CEO BUCIN

CEO BUCIN
BAB 197



"Nona, anda mau kemana?" tanya Jo saat melihat Yuna berjalan dengam tatapan kosong. "Nona ....?" ujar Jo.


"Jangan ikuti aku!" jawabnya tanpa menatap Jo.


"Tapi, Nona ....?" Ayuna berbalik dan menatapnya dengan memelas.


"Aku mohon, Jo!" ucapnya, setelah mengatakan itu Ayuna berjalan menuju lift.


"Tuan, kenapa dengan Nyonya?" tanya Refa yang mendengar pembicaraan mereka.


"Bukan urusanmu!" Jhosua kembali menatap Ayuna yang sudah menghilang di dalam lift. Setelah itu Jo berjalan menuju ruangan Al.


"Tuan, Nona ...."


"Aku tidak mau mendengar apapun tentangnya." jawab Al.


"Tapi, Tuan ...."


"Kalau kau disini untuk membahas mereka, lebih baik kau keluar! Aku tidak mau mendengar apapun tentang mereka." usirnya. Jhosua hanya bisa berbalik dan keluar dari sana.


"Semua ini karena pria itu." Jhosua menahan amarahnya.


"Ada apa dengan mereka?" ucap Refa yang bingung melihat sikap para atasannya.


🍀🍀🍀


"Aku harus kemana?" saat ini Yuna berada di depan halte yang tak jauh dari perusahaan. Dia tampak bingung, dia bahkan tidak ingin pulang. "Dia dan kecemburuannya benar-benar membelenguku." batinnya. Ayuna menatap hampa jalanan yang ada di depannya. Dia bahkan tidak peduli dengan busway yang sudah berlalu. Ayuna terus seperti itu hingga sebuah mobil berhenti di hadapannya. Ayuna bahkan tidak fokus pada pengemudi mobil yang sudah berdiri dihadapannya.


"Ayuna?" sapa suara wanita, Ayuna mengangkat kepalanya dan mendapati seorang wanita cantik berdiri dihadapannya.


"Cleo?" tanya Yuna.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Cleopatra. Ayuna mengenalnya saat dulu kabur dari Alvaro. Dia tinggal bersama Andreas. Disanalah Ayuna bertemu Cleo.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Cleo.


"Entahlah!" jawab Yuna pelan.


"Apa kamu sedang dalam masalah?" tanya Cleo yang sudah duduk di sebelahnya.


"Begitulah!" jawab Yuna.


"Kamu bersama siapa?" tanyanya, Cleo mencoba melihat ke sekeliling. "Dimana suamimu?" Yuna hanya mengangkat bahunya. Ayuna masih sibuk dengan lamunannya. "Kamu mau kemana?" Cleo sepertinya paham dengan perasaan Yuna. Karena dia juga pernah merasakannya.


"Aku tidak tahu." jawabnya dengan wajah tertunduk.


"Kalau begitu, ikutlah denganku!" ajaknya, Yuna menoleh padanya.


"Kemana?" tanyanya lagi.


"Sudah ikut saja." Yuna berdiri dan ikut masuk ke mobil Cleo.


"Tapi, aku tidak ingin ke apartemen Andreas." jawabnya.


"Aku tidak akan membawamu kesana." Cleo tersenyum kemudian melajukan mobilnya. Sesekali dia menoleh pada Yuna yang lebih banyak diam.


🍀🍀🍀


"Ada apa, Jo?" tanya Gina saat Jhosua tiba-tiba mengajaknya bertemu saat jam kantor.


"Apa nona Yuna menghubungimu?" tanya Jo.


"Tidak. Kenapa?" Gina terlihat bingung.


"Aku tidak tahu keberadaan beliau saat ini." jawab Jo.


"Maksudmu? Memangnya Yuna mau kemana? Tuan Al ada disini." ujarnya tanpa tahu apapun.


"Masalahnya dia pergi karena tuan Al." jawab Jo.


"Kenapa?" Gina terkejut. "Bukankah dia merindukan tuan Al? Kenapa dia harus pergi?"


"Selamam terjadi kejadian yang membuat mereka bertengkar hebat." Jhosua kemudian menceritakan apa yang terjadi di Resort tuan Bumi.


"Kenapa tuan Al bisa berpikiran seperti itu? Apa dia tidak mmepercayai istrinya sendiri?" Gina terlihat geram.


"Tuan seperti itu karena terlalu mencintai nona Ayuna." bela Jo.


"Itu bukan cinta namanya. Tuan Al terlalu posesif, sehingga dia tidak bisa membedakan bahwa apa yang dia lihat tidak sama dengan yang dia pikirkan." Gina tidak terima.


"Lupakan semua itu! Saat ini yang harus kita khawatirkan adalah nona Ayuna. Aku suda berusaha menghubunginya, tapi tidak di jawab." Gina terlihat panik.


"Biar aku coba!" Gina bergegas menghubungi nomor Yuna, tapi tetap tidak ada jawaban. "Dia tidak menjawabnya. Apa yang harus kita lakukan? Apa kamu sudah mengatakan ini pada tuan Al?" Jhosua menggeleng. "Kenapa?" tanya Gina.


"Beliau bahkan melarangkan untuk menjelaskan semua yang terjadi." jawabnya.


"Dia benar-benar kebangetan ya! Bisa-bisanya dia melakukan itu pada istrinya sendiri?" Gina kesal pada Al.


🍀🍀🍀


"Rumah siapa ini?" tanya Yuna saat mereka berdiri di depan gerbang besar.


