CEO BUCIN

CEO BUCIN
Episode 15



"Makasih, Bi. Manda ke


ke atas, yah." Manda


bergegas ke atas untuk mandi.


Antonio pun sedang bersiap-siap juga di kamarnya karena dia harus berangkat ke kantor dan


mengadakan meeting pagi itu. "Selesai:"


Setelah mengamati dirinya sendiri dari balik cermin, Antonio lalu bergegas turun. Langkah kakinya pun dia arahkan menuju ruang makan. Di sana dia melihat sosok wanita paruh baya sedang menyiapkan makanan.


"Pagi, Bi," sapa Antonio.


"Selamat pagi, Den," balas bibi


"Sarapan dulu, Den," ajak sang bibi


"Bibi yang masak ini?"


Namun, saat bibi akan menjawab, Manda pun


muncul dari belakang. "Aku yang masak, Antonio. Aku


masak makanan kesukaanmu. Makanlah dulu," ucap Manda menyela pembicaraan bibi dan suaminya


Bukan pujian yang Manda dapatkan, justru tatapan tajam dari sang suami yang diarahkan padanya. "Bi, aku langsung berangkat ke kantor, ya. Aku


701 EO Bcin - Missecha


ada meeting pagi ini," ucap Antonio yang justru berbicara kepada sang bibi, bukan Manda.


Kecewa. Itulah yang Manda rasakan. Namun, amu


Manda berusaha tetap bertahan dan melayani suaminya dengan baik. "Kamu ... mau bawa bekal aja ke kantor?


Biar nanti aku siapkan."


"Bibi makan aja ini. Nanti saya makan di luar" balas Antonio lagi yang justru memberitahu sang bibi.


Dia tidak mau berbicara denganku? Tapi ape salahku? batin Manda.


"Antonio," panggil Manda


Antonio pun berjalan menuju mobilnya dan kembali menghiraukan Manda yang diam terpaku di


tempat. Sifat Antonio kembali seperti awal di mana


menunjukkan rasa tidak suka pada Manda, tidak banyak bicara dan acuh.


Mungkin Den Antonio lagi capek. Lagi banyak kerjaan di ban


kantor. Non jangan pikir macam-macam, ya. Lebih baik Non sarapan aja dulu, yuk!" ajak sang bibi


71 CEO Bucin Missecha


"lyah, Bi. Makasih ya, Bi," balas Manda. Dia berusaha menutupi kesedihan dan menguatkan dirinya sendiri.


Apa yang terjadi lagi, Antonio? Aku pikin hubungan kita sudah berjalan baik, pikir Manda.


Wiradijaya House


"Sayang, kenapa melamun?" Dave heran dengan sang istri, Celine


"Entahlah. Tapi tiba-tiba aku kepikiran sama Antonio dan Amanda," jawab Celine. Tergambar jelas di wajah wanita cantik itu raut kekhawatiran.


"Jangan berpikir macam-macam. Bukankah kita sudah bertemu mereka dan hubungan mereka sudah


semakin baik, kan?"


"Entahlah. Aku hanya kepikiran saja dari tadi.


"Apa kamu mau bertemu Manda?" tanya Dave Mendengar itu raut wajah Celine pun berubah menjadi ceria. "Bisakah seharian ini aku bersama menantuku?" ucapnya penuh harap.


721 O Buin- Missecha


Astaga. Sekalipun kamu sudah memberiku dua anak. Bahkan, usia kita sudah tidak muda lagi, entah kenapa rasa cintaku justru semakin besar padamu, batin


Dave


Dengan penuh kasih, Dave memeluk sang istri, lalu berkata, "Tentu saja boleh. Siap-siaplah. Aku antar


kamu menemui menantumu itu


"Terima kasih, Sayang," balas Celine sambi memberikan kecupan lembut di dahi sang suami


Manda yang seharusnya mengajar di panti asuhan, memilih tetap tinggal di rumah. Kondisi hatinya benar-benar kacau hari itu. Sosoknya yang introvert membuat Manda memilih untuk menyimpan masalahnya sendiri dan menangis sendiri di kamar


"Masuklah dan salam buat menantuku juga, ya.


Aku akan langsung bertemu Rendy dan papa di tempat proyek," ucap Dave saat mobil yang membawa mereka sudah sampai di depan rumah Antonio


"Baiklah, Sayang. Aku turun ya."


Tanpa membuang waktu lama, Celine langsung keluar dari mobil. Dia masuk ke dalam rumah anak dan menantunya itu.


73 CEO Bucin - Missecha