
"Kalau kamu tidak mau, kamu bisa cari makan di
luar. Biar aku dan bibi yang habiskan ini."
Manda mulai menuangkan sayur asem di mangkok dan mengambil tahu, tempe goreng, sambal serta lalapan segar, daun selada kesukaannya
Lihatlah gadis itu. Dia benar-benar tidak sopan
batin Antonio.
"Amanda Wiradijayal" Panggilan bernada ancaman Antonio ucapkan
"Jangan ganggu aku. Aku lapar," balas Manda
cepat. Dengan satu kali suapan besar, Manda memasukkan nasi dan sayur asem ke dalam mulutnya.
301 CEO B.cin- Missecha
Antonio yang melihatnya pun dibuat kesal.
Secepat kilat, dia mendekati Manda dan mencium istrinya itu dengan tujuan agar makanan yang ada d dalam mulut Manda pindah ke dalam mulutnya.
Mendapat serangan mendadak dari Antonio
jelas sekali membuat Manda terkesiap kaget dan dengan
kecerdikannya dia menggigit bibir bawah Antonio.
Antonio mengerang kesakitan. "Akh! Kenapa
kamu menggigitku?!" serunya
"Kamu! Kenapa kamu menciumku?!"
sendiri."
"Itu karena kamu menikmati makananmu
"Dasar aneh! Kamu yang bilang nggak mau makan sayur asem," protes Manda tidak terima.
"Berisik! Cepat obati inil" Tunjuk Antonio pada bibirnya yang berdenyut.
"Orang aneh," gumam Manda.
"Amanda Wir...."
"Wiradilaval" sela Manda memotong ucapan
Antonio.
31 CEO Bucin - Missecha
Antonio
Cih! Dia sudah berani menyela kata-kataku, batin
Tanpa Manda sadari, senyum terkembang di
wajah Antonio
Axel Company
"Bro, kenapa bibirmu?" tanya Ramon penasaran.
menjawab
Namun, Ramon tahu bukan karena gigitan semut.
Ramon adalah salah satu saksi hubungan Manda dan
Antonio. "Wah, semutnya ganas-ganas di sana, ya? Perih
perih nikmat dong, ya," godanya yang membuat Ramon mendapat tatapan tajam dari Antonio
Ceklek...
, Selamat siang, semuanya.
"Roger! Masuklah," ajak Antonio
"Hai, Ramon," sapa Roger ramah.
"Halo, Roger. Gimana kabarnya?" tanya Ramon.
321 CEO B.cin- Missecha
"Baik.
Roger pun mengambil tempat duduk di dekat Antonio dan juga Ramon.
"Gimana, Bro? Apa ada kabar baik dari penelusuran anak buahmu?" tanya Roger pada Antonio.
"Wah, kayaknya ada yang udah nggak sabaran, nih," celetuk Ramon
"Roger, anak buahku sudah menemukan panti asuhan tempat adikmu dititipkan dahulu. Panti asuhan itu sempat terbakar, tapi untungnya tidak ada korban jiwa. Menurut anak buahku, kondisi bangunan saat itu mengharuskan mereka untuk pindah ke tempat yang aru," terang Antonio menjelaskan tentang hasil penemuannya.
"Aku berharap kali ini bisa menemukan adikku.
Kedua orang tuaku merasa sangat bersalah sekali dan cerpukul karena mereka melakukan kesalahan yang besar," ucap Roger dengan wajah sendunya. Tergambar jelas bahwa dia sangat kehilangan sosok adik kecilnya.
Dengan bijaksana, Antonio berusaha menguatkan
sang sahabat. "Tenanglah. Kita sudah menemukan panti asuhan itu," ucapnya mantap
33 CEO B.cin- Missecha
"Baik."
Roger pun mengambil tempat duduk di dekat Antonio dan juga Ramon.
"Gimana, Bro? Apa ada kabar baik dari penelusuran anak buahmu?" tanya Roger pada Antonio.
"Wah, kayaknya ada yang udah nggak sabaran, nih," celetuk Ramon.
"Roger, anak buahku sudah menemukan panti asuhan tempat adikmu dititipkan dahulu. Panti asuhan itu sempat terbakar, tapi untungnya tidak ada korban jiwa. Menurut anak buahku, kondisi bangunan saat itu mengharuskan mereka untuk pindah ke tempat yang baru," terang Antonio menjelaskan tentang hasil penemuannya.
"Aku berharap kali ini bisa menemukan adikku.
Kedua orang tuaku merasa sangat bersalah sekali dan terpukul karena mereka melakukan kesalahan yang besar," ucap Roger dengan wajah sendunya. Tergambar jelas bahwa dia sangat kehilangan sosok adik kecilnya.
Dengan bijaksana, Antonio berusaha menguatkan
sang sahabat. "Tenanglah. Kita sudah menemukan pant asuhan itu," ucapnya mantap.
33 CEO Bucin - Missecha