CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 9



Seperti biasa, Dean menjitak kepala Manda karena gemas dengan sikap yang tidak serius itu. "Kamu ini nggak pernah serius kalau aku tanya, yah!"


Manda pun tertawa riang karena berhasil menggoda pria yang dia sudah anggap sebagai kakak itu.


Sementara itu Antonio memilih langsung pulang ke rumah setelah mendapati sang istri berpelukan dengan pria lain di depan kedua matanya sendiri.


Sepanjang perjalanan, dia terus memaki dan mengumpat untuk meluapkan emosinya.


"Pasti lagi nostalgia, yah, kalian berdua?" ucap Bu


Angelina tiba-tiba menghampiri Manda dan juga Dean.


Orang yang digoda pun hanya bisa tersenyum.


"Oiya, Sayang Manda. Kamu belum pulangkah?"


"Ya, ampun! Aku sampai lupa waktu"


Melihat Manda yang panik dan ketakutan, Dean menaruh curiga. Pasalnya Manda sudah pernah bercerita kalau dirinya sudah menikah dan pernikahannya terjadi karena suatu alasan.


"Biar aku antar kamu. Sekalian aku mau


berkenalan dengan suamimu," ucap Dean.


401 CEO B.cin - Missecha


Namun, Manda yang mendengarnya justru menjadi panik. Meskipun hubungannya tidak baik dengan sang suami, tetapi Manda sudah mengenal


Antonio luar dalam.


Gawat, nih! Nggak boleh. Kak Dean nggak bisa ketemu Antonio dulu. Bisa-bisa ada masalah lagi nanti,


batin Manda


"Egh, Kak. Nanti aja, yah. Nanti pasti aku kenalin.


Kalau sekarang udah kesorean," ucap Manda.


"Hmmm, baiklah. Ayo, aku antar," ajak Dean.


"Apa? Antar? Nggak usah, Kak. Aku bisa naik taksi


…...


"Kalau kamu menolak, biarkan kakak menemui


suamimu," sergah Dean memotong ucapan Manda Aku nggak yakin kalau kamu baik-baik saja, Mand. Sepertinya kamu sangat tertekan, batin Dean.


Mendengar ucapan Dean jelas saja membuat Manda menerima ajakan untuk mengantarnya pulang ketimbang membiarkan Dean bertemu dengan Antonio, "Oke, baiklah, Kak," jawabnya setuiu


41 CEO Bucin - Missecha


Bu Angelina


Antonio sudah menunggu Manda di kamarnya Dia bahkan tidak berselera untuk makan dan melakukan hal apa pun. Pikirannya terus dipenuhi adegan Manda berpelukan dengan pria lain.


Bugh!


"Dasar sial, kamu Manda!" pekiknya sambi meninju tembok. Bahkan, dia tidak menghiraukan darah yang mengalir akibat tangan yang terluka.


"Kak Dean, biar Manda turun di sini saja, Kak,


ucap Manda.


"Jadi, kamu benar-benar nggak suruh kakakmu masuk ke dalam, nih?" goda Dean.


"Nanti aja. Lain kali, yah, Kak. Pasti Manda


kenalin. Oke?"


Suara mobil di bawah jelas membuat Antonic mengintip dari jendela kamar dan seperti dugaannya, dia melihat Manda pulang diantar oleh pria lain. Amarah d hatinya pun semakin memuncak.


421 CEO Bucin - Missecha


"Hati-hati di jalan, Kak Dean," ucap Manda.


"Ok, bye, Manda. Kamu masuklah ke dalam


cepat. Setelah itu baru aku pergi," ujar Dean


Tidak lama Manda pun melangkah pergi.


"Apa aku datang terlambat, Manda? Apa masih ada kesempatan untukku? Bisakah kamu melihatku sebagai seorang pria yang benar-benar tulus mengasihimu dan menyayangimu? Bukan sebaga seorang kakak. Aku mencintaimu, Manda. Dari dulu."


gumam Dean.


Sementara Manda sudah masuk ke dalam rumah raut wajahnya terlihat kebingungan, "Mobilnya sudah ada. Apa dia di dalam kamar?" gumam Manda sat tidak menemukan sosok Antonio di dalam rumah. Dia pun


berjalan ke atas menuju kamar, tetapi langkahnya dihadang oleh Antonio.


"Dari mana?"


Astaga! Dia selalu muncul seperti hantu, batin


Manda


"Aku dari panti asuhan," jawabnya. Namun pandangan mata Manda teralihkan saat melihat darah segar menetes dari tangan Antonio. "Darah! Astagal


43 CEtO Bucein - Missecha