CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 65



Fatma tersenyum seraya menyenderkan tubuhnya pada Harun manja.


"Makasih yah pah" ucap Fatma.


"Aku hanya merekomendasikan brownis enak pada Bram dan memintanya membawakan satu jika pulang, kukira dia akan lupa ternyata masih ingat, padahal aku sudah lupa dengan pesananku itu" ucap Harun memeluk sang istri.


"Ya sudah kalian duduklah nenek akan buatkan minum dan memotong bronisnya dulu" ucap Fatma seraya berjalan menuju dapur.


"Aku ikut nek" ucap Aberlie menyusul Fatma.


"Apa kau betah disana sayang?" tanya Fatma yang sedang memotong brownis.


"Betah nek, tempatnya masi begitu indah dan masih asri sekali, aku juga mengunjungi warung soto yang nenek ceritakan" ucap Aberlie.


"Ya nenek melihat foto yang kau kirim, rasanya nenek ingin segera menyusul ketempat itu begitu melihat foto darimu" ucap Fatma membayangkan.


"Apa kamu mengunjungi makam ibumu dan kakek nenek mu sayang?" tanya Fatma kembali.


"Iya nek aku mengunjunginya"


Yah, Aberlie mengunjungi makam ibu kakek dan neneknya, ia menangis didepan makam tersebut seraya mengingat cerita yang pernah Fatma ceritakan.


"Kapan kapan kita kesana bersama yah sayang" ucap Fatma.


"Iya nek"


"Ya sudah ayu kita bawa ini kedepan"


Fatma dan Aberlie menghampiri dua pria yang tengah asik mengobrol, entah apa yang mereka obrolin hanya Harun dan Bram yang tahu.


Aberlie dan Fatma meletakan brownis dan kopi dimeja depan sofa.


"Bentar lagi anak anak sampai mah, kamu bawa saja semua brownisnya, aku sudah menghubungi mereka mengatakan jika Aberlie dan Bram sudah pulang dan berada dirumah ini, sekalian suruh Santi dan Reni masak yang agak banyak biar kita makan siang bersama" Ucap Harun.


"Baik pah, aku ambilkan dulu semuanya kesini dan mengatakannya pada mereka" ucap Fatma seraya kembali kedapur.


Tak lama yang diberi kabar pun tiba, yang tua duduk diatas sofa dan yang muda memilih duduk dibawah.


Haris dan Risa sudah tak canggung lagi memperlihatkan kedekatannya didepan semua anggota keluarga.


"Weeeeeh bro gimana tok cer kaga lu" ucap Haris meledek Bram seraya memakan sepotong brownis.


"Belum men, mungkin bentar lagi, tenang ajah masih pemula jadi mungkin gua sama my baby suruh puas puasin dulu hehe" ucap Bram seraya merengkuh tubuh Aberlie.


Mendengar ucapan Bram dan Haris wajah Aberlie seketika menjadi merona malu.


"Haha sa ae lu bucin" balas Haris.


"Weh men lu jangan bilang gua bucin mulu lu padahal lu juga bucin kan lu sama nih si kaleng rombeng" balas Bram.


"Kak Braaaaaam, aku cantik gini kenapa dibilang kaleng rombeng sih, jahat banget kakak tuh sama adik perempuannya yang paling cantik imut menggemaskan ini" Risa melemparkan bantal sofa pada Bram dan Bram menangkapnya.


"Haha kan bener kaleng rombeng, tuh buktinya udah kedengeran suaranya kaya guntur yang bunyi nyaring ditengah hujan lebat hahaha" ledek Bram kembali.


"Honey...." ucap Risa manja.


"Udah biarin ajah honey, dia tuh iri soalnya Berl gak manja kaya kamu keaku gini" ucap Haris seraya memeluk dan mengusap rambuy Risa.


"Kenapa jadi aku yang kena nih" kali ini Aberlie yang ikutan masuk dalam drama.


"Lu ajah kaga liat dia manja lu laga tau ajah kalo udah dikamar beeeeeeh manjanya dia tuh tingkat dewa" timpal Bram yang masih merengkuh Aberlie.


"Dear, mana ada aku begitu, kamu tuh" Aberlie mendelik pada Bram.


