CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 62



Tak berapa lama Tun datang dengan segelas teh manis hangat dan secangkir kopi hitam diatas nampan.


"Ini kopi dan tehnya den, non" ucap Tun menyuguhkan teh dan kopi pada dua sejoli yang tengah asik menikmati pisang goreng anget.


(Othor jadi pingin pisang goreng nih gaes jadinya😅)


"Makasih yah mbok" ucap Aberlie mengambil teh tersebut.


"Sama sama non, mbok kebelakan dulu, kalo ada yang lain non bisa panggil mbok dibelakang" ucap Tun seraya meninggalkan kedua sejoli tersebut.


"Slurrruuuuppp ah, nikmatnya pagi pagi yang dingin makan pisang goreng sama minum teh hangat" ucap Aberlie yang tengah menikmati tehnya, Bram hanya tersenyum melihat tingkah Aberlie.


"Dear, siang ini kita kewarung soto yang nenek bilang yah, aku penasaran deh pingin nyobain soto ayam sama sate ayamnya" lanjut Aberlie seraya lanjut memakan pisang gorengnya.


"Oke my queen, apapun keinginanmu" ucap Bram seraya mencubit pipi merah Aberlie.


"By, ko kamu semakin hari semakin cantik ajah sih, bikin aku pingin ngarungin kamu biar gak dilihat sama mata pria diluar sana" ucap Bram.


"Kamu tuh yah pagi pagi udah ngegombal ajah"


"Gak gombal by, emang nyatanya ko"


"Udah ah aku mau mandi, keringet udah kering, badan jadi lengket, nanti baru dilanjut lagi ngemilnya abis mandi" ucap Aberlie seraya melangkahkan kakinya.


"Ikut" Bram bangun dari duduknya dan mengikuti Aberlie dibelakangnya.


"Kebiasaan deh"


"Biarin"


"Bakalnya jadi lama nanti dear mandinya kan dingin"


"Kan dipeluk sama aku nanti kalau dingin by"


Tak terasa ternyata mereka sudah sampai didepan pintu kamar mandi, Aberlie berdiri menghadap Bram didepan pintu.


"Stop dear"


"Hmm hmm" Bram menggelengkan kepalanya.


"Udah ayo masuk, kita mandi nanti keburu siang katanya mau jalan jalan kewarung soto" Bram menggiring tubuh Aberlie masuk kedalam kamar mandi.


"Aku memang benar benar tak bisa menang dari mu dear" Aberlie menggelengkan kepalanya.


"Hehehe" Bram cengengesan dan Aberlie bergidig karena dia sudah paham akan senyum devil suaminya itu mau ngapain.


Bram langsung menyerang Aberlie dengan sangat bergairah dan mulai melucuti pakaiannya satu persatu dan menjamahnya dengan rakus tanpa tersisa sedikitpun.


Lama Aberlie dan Bram didalam kamar mandi akhirnya mereka selesai juga dengan sesi mandi plus plusnya.


Selesai berpakaian Aberlie langsung menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur, ia begitu kelelahan melayani naf su besar suaminya itu.


Entah itu saat tidur atau saat mandi Bram selalu memanfaatkan kesempatan saat bersama dengan Aberlie untuk memadu kasih.


"By keringkan rambutmu dulu sini, atau nanti kau akan masuk angin" ucap Bram yang sudah memegang hair dryer.


"Aku lelah dear, kau selalu saja bernaf su jika didekatku seakan kau tak pernah merasa lelah dan cukup"


"Maaf baby, aku memang selalu bergairah jika berada didekatmu" ucap Bram yang sudah berada disamping Aberlie dan mengecup keningnya.


"Ya sudah ayo keringkan rambutmu dulu oke, sudah siang kau bilang ingin makan soto ditempat nenek dan ibu dulu datangi"


"Baiklah dear, besok kita kemakam ibu, kakek dan nenek yah dear" ucap Aberlie seraya bangun dan berjalan kemeja rias.


Setelah selesai mereka langsung berangkat menuju warung soto yang pernah diceritakan oleh Fatma.


Tak lama mereka telah sampai diwarung soto yang mungkin diceritakan oleh Fatma.


Bram memarkirkan mobilnya kemudian turun ia memutar kesisi Aberlie duduk dan membukakan pintunya.


Aberlie dan Bram masuk kedalam warung soto tersebut, setelah mereka duduk pelayan menghampirinya dan menanyakan pesanan mereka.


