CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 61



Sore hari mobil yang dikendarai Bram berhenti didepan rumah milik mendiang ibunda Aberlie yang sudah disulap menjadi vila yang mewah.


Bram turun dari dalam mobil disambut oleh pengurus vila yang disewa oleh Bram dan menurunkan barang barang dari dalam bagasi mobil dibantu oleh pengurus vila tersebut dan dibawa masuk kedalam vila.


Sedangkan Aberlie terlelap tidur, Bram membuka pintu mobil sisi Aberlie dan mengangkat tubuh Aberlie masuk kedalam vila, ia tak ingin membangunkan istri tercintanya itu karena Bram tahu Aberlie pasti lelah.


Bram meletakkan Aberlie diatas kasur berukuran besar didalam kamar yang ukurannya sama dengan kamar mereka dimansion Bram.


Setelah meletakkan Aberlie dikasur dan menyelimutinya Bram bergegas mandi kemudian ia menuju dapur untuk membereskan bahan makanan yang mereka bawa dari kota x.


Bram berencana membuat makan malam ala kadarnya yaitu indomie goreng dan telur ceplok mata sapi, karena hanya itu yang bisa ia buat.


"Mang, ada seseorang yang mau kerja beres beres gak buat bantu bantu disini, saya butuh kirara kira untuk sebulan lah" tanya Bram pada pengurus vila tersebut disela sela kesibukannya yang sedang menggoreng telur ceplok mata sapi.


"Bagaimana jika istri saya saja den, kalau mau nanti saya bilang dengan istri saya den" ucap pengurus vila memberi usul.


"Boleh deh, besok suruh datang yah mang buat bantu beres beres rumah selama saya dan istri saya disini yah kurang lebihnya selama sebulan lah mang" Bram menyetujui usul pengurus vila.


"Baik den nanti saya bilang sama istri saya besok pagi suruh datang"


Setelah selesai dengan perbincangannya bersama pengurus vila dan juga dengan acara membuat makan malamnya Bram membawa makanan itu menuju kamar.


Didalam kamar Bram meletakkan makanan tersebut diatas meja dekat sofa, kemudian ia mendekati Aberlie yang masih terlelap dalam tidurnya.


"By, bangun sudah petang" Bram mengusap kepala Aberlie membangunkan dari mimpi indahnya.


Aberlie menggeliat dan membuka matanya perlahan, ia melihat sekeliling merasa asing dengan tempat tersebut, seingatnya ia masih didalam mobil.


"Kita dimana dear?" tanya Aberlie seraya mengucek matanya.


"Kita sudah sampai divila by, ini sudah petang, ayu kita makan kamu pasti lapar" ucap Bram masih mengusap kepala Aberlie.


"Aku mandi dulu yah dear biar segar" ucap Aberlie bangun dari tidurnya.


"Ya sudah kamu mandi aku mau beresin pakaian kita dulu kedalam lemari, nanti baju gantimu ku siapin sekalian" ucap Bram.


"Biar saja dear nanti aku yang beresin"


"Kamu pasti cape by, biar aku yang beresin oke, kamu mandi sekarang yah, setelah itu kita makan, aku sudah lapar"


"Baiklah, makasih yah my lion, cup" Aberlie mengalungkan tangannya keleher Bram dan mengecup bibir Bram kemudian beranjak masuk kedalam kamar mandi.


Seraya menunggu istrinya mandi Bram membereskan baju baju mereka dimasukan kedalam lemari, tak lupa Bram menyiapkan pakaian ganti untuk istrinya tersebut.


Tak lama Aberlie keluar dari dalam kamar mandi menggunakan kimono mandinya, Bram menelan salivanya sulit, sibeo sudah mulai berontak didalam sana.


Namun Bram menahan hasratnya tersebut untuk menerkam Aberlie, karena Bram tahu jika istrinya itu lelah dan lapar.


Setelah selesai mengenakan pakaian yang disiapkan oleh Bram, Aberlie langsung duduk disamping Bram untuk makan malam bersama.


"Maaf yah by aku cuma bisa masak mie instan dan telur ceplok mata sapi" ucap Bram seraya menyuapi Aberlie.