"Haha bercanda baby"


"Brisik lu, cepetan sana merid lu biar tambah lengket kaga bisa lepas" kali ini Bram yang melempar bantal sofa kearah Haris.


"Hahaha bucin ngambek" Haris tertawa.


Semua yang ada diruang keluarga hanya tertawa dan menggelengkan kepala melihat tingkah dua sejoli yang bucin ini.


"Aberlie dan Bram sudah kembali dari bulan madunya, sekarang seperti apa keputusanmu Haris" tanya Surya saat semuanya sudah tenang.


"Haris rencananya ingin bertunangan terlebih dulu pah, mengingat Risa yang masih kuliah, namun Risa minta untuk segera menikah, jadi Haris minta pendapat kalian para orang tua baiknya seperti apa" ucap Haris menjelaskan.


"Nenek sih setuju saja sama usul Risa yang untuk langsung menikah, mengingat kalian yang sudah sangat lengket, nenek takut kalian tak bisa menahan lebih lama lagi, namun dengan satu syarat, Risa hadus menunda dulu kehamilannya sampai ia lulus kuliah, cuma tinggal satu tahun ini kan" ucap Fatma memberi saran.


"Kalau mamah berfikir seperti itu Surya sih setuju juga, entah dengan Lisa, gimana menurutmu mah?" Surya beralih bertanya pada Lisa.


"Aku makmum saja dari pada nanti mereka berzina" ucap Lisa.


"Jadi keputusannya sudah jelas yah, Haris dan Risa kalian bisa langsung menikah tanpa adanya pertunangan, kita bisa cari hari yang tepat dan mempersiapkan semuanya" ucap Fatma dan mereka hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Weeeeeh selamat yah men akhirnya lu bakal nyusul juga, awas nanti gak bisa lepas jauh jauh dari sikaleng rombeng lu" ucap Bram seraya memeluk sahabat, asisten sekaligus saudaranya itu.


"Makasih yah bro, akhirnya gua juga bakal nyusul elu" Haris balas memeluk Bram.


"Nenek rasa bagaimana jika dua minggu kemudian acara pernikahan kalian diadakan, mulai dari besok kita akan persiapkan semuanya" usul Fatma.


"Bagus itu nek, makin cepat makin baik, nanti aku akan menyuruh Momon buat ngerancang gaunnya untuk sikaleng rombeng" jawab Bram antusias.


"Dear kamu semangat sekali, sudah rindu dengan miss Monic yah dear" goda Aberlie.


"Waaaah bro ternyata selera lu unik begitu yah, milih selingannya yang bikin Berl gak cemburu hahaha" ledek Haris dan mereka pun ikut tertawa.


"Enak ajah lu" Bram melempar bantal pada Haris.


"By, kamu jangan suka ngaco ah, mana ada aku rindu sama Momon" ucap Bram dengan nada merengeknya.


"Kak Bram, kamua serius kak kesemsem sama miss Monic" Risa menimpali terlambat.


"Brisik lu kaleng rombeng"


"Astaga kakak aku gak nyangka seleramu kak" Risa malah tambah semangat meledek Bram.


"By, kamu sih ngomong gitu lihat mereka jadi membulikukan by, kamu harus tanggung jawab loh by udah buat hatiku sedih" rengek Bram dipelukan Aberlie.


(Bram kebalik astaga malah kamu yang ngerengek dipelukannya Aberlie🤦‍♀️)


"Dear, kamu tuh kaya anak kecil tau" ucap Aberlie namun ia tak menolak Bram merebahkan kepalanya didadanya.


"Biarkan"


Disaat mereka sedang asik mengobrol bersenda gurau dan membahas persiapkan pernikahan Haris dan Risa, Santi datang menghampiri mereka.


"Maaf nyonya besar, makan siang sudah siap" ucap Santi pada Fatm dan Fatma melihat jam ternyata sudah masuk jam makan siang.


"Ah ternyata sudah waktunya makan siang yah, makasih yah mba Santi, ayu kita makan dulu setelah itu baru lanjut bahas pernikahan" ucap Fatma yang sudah berdiri.


Mereka pun berdiri menuju meja makan dan makan siang bersama dengan tenang.


*****


Selamat membaca kakak jangan lupa like nya yah😊


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