CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 25



"Terima kasih, Nadine. Tapi lebih baik kamu de


pulang saja karena aku mau istirahat," seru Antonio.


"Tapi aku mau temani kamu, Antonio. Aku lagi


nggak sibuk kok hari ini," rengek Nadine


"Tidak apa-apa. Pulanglah. Sebentar lagi Ramon akan datang ke sini," balas Antonio


Siall Lagi dan lagi gagal aku berduaan dengan


Antonio. Mana ada pria gila itu nanti, umpat Nadine d


dalam hatinya.


"Ya, sudah. Kamu istirahatlah. Kalau butuh apa apa, kamu bisa menghubungi aku. Aku pulang dulu, ya."


pamit Nadine


"Hmmm."


Saat Nadine akan keluar dari apartemen Antonio, tanpa sengaja dia berpapasan dengan Ramon yang baru sampai. Kehadiran Nadine di sana jelas saja membuat Ramon memandang sinis ke arah Nadine.


Antonio benar-benar. Dia membawa perempuan


licik ini ke sini. Astaga, batin Ramon


"Antonio!" panggil Ramon.


"Hey! Nggak usah teriak


iak-teriak!"


18I CEO Busin - Missecha


"Kamu gila, ya. Ngapain bawa wanita lain ke apartemen?" sekak Ramon langsung pada sepupunya itu.


"Nadine maksudmu? Dia yang bantu aku tadi ke


dokter," balas Antonio.


"Tapi apa kamu nggak pikirkan bagaimana perasaan Manda kalau dia tahu, hah?"


"Berhenti menyebut nama itu di depanku. Garagara dia, alergiku jadi kambuh lagi,"geram Antonio kesal.


"Tapi, Bro....


"Berhenti bicara atau keluar!" ancam Antonio


Dasar. Selalu saja mengancam bisanya. Aku kan hanya menasihati. Istri sahnya saja tidak pernah dio bawa ke sini, batin Ramon.


Antonio House.


Detik berlalu begitu cepat, jam seolah tidak berhenti terus memacu waktunya. Manda masih bertahan di dalam kamar karena dia pikir bahwa Antonio akan datang saat jam makan malam


1191 CEO Bucin- Missecha


"Ramon, aku akan menginap di sini beberapa hari. Tolong ambilkan beberapa jasku dan beberapa berkas di rumah," seru Antonio


"Udah, sanal Tolong ambilkan dan kamu juga tidur di sini," perintah Antonio.


Bener-bener keras kepala, kepala batu, ego besar, sindir Ramon di dalam hatinya.


Ramon pun dengan segera meluncur ke rumah


Antonio untuk mengambil keperluan Antonio.


"Malam, Bi," sapa Ramon.


"Eh, astaga! Ada Den Ramon. Masuk, Den," balas sang bibi ramah mengajak Ramon masuk.


"Aku nggak lama kok, Bi. Cuma mau ambil barang-barang Antonio. Mau ke kamarnya," seru Ramon.


Oiyah, Manda mana, Bi?"


"Oh


h .. Non Manda ... it Den.. hmm, ada di..


kamarnya," jawab sang bibi.


1201 CEO Bucin - Missecha


"Ya, sudah. Aku ke atas dulu ya, Bi. sekalian mau ketemu Manda," ucap Ramon. Namun, Bibi dengan cepat melarangnya


"Ah, anu ... Den. Jangan, Den ... karena ... karena Non Manda lagi istirahat," jawab bibi gelagapan.


Astaga. Bisa gawat kalau Den Ramon lihat kondisi


Non Manda, batinnya.


Kenapa si bibi kok aneh, ya? Kayak lagi nutupin sesuatu, pikir Ramon.


"Ya, udah, Bi. Aku ke kamar Antonio aja, deh. Mau ambil baju-bajunya," seru Ramon cepat.


Syukurlah. Den Ramon nggak tanya macem


macem, batin bibi.


"Ya, udah, Den. Den mau minum apa? Biar bibi


buatkan."


"Bi, buatin aku nasi goreng, dong? Aku laper, nih.


Belum makan," ujar Ramon.


Maaf, Bi. Tapi aku merasa ada yang bibi tutupi.


Jelas-jelas ini belum jam tidur Manda. Lebih baik bibi fokus di dapur dulu. Biar aku bisa mengecek semuanya,


batin Ramon


121 CEO Bucin - Missecha