CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 36



"Oh, Tuhan! Kenapa aku bisa cinta sama lelaki


dingin dan galak seperti itu? Bahkan, dia menyuruhku bersiap hanya dalam waktu sepuluh menit Ya ...sepuluh menit. Oh, ya ampun! Aku harus cepat


Jauh tanpa Manda dan Antonio sadari, Nadine


terus memonitor pergerakan mereka berdua.


Flashback on


"Bagaimana cara mengalahkan musuhmu?


Tentunya bukan dengan cara melawannya. Tapi kamu harus menjadi sahabatt bagi musuhmu itu, maka BAM!


Musuhmu akan kalah," gumam Nadine. "Lebih baik aku menghubungi Antonio dan menjalankan rencanaku.


Hahaha, Antonio, malam ini juga aku akan menjadi milikmu seutuhnya dan Amanda, kamu akan menjadi saksi dengan mata kepalamu sendiri, Sayang."


Nadine pun menghubungi Antonio dengan


mengatakan bahwa dia mendapat undangan makan malam romantis di sebuah hotel ternama, tetapi undangan yang diberikan hanya untuk pasangan suami stri.


"Halo, Antonio. Aku ingin memberimu hadiah.


Anggap saja hadiah pernikahan dari sahabat baikmu ini."


Dengan lihainya Nadine berhasil membujuk Antonio.


Ayolah, Antonio. Datanglah berdua dengan Amanda.


185| CEO Bucin - Missecha


Aku merasa tidak enak karena mungkin selama ini hubunganku dan Manda memiliki kesalahpahaman. Jadi, ini sebagai bentuk permintaan maafku juga pada Manda."


"Kamu harus terima undangan dariku dan datang berdua dengan Manda. Nggak mungkin aku menikmatinya sendiri. Ayolah, Antonio! Terimalah adoku untuk kalian berdua, yah. Kalau kamu nggak mau ambil paket menginapnya, setidaknya makan malamlah dengan Manda di sana. Mau, yah?" Kepalan tangan Nadine ke udara sebagai pertanda bahwa Antonio menerimanya


Bagus, Antonio. Sampai berjumpa nanti malam,


Sayangku, batin Nadine.


Flashback off.


"kita mau ke mana, Antonio?" tanya Manda karena sewaktu di rumah, suaminya itu tidak bilang apa apa. "Antonio, kita mau ke mana?" tanyanya lagi


"Cerewet sekali! Kita mau makan di hotel," jawab


Antonio tetap ketus.


"lyah. Aku tahu. Maksud aku dalam rangka apa


makan di sana?" selidik Manda


186| CEO Bucin - Missecha


"Nadine yang kasih undangan ini untuk kita


berdua."


"Apa? Nadine?" Begitu terkejutnya Manda saat


mendengar nama 'Nadine'.


Ya, Tuhan. Pantesan dari tadi firasatku nggak enak banget. Kenapa aku takut sekali ini? suara hat Manda.


"Kenapa?" tanya Antonio melihat istrinya


termenung.


"Antonio, lebih baik kita pulang saja, ya. Kepalaku tiba-tiba pusing," ucap Manda mencari alasan.


Ciit ...(Antonio pun menghentikan mobilnya) "Kamu ingin pulang? Oke. Cepat, turunlah sekarang dan pulang sendiri," balas Antonio "Antonio," lirih Manda


"Cepat, turunlah. Biarkan aku pergi sendiri dan aku akan memanggil Nadine nanti. Cepat, turunlah."


"Kenapa kamu selalu membelanya, Antonio?


Kamu bahkan menyuruhku pulang sendiri," e


eru Manda


pelan.


187| CEO Bucin - Missecha


"stop Mandal Berhenti! Aku bukan pria yang suka bermain drama. Kalau kamu mau pulang, maka pulanglah," hardik Antonio. "Aku memberimu kesempatan padamu sebagai istriku. Tapi ternyata kamu cukup lemah. Aku nggak bisa bersanding dengan


perempuan lemah, Manda. Kamu mau pulang, maka pula .....০


Cup... (Manda membungkam mulut Antonio dengan memberikan Antonio satu kecupan)


"Aku minta maaf, Anto


nio" seru Manda.


"Apa ini maksudnya?" tanya Antonio meminta


penjelasan Manda


"Aku. aku akan tetap pergi bersamamu, Aku .


Antonio," ucap Manda sambil menundukkan wajahnya.


"Cepat, angkat kepalamu!"


Setelah itu mereka pun kembali melaju menuju hotel yang sudah disiapkan Nadine. Laksana sutradara,a


Nadine sudah menyiapkan semuanya sampai kamar untuk Antonio.


"Ah, senangnya! Sebentar lagi aku akan siap


untukmu Antonio dan aku akan memberimu banyak


anak," kekeh Nadine licik.


188| CEO B.cin - Missecha


Sementara perasaan Manda benar-benar semakin tidak tenang. Dia berusaha menghubungi Eta lewat pesan singkat tentang keberadaannya dengan


Antonio dan undangan Nadine.


습습습


Wiradijaya House.


Eta yang mendapat pesan dari Manda pun merasa sedikit curiga dengan Nadine. Dia pun berbicara dengan Ramon, sepupunya.


"Kenapa feeling-ku nggak enak, yah?" ucap Eta.


"Kakak kembarmu itu terlalu baik sama Nadine


Dia selalu saja mendengarkan permintaan Nadine.


Sampai heran aku dibuatnya," decak Ramon ikut kesal


"Lalu, gimana ini?" tanya Eta.


"Apa kamu mau kita ke sana?" tanya Ramon balik.


"Ivah. Lebih baik kita ke sana, karena feelingku ke Antonio benar-benar nggak enak ini," ucap Eta sambil memegang dadanya yang terus berdetak cepat.


"Ingat, jangan bilang Antonio dan Manda sama jangan bilang semua orang," perintah Ramon


1891 CLO Butin - Missecha


""yah. Ya, udah. Ayo, cepetan, sih!"