang. Begitu pesanannya datang ia langsung melahapnya.


***


Di tempat lain Haris dan Risa tengah menikmati makan malamnya dengan romantis. Setelah makan malam mereka pergi menonton film di bioskop yang pernah mereka datangi dulu bersama dengan Bram dan Aberlie. Saat sampai di antrian tiket Haris dan Risa bertemu dengan Bram dan Aberlie.


Setelah makan tadi Bram mengajak Aberlie untuk jalan jalan tapi Aberlie meminta untuk menonton film romantis di bioskop. Dan mereka tak menyangka akan bertemu di sini. Akhirnya mereka melakukan double date dadakan.


Malam yelah larut saat mereka selesai menonton film. Mereka memutuskan untuk pulang ke kediaman masing masing. Sampai di rumah Aberlie merasa sangat lelah akhirnya ia memejamkan matanya.


***


Enam bulan berlalu dan kini kandungan Aberlie sudah menginjak bulan ketujuh. Karena baby yang di kandungnya kembar jadi perut Aberlie sedikit lebih besar. Ia juga merasa lebih lelah dari sebelum perutnya membesar.


Risa juga sudah menyelesaikan kuliahnya dan sudah wisuda. Saat ini ia hanya bersantai ria saja mengikuti Haris pulang pergi kerja. Risa juga sudah tak menggunakan kontra sepsi lagi, ia berencana untuk memiliki momongan karena sekolahnya sudah selesai.


"Dear lihat lah dia bergerak kembali, auh, dia menendang begitu kuat Dear," ucap Aberlie memperlihatkan pergerakkan sang baby twinsnya.


"Sayang kamu jangan keras keras nendangnya Mommy mu kesakitan," ucap Bram sambil mengelus perut sang istri.


"Waah dia begitu penurut denganmu Dear, dia langsung tenang setelah kau mengusap dan berbicara padanya," ucap Aberlie takjub dengan reaksi sang baby.


"Dia akan lebih anteng lagi jika Daddynya menemuinya hm," goda Bram yang langsung menciumi pipi dan leher sang istri.


"Ah itu sih maunya kamu Dear, ah Dear geli," jawab Aberlie denga napas tersengal sengal.


"Apa kau juga tak ingin By?"


"Hhmmm," jawab Aberlie hanya menganggukkan kepalanya.


Bram langsung mencium bibir Aberlie lembut, tangannya mengusap perut buncit sang istri. Ciuman itu turun keleher dan terus turun ke perut buncit sang istri. Bram melakukan pemanasan sendiri karena sang istri sudah tak bisa bergerak bebas karena perutnya yang besar.


Tak cukuo dengan satu permainan Bram belum ingin mencabut si beo dari sangkarnya. Ia melanjutkan kepermainan berikutnya dengan diiringi suara indah yang memenuhi kamar mereka. Tak lama Aberlie meminta untuk mengganti posisi menjadi di atas, walau perutnya sudah besar tapi jika untuk urusan bergo yang Aberlie masih sedikit liar.


Lama Aberlie menari di atas tubuh Bram tiba tiba ia merasakan sesuatu menyembur hangat kedalam perutnya. Bram mengusap perut sang istri lembut dan disambut dengan tendangan kecil dari dalam sana. Bram tertawa dengan reaksi yang diberikan oleh baby twinsnya.


Bram membaringkan tubuh san istri dan melepas sibeo dari sangkarnya. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan sang istri yang polos. Mereka memejamkan matanya karena kelelahan.


Pagi menjelang Bram sudah lagi menemani sang istri untuk jalan jalan pagi di taman tak jauh dari mansion. Mereka ke taman dengan menggunakan mobil agar Aberlie tak terlalu lelah. Setelah lelah Aberlie duduk di bangku yang terbuat dari cor coran di depan danau.


Bram memberikan sebotol air mineral dan membuka kotak buat yang ia bawa dari rumah untuk bekal sang istri jika haus dan ingin ngemil. Keseharian rutin Bram pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Terkadang Aberlie akan ikut ke kantornya dan di sana ia di temani oleh Risa atau ia akan pergi ke cafenya dan juga di temani Risa.


"Huh rasanya lelah sekali Dear," ucap Aberlie setelah meneguk setengah botol air mineral.


"Apa kau ingin pulang sekarang By?" tanya Bram.


"No Dear, sebentar lagi oke," tolak Aberlie.


"Kalau begitu kau buka mulutmu aa," ucap Bram yang sudah menyodorkan sepotong buah kiwi di depan mulut Aberlie, Aberlie pun memakan buah tersebut.


"Pulang nanti aku ingin minum jus alpukat susu Dear," pinta Aberlie.


"Baiklah nanti ku buatkan, apa ingin membawanya juga untuk diletakkan di kulkas kantor?" tanya Aberlie.


"Yah nanti buat juga di botol untuk di taruh di kulkas, tapi aku ingin ke Cafe pagi ini, suruh Risa ke Cafe agar nanti jam makan siang aku ke kantor bersama dengannya," pinta Aberlie kembali.


"Oke By, sesuai keinginanmu, tapi sekarang habiskan dulu buahnya setelah itu kita pulang oke, hari sudah semakin siang," ucap Bram.


Aberlie tanpa protes memakan buah yang disuapi oleh Bram sampai habis. Setelah habis dan meminum air mineral Bram menuntun Aberlie menuju mobilnya. Bram membukakan pintu mobilnya dan memasangkan sabuk pengaman setelah Aberlie duduk.


Mobil melaju meninggalkan taman menuju mansion. Bram menuntun Aberlie kembali menuju kamarnya, kamar mereka sudah di pindahka menjadi di bawah saat usia kandungan Aberlie memasuki empat bulan. Mereka langsung membersihkan diri dan bersiap.


*****


Hai kakak semua mampir yah dikarya temen othor yang ceritanya tak kalah keren, dijamin kalian gak bakal nyesel dengan ceritanya.


Blurb...


Terjebak dalam friendzone membuat Zefrina dan Zico nyaman satu sama lain. Keduanya sama sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.


Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico terpaksa menikah.


Judul ceritanya yah 👇



Selamat membaca kakak semua jangan lupa likenya yah🙏😊


dan please jangan kasih othor boom like yah ķak🙏🥺


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