
Pagi hari dirumah sakit kota x, dokter Agam baru sampai, setiap pasien yang melewatinya menyapa dokter Agam dengan ramah.
Dokter Agam terkenal dengan ramah dan suka tersenyum pada setiap pasien, dia juga tampan sehingga kebanyakan pasien wanita dari anak anak hingga lansia betah berada dirumah sakit ini.
Mereka senang jika dikunjungi oleh dokter Agam, dokter Agam tak sungkan untuk mendengarkan cerita dari setiap pasiennya.
Dokter Agam adalah anak dari pemilik rumah sakit tersebut, namun sikap dan sifat dokter Agam tidaklah sombong.
Dia suka membantu orang yang sedang kesusahan, tak jarang ia menjadi dokter gratisan untuk warga yang kurang mampu yang tidak memiliki BPJS.
Saat doket Agam sampai diloby rumah sakit matanya menangkap sesosok wanita yang ia lihat dipesta pernikahan sahabatnya Bram, yah wanita itu adalah Veronica.
Dokter Agam menghampiri Veronica ditempat administrasi.
"Ada apa ini?" tanya dokter Agam setelah ia sampai ditempat administrasi.
"Ini dokter, mba ini dia menunggak pembayaran untuk ibunya yang sedang dirawat jadi pihak rumah sakit rencananya akan menghentikan pengobatannya sampai mba ini bisa membayar tagihannya" jelas sang penjaga administrasi.
"Berapa total pembayaran yang masih belum dibayar?" tanya dokter Agam.
"Sekitar sepuluh juta dok"
"Saya akan membayarnya, tolong kamu selesaikan laporan pembayarannya" ucap dokter Agam.
"Jangan dokter, saya tak ingin merepotkan siapapun" Veronica mencegah dokter Agam yang hendak menyerahkan black card pada penjaga administrasi.
"Kamu diam dulu setelah ini selesai saya ingin bicara denganmu" ucap dokter Agam.
"Tapi dok...."
"Ssttt tak usah tapi tapi, ibumu memerlukan perawatan dan obatnya" lanjut dokter Agam kemudian menyerahkan black card pada penjaga administrasi.
"Ini kartunya dok, semuanya sudah lunas, terimakasih" ucap sang penjaga administrasi seraya menyerahkan kembali black card milik dokter Agam.
"Sama sama"
"Kamu sekarang ikut denganku, aku ingin berbicara denganmu" ucap dokter Agam pada Veronica.
"Baik dok"
Dokter Agam membawa Veronica kedalam ruangannya, ia belum ada jam prakteknya, ia selalu datang lebih awal dari jam kerjanya.
"Duduklah"
"Apa yang dokter ingin bicarakan pada saya?" tanya Veronica sedikit gugup.
"Jadi wanitaku dan aku akan menanggung seluruh biaya dirumah sakit ini" ucap dokter Agam dengan nada yang sangat santai.
"Apa!" Veronica terkejut mendengar penuturan dari dokter Agam tersebut.
"Dekter sedang tidak bercanda kan?" lanjut Veronica.
"Aku sedang tidak bercanda, aku sangat serius, bila kamu mau menjadi wanitaku maka aku akan menanggung seluruh biaya rumah sakit ibumu dan juga biaya hidupmu" jelasnya sekali lagi.
"Tapi dok, saya tidak ingin berhubungan tanpa ikatan, jika menjadi wanita anda yang dimaksud sebagai simpanan saya tidak mau"
"Kamu tenang saja, saya akan menikahimu secara siri, kita akan melakukan kontrak, kontrak ini berakhir jika saya yang mengakhirinya, jadi tidak ada batas sampai kapan kontrak ini harus berjalan"
"Saya akan pikirkan kembali tawaran dokter"
"Tinggalkan nomermu, sore saya akan menghubungimu untuk meminta jawaban darimu"
"Baik dok" Veronica meninggalkan nomer telfonnya pada kertas yang diberi oleh dokter Agam.
Sore menjelang ponsel Veronica pu berdering, ia lihat layar ponselnya teedapat no baru yang menghubunginya.
Pasti dari dokter itu, aku harus jawab apa, apa aku akan menolaknya, tapi bagaimana dengan ibu, aku merasa sudah tidak mampu untuk membiayai biaya rumah sakit ibu, apa aku harus menerimanya, gumam Veronica dengan fikiran yang sedang bertarung.
"Ha..hallo"
"Kutunggu dijalan x"
"Namun saya belum pulang kerja dok"
"Oke, jam berapa kamu pulang dan kamu bekerja dimana?"
