CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 90



Setelah selesai makan mereka berempat jalan jalan melihat lihat toko didalam mall tersebut layaknya seorang pasangan yang sedang berpacaran dan berkencan. Karena memang mereka jarang sekali jalan bareng seperti ini dengan pasangan mereka walaupun mereka bersama setiap harinya. Mereka sibuk dengan dunia mereka masing masing jika sudah memasuki hari hari biasa.


Saat berada di depan toko baju yang terbilang menjual kaos dan dresh yang harganya lumayan Aberlie berhenti sejenak. Matanya tertuju pada dresh putih yang tak terlalu panjang, mungkin hanya menutupi lutut sedikit. Bram yang melihat Aberlie memandang kearah dresh tersebut langsung membawa sang istri masuk kedalam toko tersebut dan di ikuti oleh Haris dan Risa.


"Ada apa Dear? kenapa menarikku?" tanya Aberlie yang bingung dengan tingkah sang suami.


"Aku ingin melihat sesuatu untukmu." Bram menjawab sambil terua berjalan memasuki toko tersebut.


Pelayan toko yang mengetahui siapa yang datang langsung menyambutnya dengan sopan. Sang pelayan membukakan pintu untuk Bram dan istrinya. Ia tak mau terjadi kesalahan saat melayani sang pengusaha terkenal dan terkaya dikotanya.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan muda?" tanya pelayan wanita tersebut.


"Saya ingin melihat dresh tersebut," jawab Bram menunjuk dresh yang tadi dilihat sang istri tanpa menoleh kearah sang pelayan.


"Baik Tuan muda, Anda dan Nyonya muda bisa duduk disini saya akan ambilkan dresh tersebut." Pelayan wanita tersebut mempersilahkan Bram dan yang lainnya duduk di sofa empuk yang berada di dalam toko tersebut.


Setelah mempersilahkan mereka berempat duduk pelayan toko tersebut pun pergi kearah dresh tersebut di pajang. Dresh tersebut dipajang di sebuah manekin di dekat dinding kaca. Ia melepaskan dresh tersebut dari manekinnya kemudian membawanya pada Bram.


"Silahkan Nyonya muda, ini adalah stok terbaik kami dan hanya ada satu di toko kami." Pelayan tersebut memberikannya pada Aberlie.


"Cobalah By, aku ingin melihatnya, kulihat ini cocok di tubuhmu," ucap Bram tak memperdulikan ucapan dari sang pelayan.


"Dreshnya cantik Kakak ipar, pasti bagus dipake sama Kakak ipar," imbuh Risa.


"Temani aku Ris," ajak Aberlie.


"Oke."


Aberlie dan Risa menuju kamar pas. Setelah sampai Aberlie masuk untuk mencoba dresh tersebut. Sedangkan Risa menunggunya di luar.


"Bagaimana menurut mu Ris." Aberlie bertanya saat ia sudah keluar dari ruang pas tersebut.


"Bagus Kak, biar ku ambil fotomu dulu kak dan ku kirim pada Kak Bram," ucap risa seraya mengeluarkan ponselnya.


Risa mengatur gaya untuk Aberlie supaya terlihat sedikit elegan. Setelah itu ia memotonya menggunakan ponsel milik Risa, kemudian Risa mengirimnya pada Bram. Setelah selesai di foto oleh Risa, Aberlie masuk kembali kedalam kamar pas untuk mengganti pakaiannya kembali.


"Sudah yuk kita kembali ketempat mereka." Aberlie menggandeng Risa dan menuju dimana Bram dan Haris berada.


Aberlie dan Risa berjalan menghampiri Bram dan Haris di tempat mereka duduk. Bram menarik tangan Aberlie untuk duduk dipangkuannya membuat wajah Aberlie bersemu merah karena malu. Sedangka Risa tanpa di suruh ia sudah duduk di pangkuan Haris tanpa malu.


"Mba bungkus ini." Bram meraih dresh tersebut dari tangan Aberlie dan memberikan pada pelayan toko tanpa menoleh kearahnya.


"Baik Tuan muda." Pelayan tersebut mengambil gaun tersebut dan menuju meja kasir.


"Haris bayar itu," ucap Bram dan Haris pun bangun dari duduknya bersama dengan Risa menuju meja kasir.


"Tidak Honey, baju dan gaunku masih banyak yang belum sempat kupakai dan masih ada labelnya," jawab Risa menolak.