"Ya ampun dear, kamu udah mau repot repot bikinin aku makan malam ajah aku udah seneng banget, kamu makan lah dear biar aku makan sendiri, kamu juga lapar kan" ucap Aberlie.


Aberlie terharu karena seorang ceo terkenal dari Emerald Jewelry membuatkannya makan malam meskipun itu mie instan dan telur ceplok mata sapi.


"Aku ingin menyuapimu dulu setelah itu baru aku makan oke"


"Kalau begitu bagaimana aku yang menyuapimu makan dear" usul Aberlie.


"Gak by, kamu diem ajah, nanti aku makan sendiri, aku tahu kamu lelah dari kemarin" Bram menolak usulan Aberlie.


Setelah mereka selesai dengan sesi makan malamnya Bram dan Aberlie memutuskan untuk duduk diteras depan vila untuk menikmati pemandangan malam.


Kebetulan malam ini terang dan banyak bintang betebaran dilangit.


Malam semakin larut dan udarapun berubah menjadi dingin yang menusuk tulang, dua sejoli tersebut memilih untuk beristirahat didalam kamarnya.


Sebelum tidur mereka tak lupa untuk melakukan ritual bertukar keringat.


***


Sementara didalam apartemen Haris dan Risa pun tengah menikmati malam mereka dengan mesra.


"Honey, kapan kamu akan membicarakan masalah pertunangan dengan keluarga kita, atau apakah lebih baik jika kita langsung menikah saja, aku tak sabar ingin selalu sama sama terus sama kamu honey" ucap Risa manja yang tengah duduk dipangkuan Haris dan meletakan kepalanya didada bidang Haris.


"Nanti setelah Bram dan Aberlie pulang dari honeymoonnya kita bahas dengan mereka oke" ucap Haris yang tengah membelai belai lembut rambut Risa.


"Janji" ucap Risa seraya mengacungkan jari kelingkingnya kedepan wajah Haris.


"Janji honey" Haris menautkan kelingkingnya pada kelingking Risa.


Risa pun bangun dari posisi wenaknya itu, ia mencium bibir Risa dan disambut oleh Haris, ia mengulum bibir tersebut dengan lembut dan bermain didalam rongga mulut Risa.


"Honey, jika aku ingin tidur bersamamu malam ini apa kamu bersedia" bisik Risa ditelinga Haris.


"Jangan pernah memancingku oke" jawab Haris.


"Serius honey" goda Risa dengan manja.


"No honey, sebelum ada pernikahan aku tak ingin melakukan lebih, jadi berhenti untuk memancingku oke, aku lelaki normal, jika kamu terus memancingku dan aku tak bisa menahannya maka aku akan sangat marah dan bersalah" ucap Haria dengan nada yang sedikit meninggi.


"Maaf" Risa menundukan kepalanya.


"Ini yang terakhir kalinya kau memancingku oka" Haris meraih wajah Risa dan mencium bibirnya lembut.


***


Pagi menjelang, Aberlie dan Bram baru pulang dari lari paginya mengelilingi desa disekitar saja.


Saat mereka masuk kedalam vila wangi pisang goreng vanila sudah memanggil mereka untuk disantap dimeja makan.


"Wangi sekali mbok Tun" ucap Aberlie pada asisten rumah tangga sementaranya yang tak lain adalah istri dari penjaga vilanya.


"Silahkan dicoba non, tadi dirumah ada pisang mateng jadi sekalian saja mbok bawa untuk digoreng disini siapa tahu saja non Aberlie dan den Bram doyan" ucap asisten rumah tangga yang dipanggil Tun tersebut.


"Doyan ko mbok, kan dear kamu doyan pisang goreng" ucap Aberlie yang sudah sedang menyantap pisang goreng tersebut.


"Doyan doyan" Bram pun ikut menyantap pisang goreng buatan Tun.


"Non Aberlie sama den Bram mau minum apa biar sekalian mbok buatkan?" tanya Tun sopan.


"Teh manis hangat saja mbok kayanya enak kalo sembari makan pisang goreng, kalo Bram kopi hitam saja tapi gulanya jangan terlalu banyak yah mbok, maaf merepotkan yah mbok"


"Baik non, kan udah jadi tugas mbok non"


*****


Selamat membaca semua like jangan lupa like😁


Salam hangat dari ku untuk kalian🙏😊🤗🥰