"Saya pulang jam delapan malam dok, saya bekerja di Stay With Me cafe"
Panggilan terputus, Veronica merasa lega, setidaknya ia memiliki waktu untuk berfikir kembali.
"Ada apa Ve?" tanya Ashana yang sudah duduk disamping Ashana.
"Tidak ada apa apa ko Shan, hanya rindu ibu saja" ucap Veronica dengan wajah yang sudah berubah sedih.
"Sabar yah Ve, aku yakin kamu perempuan kuat, kalau ada apa apa kamu bisa cerita sama aku Ve" Ashana memeluk Veronica dan mengusap punggungnya.
"Makasih yah Shan"
Malam tiba, waktunya untuk para karyawan Stay With Me Cafe untuk pulang, selesai membereskan cafe mereka bersiap untuk pulang kerumah masing masing.
Rean dan Ashana selalu terlihat romantis, di cafe karyawan wanita hanya Ashana dan Veronica saja.
Tiba tiba ponsel milik Veronica berdering tanda panggilan masuk.
"Hallo" ucap Veronica menjawab panggilan tersebut.
"Di sebrang cafe ada mobil, masuk"
"Sebentar, saya nunggu semua teman teman saya pergi terlebih dahulu baru saya akan menuju kemobil" jawab Veronica.
"Baiklah" sambungan telfon dimatikan oleh sang penelfon.
"Ada apa Ve?" ucap Ashana menepuk pundak Veronica.
"Tak ada apa apa Shan, hanya telfon dari rumah sakit saja, menanyakan apa aku akan datang" jawab Veronica berbohong.
"Oh, ya sudah aku pulang duluan yah sama Rean" ucap Ashana dan mereka pun pergi satu persatu.
Setelah semua karyawan cafe pergi Veronica berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya, ia masuk dan duduk dikursa samping kemudi.
"Bagaimana jawabanmu?" tanya dokter Agam.
"Saya bersedia dok, asalkan tak ada yang mengetahui hubungan kita" ucap Veronica bernegosiasi.
"Semua tergantung pada keputusanku, jika aku tak ingin mempublikasikannya maka tidak, namun jika aku ingin mempublikasikannya kau tak bisa menolak, jika menolak aku akan menganggap kau melanggar kontrak"
Gleeeggg.....
Veronica menelan salivanya susah, dadanya terasa sesak, ia rasa ingin menangis, ia tak sanggup jika ada yang mengetahuinya kalau ia menjadi simpanan seorang dokter walaupun dinikahi secara siri.
"Kapan kau bisa ambil cuti kerjamu? atau labih baik kau keluar dari pekerjaanmu saja" ucap dokter Agam kembali.
"Saya tak bisa berhenti dari pekerjaan saya dok, untuk cuti mungkin nanti setelah mba Berl selesai dengan bulan madunya"
"Siapa Berl?" tanya dokter Agam yang tidak mengetahui nama panggilan Aberlie yang digunakan oleh para karyawannya.
"Istrinya tuan muda Bram Hanoraga, ia pemilik cafe tempat saya bekerja" jelas Veronica.
Oh jadi istrinya Bram adalah pemilik cafe dari tempat wanita ini bekerja, pantas aku melihatnya sewaktu diacara pernikahan Bram kemarin, gumam dokter Agam.
"Baiklah jika seperti itu, kita akan menikah saat kamu mengambil cuti, sekarang saya akan mengantarmu pulang, tunjukkan dimana alamat tempatmu tinggal"
"Rumah saya dijalan x dok" jawab Veronica memberitahu dimana ia tinggal.
Mobil pun melaju meninggalkan tempat tersebut menuju alamat yang diberikan oleh Veronica, tak menunggu lama mereka akhirnya sampai didepan rumah kontrakan yang disewa oleh Veronica.
Dokter Agam ikut turun bersama dengan Veronica, ia ingin tahu tempat tinggal calon istrinya itu.
"Silahkan masuk dok, maaf tempat saya kecil" ucap Veronica mempersilahkan dokter Agam untuk masuk.
Dokter Agam melihat sekeliling rumah kontrakan tersebut, tak ada apa apa didalamnya, hanya ada kursi usang diruangan tersebut.
*****
Hai semua salam hangat dari aku🤗
kita nyasar ke kisah dokter Agam sebentar yah
author dari kemarin otak sampe konslet gara2 habis mikirin adegan panasnya Aron disusul sama malam panas Aberlie n Bram.
mana cuacah dingin misua author sedang diperantauan mikir cerita yang keluar adegan panas terus jadi panas dingin authornya😅😂
Selamat membaca yah kakak jangan lupa tinggalin jejak kalian yah🙏😊🤗❤