CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 7



"Kalau kamu tidak mau, kamu bisa cari makan di


luar. Biar aku dan bibi yang habiskan ini."


Manda mulai menuangkan sayur asem di mangkok dan mengambil tahu, tempe goreng, sambal serta lalapan segar, daun selada kesukaannya


Lihatlah gadis itu. Dia benar-benar tidak sopan


batin Antonio.


"Amanda Wiradijayal" Panggilan bernada ancaman Antonio ucapkan


"Jangan ganggu aku. Aku lapar," balas Manda


cepat. Dengan satu kali suapan besar, Manda memasukkan nasi dan sayur asem ke dalam mulutnya.


301 CEO B.cin- Missecha


Antonio yang melihatnya pun dibuat kesal.


Secepat kilat, dia mendekati Manda dan mencium istrinya itu dengan tujuan agar makanan yang ada d dalam mulut Manda pindah ke dalam mulutnya.


Mendapat serangan mendadak dari Antonio


jelas sekali membuat Manda terkesiap kaget dan dengan


kecerdikannya dia menggigit bibir bawah Antonio.


Antonio mengerang kesakitan. "Akh! Kenapa


kamu menggigitku?!" serunya


"Kamu! Kenapa kamu menciumku?!"


sendiri."


"Itu karena kamu menikmati makananmu


"Dasar aneh! Kamu yang bilang nggak mau makan sayur asem," protes Manda tidak terima.


"Berisik! Cepat obati inil" Tunjuk Antonio pada bibirnya yang berdenyut.


"Orang aneh," gumam Manda.


"Amanda Wir...."


"Wiradilaval" sela Manda memotong ucapan


Antonio.


31 CEO Bucin - Missecha


Antonio


Cih! Dia sudah berani menyela kata-kataku, batin


Tanpa Manda sadari, senyum terkembang di


wajah Antonio


Axel Company


"Bro, kenapa bibirmu?" tanya Ramon penasaran.


menjawab


Namun, Ramon tahu bukan karena gigitan semut.


Ramon adalah salah satu saksi hubungan Manda dan


Antonio. "Wah, semutnya ganas-ganas di sana, ya? Perih


perih nikmat dong, ya," godanya yang membuat Ramon mendapat tatapan tajam dari Antonio


Ceklek...


, Selamat siang, semuanya.


"Roger! Masuklah," ajak Antonio


"Hai, Ramon," sapa Roger ramah.


"Halo, Roger. Gimana kabarnya?" tanya Ramon.


321 CEO B.cin- Missecha


"Baik.


Roger pun mengambil tempat duduk di dekat Antonio dan juga Ramon.


"Gimana, Bro? Apa ada kabar baik dari penelusuran anak buahmu?" tanya Roger pada Antonio.


"Wah, kayaknya ada yang udah nggak sabaran, nih," celetuk Ramon


"Roger, anak buahku sudah menemukan panti asuhan tempat adikmu dititipkan dahulu. Panti asuhan itu sempat terbakar, tapi untungnya tidak ada korban jiwa. Menurut anak buahku, kondisi bangunan saat itu mengharuskan mereka untuk pindah ke tempat yang aru," terang Antonio menjelaskan tentang hasil penemuannya.


"Aku berharap kali ini bisa menemukan adikku.


Kedua orang tuaku merasa sangat bersalah sekali dan cerpukul karena mereka melakukan kesalahan yang besar," ucap Roger dengan wajah sendunya. Tergambar jelas bahwa dia sangat kehilangan sosok adik kecilnya.


Dengan bijaksana, Antonio berusaha menguatkan


sang sahabat. "Tenanglah. Kita sudah menemukan panti asuhan itu," ucapnya mantap


33 CEO B.cin- Missecha


"Baik."


Roger pun mengambil tempat duduk di dekat Antonio dan juga Ramon.


"Gimana, Bro? Apa ada kabar baik dari penelusuran anak buahmu?" tanya Roger pada Antonio.


"Wah, kayaknya ada yang udah nggak sabaran, nih," celetuk Ramon.


"Roger, anak buahku sudah menemukan panti asuhan tempat adikmu dititipkan dahulu. Panti asuhan itu sempat terbakar, tapi untungnya tidak ada korban jiwa. Menurut anak buahku, kondisi bangunan saat itu mengharuskan mereka untuk pindah ke tempat yang baru," terang Antonio menjelaskan tentang hasil penemuannya.


"Aku berharap kali ini bisa menemukan adikku.


Kedua orang tuaku merasa sangat bersalah sekali dan terpukul karena mereka melakukan kesalahan yang besar," ucap Roger dengan wajah sendunya. Tergambar jelas bahwa dia sangat kehilangan sosok adik kecilnya.


Dengan bijaksana, Antonio berusaha menguatkan


sang sahabat. "Tenanglah. Kita sudah menemukan pant asuhan itu," ucapnya mantap.


33 CEO Bucin - Missecha