CEO BUCIN

CEO BUCIN
Episode 43



"Saya boleh liat, Dok?" tanya Eta penasaran.


"Tentu saja. Kemarilah," panggil sang dokter.


"saat ini usia janin ibu sekitar dua belas mingguan," ucap sang dokter. "Oh .. wah .. sepertinya di rumah kalian nanti akan ramai karena bukan cuma satu, nih. Tapi ada dua," ucap sang dokter menujuk ke


arah layar.


"Dua? Maksud Dokter kembar?" tanya Eta.


"lyah, benar."


"Karena papanya dan aku anak kembar," cerocos


Eta terus.


"Pantas saja. Gen kembarnya kuat sekali," balas


sang dokter.


Pikiran Manda benar-benar buntu. Dia ingin meluapkan kegembiraannya, tapi dia takut sewaktuwaktu kebahagiaannya hilang.


Sementara Antonio tidak henti keluar masuk


kamar mandi karena rasa mual di perutnya tidak


tertahankan lagi.


"Mungkin aku terlalu banyak


semalam," gumam Antonio.


minum wine


229| CEO Bcin - Missecha


ВАВ 27


Manda ke mana, yah? Aku hubungi nggak diangkat" gumam Dean. "Lebih baik aku melihatnya sendiri di rumahnya. Aku khawatir dia sakit."


Dean pun memilih untuk mendatangi kediaman


Antonio dan Amanda.


Kening Dean sedikit berkerut saat melihat mobil


Antonio parkir rapi di sana. "Rupanya dia ada di rumah.


Baguslah. Tapi sayang, tujuanku hanya ingin bertemu Manda."


Dengan mengenakan jaket denimnya, lengkap dengan kacamata sport, penampilan Dean tidak kalah tampan dan menarik dari Antonio. Dean pun keluar dari mobilnya.


Dia memencet bel di rumah Manda.


Ceklek... (Seorang wanita paruh baya pun keluar)


2301 CEO Bucin - Missecha


"Selamat sore. Lho, Aden temennya Non Manda yang waktu itu datang, kan?" tanya Bi Nana.


"Sore, Bi. Benar sekali. Bibi masih ingat saya?"


"Tentu, dong! Orang tampan kayak Aden, pasti bibi ingat," lntar Bi Nana jenaka.


"gibi bisa aja. Oiyah, Manda ada, Bi"


"Hmmm, Non Manda sedang keluar sebentan


dengan Non Eta. Mungkin sebentar lagi pulang, Den," ucap sang bibi


Antonio mendengar bunyi bel saat itu. Dia pun


bergegas turun karena dia berpikir pasti Manda dan Eta sudah pulang.


"Mau apa kamu ke mari?" sekakmat Antonio yang


tiba m-tiba muncul dari belakang Bi Nana.


Dean tidak gentar dengan hardikan Antonio dan dengan santainya dia menjawab, "Pastinya ingin


Ya, Gustil Ini, kenapa masalah nggak habishabis? batin Bi Nana.


231 CEO Bucin - Missecha


"Hmmm, Aden-aden, mungkin bisa bicara baikbaik sambil duduk," serunya lagi.


Apa katanya? Manda-ku? batin Antonio.


"Suruh dia masuk, Bi!"


"Den tampan, silakan masuk. Silakan duduk, yah.


Bibi buatkan minum dulu," ucap Bi Nana lagi dan pamit


ke belakang


Antonio pun ikut mengambil tempat di hadapan Dean. Mereka ibarat dua kubu yang bersitegang satu


dengan yang lainnya.


"Mohon dikoreksi pernyataan Anda barusan!"


ucap Antonio.


"pernyataan saya yang mana? Oh, tentang Manda-ku? Well, dia memang Manda-ku. Selamanya akan selalu menjadi Mandanya Dean," ucap Dean tidal gentar sedikit pun.


Maafkan kakak, Manda. Kakak hanya ingin menguji perasaan suamimu kepada kamu. Kokak sudah ikhlas melepasmu dengannya, tapi sebelum kakok kembali ke fuar negeri, kakak mau memastikan kebahagiaanmu dulu, batin Dean.


232 CEO Bucin - Missecha


Ucapan Dean benar-benar memantik emosi di


hati Antonio.


"Okay! Dia memang Manda-mu, tapi dia istriku.


Mungkin kamu lupa, Tuan Dean," balas Antonio


"Itu hanya status. Jadi, aku tidak peduli statusnya Single kah, istri kah atau mungkin nanti janda sekalipun, selamanya dia tetap Manda-ku." Kembali balas Dean.


Di saat yang bersamaan, Eta dan Manda sedang dalam perjalanan kembali ke rumah. Namun, sesampainya di halaman rumah, keduanya saling beradu tatap karena melihat 2 mobiltengah parkir persis di


depan rumah.


"Astaga, itu bukannya mobil Kak Dean?" seru


Manda.


Laki-laki kurang ajar itu ternyata benar-benar keras kepala. Ngapain dia ke sini, sih? Mana ada Antonio lagi. Apa dia sengaja ingin membuat hubungan Manda


dan Antonio hancur? Awas aja! Sama seperti Nadine, aku


tidak akan memaafkanmu, batin Eta.


Eta pun terpaksa harus memarkir mobilnya agak jauh. Keduanya memilih untuk mendengarkan dahulu percakapan Antonio dan Dean.


233| CEO Bucin - Missecha


"Wah, ternyata sangat-sangat mencintai gadis itu rupanya," cibir Antonio


Manda dan Eta pun sudah berada di balik pintu ا


dan mendengarkan percakapan keduanya.


"Jelas. Aku mengasihi Manda. Dia gadis yang baik dan sangat berbeda dari gadis lainnya," ucap Dean.


"Tuan Dean, sayang sekali. Manda-mu itu sudah menjadi milikku. Dia bukan hanya menjadi istriku, tapi dia sudah menjadi milikku seutuhnya. Kalau kamu mau menunggunya, mungkin saat aku bosan nanti, aku akan memberinya padamu," ucap Antonio


Terluka ke-sekian kalinya, tetapi ucapan Antonio kali ini benar-benar sudah menjatuhkan harga diri Manda. Dia menganggap Manda sebuah barang yang bisa dipakai dan dinikmati serta dibuang seenaknya


Eta pun ikut emosi mendengar penuturan Etaounemosdengetura


kembarannya. Namun, Manda menahan tangannya untuk tidak menunjukkan diri sekarang. Begitu juga Dean, Dean benar-benar tidak menyangka akan jawaban Antonic


Manda, apa yang harus kakak lakukan? kakak benar-benar sudah melepasmu, tapi melihat ini, pikir Dean.


234| CEO B.cin- Missecha