
"Saya boleh liat, Dok?" tanya Eta penasaran.
"Tentu saja. Kemarilah," panggil sang dokter.
"saat ini usia janin ibu sekitar dua belas mingguan," ucap sang dokter. "Oh .. wah .. sepertinya di rumah kalian nanti akan ramai karena bukan cuma satu, nih. Tapi ada dua," ucap sang dokter menujuk ke
arah layar.
"Dua? Maksud Dokter kembar?" tanya Eta.
"lyah, benar."
"Karena papanya dan aku anak kembar," cerocos
Eta terus.
"Pantas saja. Gen kembarnya kuat sekali," balas
sang dokter.
Pikiran Manda benar-benar buntu. Dia ingin meluapkan kegembiraannya, tapi dia takut sewaktuwaktu kebahagiaannya hilang.
Sementara Antonio tidak henti keluar masuk
kamar mandi karena rasa mual di perutnya tidak
tertahankan lagi.
"Mungkin aku terlalu banyak
semalam," gumam Antonio.
minum wine
229| CEO Bcin - Missecha
ВАВ 27
Manda ke mana, yah? Aku hubungi nggak diangkat" gumam Dean. "Lebih baik aku melihatnya sendiri di rumahnya. Aku khawatir dia sakit."
Dean pun memilih untuk mendatangi kediaman
Antonio dan Amanda.
Kening Dean sedikit berkerut saat melihat mobil
Antonio parkir rapi di sana. "Rupanya dia ada di rumah.
Baguslah. Tapi sayang, tujuanku hanya ingin bertemu Manda."
Dengan mengenakan jaket denimnya, lengkap dengan kacamata sport, penampilan Dean tidak kalah tampan dan menarik dari Antonio. Dean pun keluar dari mobilnya.
Dia memencet bel di rumah Manda.
Ceklek... (Seorang wanita paruh baya pun keluar)
2301 CEO Bucin - Missecha
"Selamat sore. Lho, Aden temennya Non Manda yang waktu itu datang, kan?" tanya Bi Nana.
"Sore, Bi. Benar sekali. Bibi masih ingat saya?"
"Tentu, dong! Orang tampan kayak Aden, pasti bibi ingat," lntar Bi Nana jenaka.
"gibi bisa aja. Oiyah, Manda ada, Bi"
"Hmmm, Non Manda sedang keluar sebentan
dengan Non Eta. Mungkin sebentar lagi pulang, Den," ucap sang bibi
Antonio mendengar bunyi bel saat itu. Dia pun
bergegas turun karena dia berpikir pasti Manda dan Eta sudah pulang.
"Mau apa kamu ke mari?" sekakmat Antonio yang
tiba m-tiba muncul dari belakang Bi Nana.
Dean tidak gentar dengan hardikan Antonio dan dengan santainya dia menjawab, "Pastinya ingin
Ya, Gustil Ini, kenapa masalah nggak habishabis? batin Bi Nana.
231 CEO Bucin - Missecha
"Hmmm, Aden-aden, mungkin bisa bicara baikbaik sambil duduk," serunya lagi.
Apa katanya? Manda-ku? batin Antonio.
"Suruh dia masuk, Bi!"
"Den tampan, silakan masuk. Silakan duduk, yah.
Bibi buatkan minum dulu," ucap Bi Nana lagi dan pamit
ke belakang
Antonio pun ikut mengambil tempat di hadapan Dean. Mereka ibarat dua kubu yang bersitegang satu
dengan yang lainnya.
"Mohon dikoreksi pernyataan Anda barusan!"
ucap Antonio.
"pernyataan saya yang mana? Oh, tentang Manda-ku? Well, dia memang Manda-ku. Selamanya akan selalu menjadi Mandanya Dean," ucap Dean tidal gentar sedikit pun.
Maafkan kakak, Manda. Kakak hanya ingin menguji perasaan suamimu kepada kamu. Kokak sudah ikhlas melepasmu dengannya, tapi sebelum kakok kembali ke fuar negeri, kakak mau memastikan kebahagiaanmu dulu, batin Dean.
232 CEO Bucin - Missecha
Ucapan Dean benar-benar memantik emosi di
hati Antonio.
"Okay! Dia memang Manda-mu, tapi dia istriku.
Mungkin kamu lupa, Tuan Dean," balas Antonio
"Itu hanya status. Jadi, aku tidak peduli statusnya Single kah, istri kah atau mungkin nanti janda sekalipun, selamanya dia tetap Manda-ku." Kembali balas Dean.
Di saat yang bersamaan, Eta dan Manda sedang dalam perjalanan kembali ke rumah. Namun, sesampainya di halaman rumah, keduanya saling beradu tatap karena melihat 2 mobiltengah parkir persis di
depan rumah.
"Astaga, itu bukannya mobil Kak Dean?" seru
Manda.
Laki-laki kurang ajar itu ternyata benar-benar keras kepala. Ngapain dia ke sini, sih? Mana ada Antonio lagi. Apa dia sengaja ingin membuat hubungan Manda
dan Antonio hancur? Awas aja! Sama seperti Nadine, aku
tidak akan memaafkanmu, batin Eta.
Eta pun terpaksa harus memarkir mobilnya agak jauh. Keduanya memilih untuk mendengarkan dahulu percakapan Antonio dan Dean.
233| CEO Bucin - Missecha
"Wah, ternyata sangat-sangat mencintai gadis itu rupanya," cibir Antonio
Manda dan Eta pun sudah berada di balik pintu ا
dan mendengarkan percakapan keduanya.
"Jelas. Aku mengasihi Manda. Dia gadis yang baik dan sangat berbeda dari gadis lainnya," ucap Dean.
"Tuan Dean, sayang sekali. Manda-mu itu sudah menjadi milikku. Dia bukan hanya menjadi istriku, tapi dia sudah menjadi milikku seutuhnya. Kalau kamu mau menunggunya, mungkin saat aku bosan nanti, aku akan memberinya padamu," ucap Antonio
Terluka ke-sekian kalinya, tetapi ucapan Antonio kali ini benar-benar sudah menjatuhkan harga diri Manda. Dia menganggap Manda sebuah barang yang bisa dipakai dan dinikmati serta dibuang seenaknya
Eta pun ikut emosi mendengar penuturan Etaounemosdengetura
kembarannya. Namun, Manda menahan tangannya untuk tidak menunjukkan diri sekarang. Begitu juga Dean, Dean benar-benar tidak menyangka akan jawaban Antonic
Manda, apa yang harus kakak lakukan? kakak benar-benar sudah melepasmu, tapi melihat ini, pikir Dean.
234| CEO B.cin- Missecha