"Dear kamu mau pesan apa?" tanya Aberlie pada Bram.


"Samain saja sama kamu by" ucap Bram seperti biasa dia akan selalu memandangi wajah Aberlie dan mengusap rambutnya.


"Mba aku mau pesan soto ayam dua porsi, nasinya juga dua, sate ayamnya selusin saja dan minumnya aku mau jeruk peras hangat 2 dan air mineralnya dua yah mba, sudah itu saja" ucap Aberlie menyebutkan menu makanan yang ia ingin makan.


"Baik mba tunggu sebentar" ucap sang pelayan wanita yang tak terlalu muda.


Tak lama pesanan mereka pun datang, mata Aberlie sudah berbinar melihat makanan yang kata Fatma itu sangat enak.


"Dear jangan dimakan dulu, aku mau foto untuk kukirim pada nenek" ucap Aberlie saat Bram sudah siap akan menyantap makanannya.


"Astaga by aku sudah lapar" ucap Bram dengan mimik wajah dibuat sedih.


Aberlie tak memperdulikan drama Bram, ia asik memotret makanan makanan didepannya, ia juga tak lupa berselfi dengan sang suami tampannya tersebut dan membuat statusnya disosmednya.


"Ayu kita makan dear aku sudah sangat lapar" dengan tak berdosanya Aberlie langsung menyantap makanan didepan matanya.


"Mmmm nenek tidak berbohony dear, ini benar benar enak, ayu kita bungkus untuk makan malam dan untuk mbok Tun dan mang Jajang dear" ucap Aberlie yang lahapnya memakan soto dengan nasi didepannya.


"By, kamu makan pelan pelan ajah kenapa gak ada yang berebut makanan denganmu, lihat kamu makan sampe belepotan kaya anak kecil yang baru nemu makanan enak" ucap Bram seraya membersihkan bibir Aberlie yang belepotan.


"Ini enak sekali dear, kamu coba deh, aa .." Bram membuka mulutnya dan memakan makanan yang disuapi oleh Aberlie.


"Mm memang enak, apa lagi disuapi sama istri tercinta makin nikmat" ucap Bram seraya menganggukan kepalanya.


Setelah selesai makan Aberlie memesan kembali untuk dibawa pulang, tak berapa lama pesanan datang dan Bram membayar tagihannya.


Aberlie dan Bram tak langsung pulang, mereka pergi berjalan jalan ditaman tempat nongkrong para anak muda yang pernah Fatma ceritakan.


***


Sementara dirumah besar Fatma tengah sibuk melihat lihat foto yang dikirim oleh Aberlie ditemani oleh Sumi.


"Lihat lah Sum, mereka terlihat sangat bahagia" ucap Fatma memperlihatkan foto yang dikirim oleh Aberlie.


"Ia nyonya besar, non Berl dan tuan muda terlihat bahagia, mereka sudah bahagia nyonya besar, anda sudah bisa tenang tak perlu khawatir lagi non Berl merasa sendiri, tuan muda melimpahkan cinta dan kasih sayang yang begitu besar untuk nona Berl" ucap Sumi mengusap pundak Fatma.


"Kau benar Sumi, aku sudah bisa bernafas lega semenjak Bram dan Aberlie menikah, aku tahu jika Bram begitu mencintai Aberlie, dia tak akan pernah membiarkan siapapun menyakitinya walaupun itu ayah kandung Aberlie sendiri, kita doakan saja setelah mereka pulang dari desa x mereka membawa kabar bahagia" ucap Fatma seraya mengusap air mata yang mulai mengalir dipipinya.


"Ada apa ini, mengapa kalian terlihat begitu sedih" ucap Harun yang masuk bersama dengan Erwin.


"Kamu lihat ini pah, Aberlie mengirim foto mereka yang tengah makan soto ditempat aku dan Ratih makan dulu, mereka terlihat bahagia sekali pah, aku sangat bahagia melihat mereka bahagia pah sampai sampai air mataku tak dapat kutahan karena bahagianya" ucap Fatma memeluk sang suami dan memperlihatkan foto yang dikirim oleh Aberlie.


"Yah mereka akhirnya bahagia bersama mah, semoga sepulangnya mereka dari sana ada kabar baik yah mah" ucap Harun mengusap punggung Fatma.


*****


Selamat membaca semua jangan lupa tinggalin like kalian yah🙏😊


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