CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 86



Dimansion Aberlie tengah sibuk menyiapkan makan malam didapurnya dan seperti biasa Bram akan menemaninya dimeja makan tak jauh dari dapur, Aberlie asik sendiri dengan kegiatannya sedangkan Bram tak hentinya tersenyum dan memandang kearah Aberlie sambil sesekali menyeruput kopi hitam buatan sang istri.


Setelah selesai dengan kegiatan memasaknya Aberlie membereskan dapurnya terlebih dahulu lalu ia baru menyajikan makanannya diatas meja makan, Aberlie mengambilkan nasi beserta sayur dan lauk pauk kedalam piring Bram kemudian ia baru mengambil untuk dirinya.


"Mm masakanmu selalu menjadi favoritku by, bahkan makanan dikantin kantorku pun kalah rasanya dengan masakanmu," ucap Bram seraya memasukkan makanannya kedalam mulutnya.


"Kamu itu bisa ajah yah dear bikin aku seneng, cuma masakan biasa ajah dibilang enak," jawab Aberlie menggelengkan kepalanya.


"Serius by,"


Setelah selesai makan mereka kembali kekamar dan melakukan kegiatan rutin malamnya, mereka sedang ngejar target supaya Aberlie cepat mengandung, terkadang mereka bisa sampai dua atau tiga kali mau dalam semalam, tentu saja dengan Bram yang selalu memimpin.


Beda ceritanya dengan Haris dan Risa, mereka menunda untuk memiliki keturunan karena Risa yang masih bersekolah, tinggal beberapa bulan lagi dan Risa akan wisuda.


Haris dan Risa memang sedang berga irah berga irahnya mengingat baru beberapa minggu mereka menikah, Risa selalu tak pernah lelah dengan kegiatan ranjangnya tersebut, bahkan ia selalu meminta lagi dan lagi pada Haris tentu saja dengan Risa yang memimpin Haris tak bisa menolaknya.


Beberapa bulan berlalu setelah pernikaha Haris dan Aron, kini mereka sudah sedikit lebih akur, Aron sudah mulai kembali pada rutinitasnya, ia sudah mulai bekerja diperusahaannya walaupun hanya sebagai manager Aron tetap bersukur karena sang kakak masih memberinya kepercayaan dan kesempatan.


Dicafe pun kisah pengejaran Arumi berjalan dengan susah susah gampang, pasalnya Kevin bukan belum membuka hatinya tapi Kevin takut tak bisa membiat Arumi bahagia mengingat dia adalah orang yang tak punya sedangkan Arumi adalah anak dari keluarga berada.


Siang hari dicafe setelah makan siang Bram seperti biasa akan berpamitan untuk kembali kekantornya, suasana dicafe sedikit agak sepi karena jam istirahat, Aberlie mendekati Veronica yang sedang melamun duduk dikursi tak jauh dari pintu masuk.


"Ada apa Ve?" tanya Aberlie yang sudah duduk disamping Veronica.


"Mba, mungkin minggu ini terakhir saya bekerja, saya akan mengundurkan diri akhir minggu ini, mba tidak keberatan kan mba?" ucap Veronica seraya bertanya kembali pada Aberlie.


"Kenapa tiba tiba kamu ingin mengundurkan diri Ve?" tanya Aberlie bingung. "Apa kamu ada masalah?" kembali Aberlie bertanya.


"Tidak mba, saya hanya ingin mengundurkan diri saja," jawab Veronica.


"Ia tapi kenapa Ve, apa alasan kamu sampai kamu mengundurkan diri dari sini, apa kamu merasa tidak betah dicafe mba Ve, atau kamu sudah memiliki pekerjaan lain dengan gajih lebih besar?" pertanyaan Aberlie beruntun pada Veronica.


"Saya betah bekerja disini mba, temannya baik semua pada saya, saya juga tak memiliki pekerjaan lain, saya hanya ingin mengundurkan diri saja, saya tak bisa menjelaskan alasannya pada mba Berl, mohon mba Berl mengerti keputusan saya," ucap Veronica menjelaskan.


"Baiklah Ve, mba akan mengijinkanmu untuk keluar dan tak akan bertanya alasannya, tapi jika suatu saat kamu ingin kembali lagi kesini pintu cafe mba selalu terbuka untukmu Ve." Aberlie memeluk Veronica, ia merasa bahwa Veronica menyembunyikan sesuatu darinya yang tak bisa dikatakan padanya.


"Makasih yah mba, mba sudah mengerti," ucap Veronica.