Setelah membayar Haris dan Risa kembali menghampiri Bram dan Aberlie. Mereka meninggalkan toko tersebut bersama dan bejalan kembali melihat lihat ketempat lainnya. menjelang malam mereka baru keluar dari mall tersebut.


Sebelum pulang mereka menuju warung ketoprak langganan Bram dan Haris untuk makan malam. Beruntung saat mereka datang warung tersebut sedang tak ramai jadi mereka tak usah mengantri lama. Setelah mereka duduk Haris menghampiri Ujang sang pedagang ketoprak tersebut untuk memesan.


"Mang kaya biasa empat porsi makan disini," ucap Haris memesan pada Ujang.


"Siap Tuan Haris, segera di buat," jawab Ujang dengan gaya hormat.


Ujang langsung membuatkan pesanan mereka. Setelah selesai Ujang langsung menghidangkannya dimeja tempat mereka menunggu. Bram dan yang lainnya langsung menikmati makan malam mereka dengan romantis walau hanya sepiring ketoprak tanpa rasa canggung dan malu.


Mereka orang terpandang dan terkaya di kota ini namun mereka tak malu untuk makan di tempat seperti ini, batin Ujang.


Selesai makan Haris membayar semua makanan yang telah ia dan yang lainnya makan. Seperti biasa ia akan melebihkan uangnya bonus untuk anak sang pedagang ketoprak langganannya itu. Setelah selesai membayar Haris mengantar Bram dan Aberlie ke mansion Bram terlebih dahulu baru ia kembali keapartemennya karena besok sudah harus beraktivitas kembali.


Beberapa bulan berlalu setelah mereka melakukan double date romantis mereka. pagi ini Bram dan Aberlie telah bersiap untuk pergi ketempat biasa mereka melakukan aktivitas mereka sehari hari. Bram akan mengantar Aberlie ke Cafe sebelum menuju kantornya.


Belakangan Bram lebih suka menyetir sendiri tanpa seorang Haris yang biasa mengantar dan menjemputnya dan sang istri. Mobil sudah sampai di depan Cafe milik Aberlie. Sebelum turun seperti biasa Aberlie akan memberikan energi dulu pada sang suami agar mengijinkannya keluar dari dalam mobil.


Setelah selesai Aberlie memberikan energi untuk sang suami ia bergegas keluar dari dalam mobil sebelum suaminya itu meminta yang aneh aneh. Mobil melaju dan Aberlie melambaikan tangannya kearah perginya mobil. Setelah tak terlihat lagi Aberlie masuk kedalam Cafenya.


Jam makan siang tiba tiba kepala Aberlie pusing dan perutnya sedikit mual. Ia menuju ruang kerjanya dan merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang terdapat di dalam ruang kerjanya. Tiba tiba ia ingin sekali meminum lemonade hangat padahal Aberlie tak suka minuman yang asam dan kecut.


Aberlie keluar menuju meja barista. Ia mengambil gelas panjang dan membuat lemonade hangat sendiri. Ia memakai jeruk lemon yang sedikit banyak membuat Rean dan yang lainnya kebingungan.


Pasalnya seluruh karyawan Aberlie tahu jika sang bos cantik tersebut sangat tidak suka jeruk lemon apa lagi yang rasanya asam tersebut. Para karyawan bertanya tanya apa yang yerjadi pada sang bos cantiknya tersebut. Sedangkan Aberlie sangat menikmati lemonade hangat ekstra lemon yang ia buat.


"By, apa yang kau minum?" tanya Bram tiba tiba yang sudah berada tanpa sepengetahuan Aberlie karena saking asiknya Aberlie menikmati minuman tersebut.


"Oh ini," ucap Aberlie mengangkat gelasnya. "Ini lemonade hangat Dear, enak deh, mau," sambung Aberlie seraya menawarkan minuman tersebut pada Bram.


"Maksudku kamu tuh gak salah minum kan By, tumben tumbenan minum yang asem asem gitu, biasanya juga gak mau," ucap Bram bingung.


"Entah lah aku tiba tiba ingin meminumnya," jawab Aberlie santai.


*****


Selamat membaca yah kakak semua jangan lupa tinggalin like kalian yah, maaf kalau ceritanya makin gaje dan membosankan yah kak๐Ÿ™๐Ÿ˜


Salam hangat dariku untuk kalian๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿค—๐Ÿฅฐ