CEO BUCIN

CEO BUCIN
Episode 47



"Ah, benarkah ini? Aku akan jadi nenek?" pekik


Celine riang. Begitu juga anggota keluarga yang lain.


Mereka saling berpelukan satu dengan yang lainnya


Kkita akan punya cicit," ucap Dikta terharu


bahagia


"Eh, tunggu dulu. Belum selesai. Kalian tidak hanya akan memiliki satu cucu aja, tapi dua sekaligus.


Alias cucu kembar," ser Eta lagi.


Luapan rasa suka cita benar-benar dirasakan seluruh anggota keluarga. Antonio bisa melihat itu.


Seluruh keluarganya bersuka cita menerima kabai


bahagia.


Aku baru menyadarinya. Kamulah sumber kebahagiaanku, Manda. dari awal kehadiranmu di rumah kami, kamu selalu membawa kebahagiaan. Tapi aku justru menorehkan luka padamu, batin Antonio penuh


penyesalan.


Dave menghampiri sang putra. "Antonio, selamat, yah. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang


ayah," ucap Dave. Dave lalu memeluk Antonio dan


2531 CEO Bucin - Missecha


keharuan pun terjadi. Antonio bahkan meneteskan air mata haru


"pah! Antonio bukan suami yang baik. Antonio


sudah menyakiti Manda, Pah," ucap Antonio lirih.


.


Dave pun melepaskan pelukannya. "Papa dulu juga bukan suami yang baik, Nak. Semua orang punya masa lalu. Jangan terus menatap masa lalu kamu. Manda adalah masa depan kamu. Perbaiki apa yang harus diperbaiki, Antonio. Belajar dari kesalahan. ini alasan mama memilih Manda untuk mendampingimu, karena mama sangat yakin, Manda adalah pilihan yang tepat untuk membuatmu menjadi manusia yang lebih baik lagi," seru Dave menasihati anak lelakinya itu.


"Makasih, Pah."


Celine pun menghampiri Antonio. "Sayang." Dia


memberikan pelukan kepada sang anak.


"Mamal Mama, maafkan Nio, Mah. Nio tertalu sering menyakiti hati Manda, Mah. No... Nio selalu jahat sama Manda." Tangis Antonio pun pecah di pelukan sang ibu.


254 1 CEO Bacin - Missecha


Seorang pria, apa pun jabatannya, seburuk apa pun sikapnya, sekuat dan sehebat apa pun orangnya, pada akhirnya dia hanya akan bisa menangis dalam pelukan seorang ibu.


Celine coba menenangkan sang anak. "Sudahlah Kenapa kamu menangis? Nio dengarkan mama," seru Celine. "Semua . ita pernah berbuat salah. Jangan lihat awalnya, tapi lihat akhir perjalanan kalian. Tetaplah menjadi Antonio, anak kebanggaan mama," ucap Celine seraya memberikan ciuman di dahi Antonio.


Dikta, Deandra, Rendy dan juga Andini satu persatu memberikan selamat pada Antonio. Baru mereka masuk untuk melihat Manda. Sementara Antonio tetap bertahan di depan kamar dengan Eta yang terus menemaninya


Kring ... (Dering ponsel Antonio berbunyi)


"Roger! Ya, ampun! Aku lupa dengan kasus


Roger," ucap Antonio.


"Angkatlah, cepat!" perintah Eta.


255I CEO Bcin-Missecha


"Halo, Roger " Antonio terus berbicara dengan Roger di telepon


"Kenapa?" tanya Eta.


Kebetulan mereka baru tiba dari New York, seru Antonio.


☆습ង


"Bagaimana, Sayang? Apa ada kabar dari


Antonio?" tanya Miranda penuh harap.


"Antonio sedang di rumah sakit, Mah," jawab


Roger


"Lho, ada apa dengannya?"


"on, bukan Antonio. Tapi istrinya, Amanda mengalami kecelakaan," balas Roger.


"Kalau gitu, papa dan mama ikut kamu ke rumah sakit, yah," ucap Miranda


"ya, sudah. Ayo kita siap-siap," ajak Roger


256| CEO Bucin- Missecha


Siloam Hospital.


Seluruh keluarga Wiradijaya begitu senang


dengan kabar kehamilan Manda. Mereka terus berkumpul di ruangan Manda


"Sayang, makasih, yah. Sebentar lagi grandma akan punya dua cicit, deh," ucap Deandra senang.


"Wah, aku udah nggak sabar liat cucu ponakanku


nanti, sambung Rendy lagi.


"Hey! Bilang Ramon juga. Segeralah menikah biar cucu-cucuku ada temannya juga," balas Dave seperti biasa menggoda Rendy


"Kalian ini, selalu saja ribut. Udah mau punya cucu, masih saja," sela Dikta.


Ya, Tuhan! Aku sudah memutuskan untuk menyerah dengan pernikahanku. Aku sudoh memutuskan untuk menyudahinya, tapi apa mungkin


aku tega menyakiti mereka semua? Orang-orang yang sangot mencintaiku ini. Apa yang harus aku lakukan?


batin Manda.


2571 CEO Bucin- Missecha


"Sayang, apa yang kamu pikirkan," tanya Celine


Dia begitu peka melihat Manda.


"oh, tidak ada, Mah. Manda hanya senang aja, Mah," jawab Manda


"Terima kasih, Sayang. Mama benar-benar senang sekali. Makasih udah memberikan kebahagiaan terus-menerus kepada mama dan keluarga mama Makasih karena pengorbanan Manda begitu besar buat


keluarga ini. Pengorbanan hati .. hiks .." li Cline d


telinga sang menantu. Dia tidak ingin keluarga lain mendengarnya


Sontak saja Manda merasa bersalah dan semakin berat meninggalkan Celine, orang yang sudah dia anggap sebagai ibunya sendiri.


"Mama, jangan berkata sepert itu. Mama sedih, aku juga ikut sedih, Mah," seru Manda


"Kalian kenapa menangis?" tanya Deandra


"Oh, tidak apa-apa, Mah," balas Celine.


2581 CEO B.cin - Missecha