"Kapan rencananya kamu akan mulai berhenti Ve?" tanya Aberlie.


"Kalau bisa saya ingin pulang saat ini juga mba," ucap Veronica.


"Baiklah, kamu berpamitan dulu dengan yang lainnya yah mba keruangan mba sebentar mengambil sesuatu untuk kamu,"


"Baiklah mba,"


Sebelum Veronica berpamitan pada teman temannya ia menelfon seseorang terlebih dahulu untuk menjemputnya ditempat biasa, setelah menutup panggilan telfot tersebut Veronica langsung menghampiri teman temannya untuk berpamitan.


"Semuanya, aku ingin berpamitan pada kalian, mulai hari ini aku bukan lagi bagian dari Stay With Me Cafe, besok aku sudah tidak bekerja lagi disini, aku ingin berpamitan sama kalian semua jika aku memiliki salah selama bekerja dengan kalian disini aku minta maaf yah," ucap Veronica berpamitan pada teman temannya.


"Ada apa Ve, ko tiba tiba seperti ini sih Ve, kamu gak lagi marah sama kita kita kan Ve?" ucap Ashana dengan berbagai pertanyaan seraya memeluk Veronica.


Tak lama Aberlie keluar dengan sesuatu ditangannya. "Ini buat kamu Ve, hadiah dari mba, inget harus sering sering main kesini yan." Aberlie memberikan amplop coklat pada Veronica.


"Makasih yah mba, aku pamit, semuanya aku pulang dulu yah, aku akan main kesini." Veronica meninggalkan cafe setelah memeluk teman temannya satu persatu.


Setelah Veronica pergi tak berapa lama datang Arumi, Aberlie menggelengkan kepalanya dikala melihat Arumi yang datang langsung menghampiri Kevin dan memeluk tangannya.


"Siang semua!" ucap Arumi dan serentak para karyawan cafe membalas salam Arumi.


"Kak aku mau minta ijin buat minta diajarin jadi barista sama babang ganteng yah kak," ucap Arumi yang masih memeluk tangan Kevin.


"Iya iya Rum, aku kan sudah bilang kamu bilang sendiri sama Kevin," jawab Aberlie.


"Tapi mba masa aku." Kevin langsung menimpali.


"Ajari lah Vin, siapa tahu kalian makin dekat dan berjodoh hehe," ucap Aberlie sedikit meledek dan yang lain ikut terkekeh.


"Baiklah mba," jawab kevin pasrah.


Dikantor Emerald Jewelry Risa sudah berada diruangan Haris, ia sepulang kuliah langsung menuju kantor dan menuju ruangan Haris begitu sampai dikantor.


Saat ini Haris sudah menjabat sebagai wakil presdir dari Bram hanoraga, jabatan itu diberikan oleh sang kakek sebagai hadiah pernikahannya, jadi Haris sudah memiliki ruangannya sendiri tak seperti dulu yang masih berada didepan ruangan Bram.


"Honey ayu pulang," ucap Risa yang sudah berada dipangkuan Haris.


"Belum waktunya pulang honey," jawab Haris yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Ayulah honey, aku sedang ingin hm," ucap Risa berbisik pada Haris, beberapa hari ini Haris disibukkan oleh pekerjaan kantornya sehingga ia lelah dan jarang menyentih Risa membuat Risa terus saja merengek.


"Masih sore honey, kerjaanku masih banyak, nanti dirumah sepuas kamu oke," jawab Haris.


"Gak mau kamu belakang ini selalu seperti itu, cape lah sibuk lah aku gak diperhatiin lagi." Risa merajuk.


"Ya mau gimana lagi, aku sedang sibuk honey, ini gak bisa ditinggal, masa harus bolak balik kerumah dulu buat main sama kamu nanti balik lagi buat lanjutin kerjaan," jawab Haris yang seketika itupula menghentikan kegiatannya didepan laptop karena istri manjanya merajuk.


"Yah gak usah pulang honey," ucap Risa seraya menggoyangkan alisnya naik turun sambil tersenyum nakal.


"Honey, gak dikantor juga kali, masa iya mau dikantor," jawab Haris serasa ingin menepuk jidatnya.


"Kan ada kamar istirahat disini honey, nanti pintunya dikunci bilang sama sekertaris kamu buat jangan ganggu sementara," rengek Risa.


"Kamu tuh yah kalau sudah maunya bikin aku gak bisa nolak," kali ini Haris benar benar menepuk jidatnya.


*****


Selamat membaca semuanya jangan lupa likenya yah dan maafkan othor karena ceritanya sedikit gaje😁


Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