"Rumahku!" Cleo kemudian meminta security membukakan gerbang itu untuk mereka. "Ayo!" ucap Cleo begitu mereka sampai di garasi. Ayuna mengangguk dan mengikuti Cleo berjalan menuju pintu masuk. "Silahkan masuk!" begitu Yuna masuk, Cleo segera mempersilahkan dia untul duduk.


"Sudah pulang, Non?" tanya seorang wanita paruh baya pada Cleo.


"Iya, Bi! Bi, bisa tolong buatin minum untuk temanku?" pintanya dengan sopan.


"Tidak perlu repot-repot!" tolak Yuna.


"Tidak apa-apa." jawab Cleo. Wanita itu kembali masuk ke dalam. "Apa kamu baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat." jawabnya.


"Aku tidak apa-apa." Yuna mengambil tisua dan mengelap keringat yang menetes di dahinya.


"Sebenarnya ada apa? Kamu bisa cerita padaku, mana tahu aku bisa membantumu." tanyanya, Ayuna menatapnya dalam.


"Yah, ini hanya masalah rumah tangga." jawabnya.


"Jadi, apa suamimu tidak akan khawatir?" selidik Cleo.


"Dia bahkan tidak peduli denganku." jawabnya.


"Ini, Non!" wanita paruh baya tadi meletakkan dua gelas jus jeruk di hadapan mereka. "Silahkan diminum." ucapnya.


"Terima kasih, Bi." jawab Yuna.


"Di minum, Na!" Ayuna mengangguk dan mengambil gelas itu. Tapi, baru satu teguk, Ayuna merasa perutnya mulas dan mual.


"Apa aku boleh ke kamar mandi?" tanyanya dengan wajah memerah.


"Kamar mandinya ada disana?" Cleo menunjuk ke belakang. Tidak mau menunggu lama, Ayuna berlari ke belakang sambil menutup mulutnya. Cleo yang melihat Yuna seperti itu juga ikuta berlari. Sesampainya di sana, Cleo mendengar Ayuna sedang muntah-muntah.


"Kenapa dengan temannya, Nona?" tanya bibi tadi.


"Entahlah, Bi!" Cleo mengangkat bahunya. Tak lama pintu terbuka, Cleo bergegas menghampiri Yuna.


"Kamu baik-baik saja?" Ayuna mengangguk lemah. "Wajahmu sangat pucat. Duduklah, aku akan memeriksamu!" ucapnya. Bi Ita membantu Yuna duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Sementara Cleo mengambil perlengkapannya. Kebetulan dia seorang dokter.


"Biar ku periksa." Cleo meminta izin, kemudian dia mengukur tekanan darah Cleo. Setelah itu melakukan pemeriksaan umum padanya.


"Aku sedang hamil." ucap Yuna, saat Cleo memeriksa perutnya menggunakan statescope.


"Benarkah?" Yuna mengangguk. "Berapa minggu?" tanya Cleo.


"10 minggu." Cleo melepas statescope itu dari telinganya.


"Tekanan darahmu sangat rendah. Kamu sudah makan?" Yuna menggeleng.


"Bi, tolong ambilkan makanan untuknya." Bi Ita mengangguk, kemudian bergegas menuju ruang makan.


"Kamu sedang hamil, kenapa mengabaikan kesehatanmu?" ujar Cleo sambil membantu Yuna duduk.


"Aku terlalu panik, hingga lupa sarapan. Pagi tadi, aku baru sampai Jakarta." jelasnya.


"Tapi, gimanapun juga kamu tidak boleh melupakan kondisimu. Seberat apapun masalahmu, jangan sampai melalaikan malaikat kecil ini." Cleo menyentuh perut Yuna, Ayuna tersenyum.


"Ayo, di makan dulu!" bi Ita memberikan satu porsi nasi pada Yuna.


"Terima kasih, Bi." Yuna menerimanya. Yuna menawarkan pada mereka untuk makan, tapi mereka menyuruhnya untuk menyantap makanan itu.


"Kalau aku boleh tau, sebenarnya kamu mau kemana?" tanya Cleo, setelah Yuna selesai makan.


"Aku nggak tahu." jawabnya.


"Kenapa harus pergi dari rumah?" tanya Cleo. Ayuna menatapnya, setelah merasa yakin Yuna menceritakan kesalahpahaman yang terjadi di antara dirinya dan Al.


"Mereka sungguh keterlaluan. Pria itu juga aneh banget, sudah jelas kamu punya suami masih saja di pepet. Dan suamimu juga keterlaluan, karena rasa cemburunya dia bahkan tidak memberimu kesempatan untuk memberitahu mengenai kehamilanmu." Cleo mengomel sendiri. Dia mengatai Al dan juga Bumi. "Kalau begitu kamu tinggal disini saja." Ayuna terkejut dengan saran yang Cleo katakan.


"Tapi, aku ...."


"Kamu harus memberi suamimu pelajaran. Dia tidak bisa selamanya mengukungmu dalam sifat posesifnya." jawab Cleo.


"Tapi, aku nggak mau membebanimu." ucap Yuna.


"Tidak apa-apa. Lagian, di rumah ini tidak ada siapa-siapa. Bi Ita bisa membantumu." ucap Cleo.


"Kamu?" tanya Yuna.


"Aku harus kembali ke rumah sakit." jawab Cleo. Begitu pekerjaanku selesai, aku akan menemuimu." ucapnya. Setelah di desak oleh Cleo, akhirnya Yuna menerima tawarannya untuk tinggal disana. Yuna merasa beruntung, karena masih ada yang peduli dan mengerti dirinya.


#tbc