CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 4



"Selalu begini. Kenapa aku harus selalu patuh padanya," decak Manda kesal. "lyah, iyah." Manda pun mengambil tempatnya di sisi Antonio.


"Apa kamu ingin mama memarahiku karena tidak memberimu makan, hah?! Tubuh kurus seperti itu masih susah makan." Kembali cemooh Antonio.


Namun, Manda hanya menundukkan kepalanya.


Selain karena takut, dia juga tidak ingin Antonio melihat wajahnya. Terutama matanya yang sembab dan bengkak.


"Angkat kepalamu! Kamu pikir bagus sikapmu


seperti ini?"


"lyah. Ya, sudah. Makanlah," jawab Manda seraya mengangkat wajahnya.


Manda pun mulai menaruh nasi dan lauk ke dalam piring. Sementara Antonio terus fokus menatap wajah Manda.


"Devina!" seru Antonio tiba-tiba.


"Apa? Devina? Apa maksudnya?" tanya Manda.


Namun, dengan sikap cuek dan asalnya, Antonio berbicara sambil makan dalam keadaan tetap tidak


17| CEO Bucin - Missecha


memandang Manda. "Wanita yang di mobil namanya Devina. Dia mantan pacar Ramon. Dia rekan kerjaku.


Suaminya juga mantan rekan bisnisku."


Dia kenapa? Apa dia sedang menjelaskan


semuanya padaku? Tapi untuk apa? pikir Manda heran "Aku mengerti," balas Manda singkat, lalu dia kembali melanjutkan makannya.


"Lalu?" tanya Antonio ambigu.


Jelas saja pertanyaan Antonio membuat Manda bingung. Manda pun menatap Antonio yang ternyata juga sedang menatapnya.


Hati Antonio berdesir hebat saat dari dekat bisa menatap wajah Manda, terutama menatap mata yang seolah mampu menyihirnya.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!


Antonio tersedak dan wajahnya menjadi merah.


Manda pun ikut panik. Lantas, memukul-mukul


punggung belakang Antonio


"Kamu kenapa? Astaga! Antonio!" Manda terus


memukul punggung Antonio.


18) CEO Bucin - Misse


cha


Antonio berdiri dan menarik kedua tangan Manda, kemudian dilingkarkannya sampai menyentuh perutnya. Antonio membantu menekan kedua tangan Manda yang terkepal dan terus membawa Manda untuk memeluknya erat. Ternyata berhasil


Uhuk! Uhuk


Manda khawatir.


takut, Antonio!" seru


Tubuh Antonio terkulai lemas kembali sambil terduduk. Manda dengan lembutnya terus mengusap


punggung belakang Antonio dengan lembut. Usapan


lembut Manda begitu menenangkan Antonio


Tanpa sadar Antonio memeluk tubuh Manda


yang berdiri di hadapannya. Antonio pun


menenggelamkan wajahnya di perut Manda. Sementara Manda terus mengusap punggung belakang Antonio.


"Makanya, kalau makan jangan ngelamun. Kalah sama anak kecil, cibir Manda.


Sindiran halus dari Manda berhasil tertangkap oleh telinga Antonio. Wajah Antonio yang sedang berada di depan perut itu pun membuat dia bisa leluasa menggigit Manda.


"Akh! Antoniol" pekik Manda, lalu mendorong tubuh Antonio.


"Itu karena kamu sudah menghinaku." balas


Antonio.


"Kenapa kamu menggigitku?" lirih Manda sambi memegang perutnya. "Aku akan bilang mama. Lihat saja nanti," ancam Manda. Dia bergegas pergi meninggalkan Antonio.


"cih! Gadis itu beraninya main lapor ke mama.


Menyebalkan!" gumam Antonio.


201 CEO B.cin -Missecha


ВАВ 3


Minggu demi minggu dilewati dalam pernikahan mereka. Baik Antonio maupun Manda sama-sama memainkan peran mereka ketika berada di depan


keluarga Wiradijaya. Mereka sepakat harus bersikap baik


dan bersahabat saat di depan keluarga Antonio.


Meskipun tidak jarang pertengkaran juga kerap terjad mewarnai pernikahan mereka.


Kepergian Antonio ke London adalah contohnya.


Dia sengaja agar bisa menghindari Manda, dengan mengambil dalih perjalanan bisnis bersama Ramon, sepupunya. Antonio juga tidak meninggalkan pesan apa pun kepada Manda. Sementara Manda sibuk mengasihani diri sendiri yang seakan tidak pernah dihargai oleh sang suami.


Nadine yang mengetahui bahwa Antonio sedang berada di luar negeri pun tidak menyia-nyiakan