CEO BUCIN

CEO BUCIN
episode 21



"Bawa dia ke dalam mobil. Kita harus segera membawanya ke dokter," potong Antonio.


Namun, saat Bu Angel akan ikut masuk, seorang petugas panti


i berlarian ke luar. "Bu Angel, koko nangis terus. Dia panggil nama Bu Angel dari tadi," ucapnya.


"Astaga. Lalu, bagaimana ini?" Bu Angel bingung, di satu sisi dia harus membawa salah satu anak panti asuhan, tapi di sisi lain cucunya menangis mencarinya.


"Ibu liat koko aja. Biar Manda yang bawa Baby Niel," ucap Manda cepat


Keputusan pun sudah diambil. Bu Angel menyerahkan Baby Niel kepada Manda dan Antonio.


Rencana awal mereka akan ke dokter dibatalkan dan diganti dengan membawa Baby Niel ke rumah sakit.


Central Hospital.


Salah satu rumah sakit termahal di kota itu dan karena Antonio mempunyai koneksi di dalamnya, tidaklah sulit bagi Antonio untuk mendaftar dan mendapatkan perawatan untuk Baby Niel. Sementara Manda terus menggendong Baby Niel yang sudah tertidur karena kelelahan menangis terus seharian


Kini Manda dan Antonio sudah berada di depan ruang praktik dokter spesialis anak.


1001 CEO Bucin Missecha


"Selamat malam, Dokter," sapa Antonio ramah.


"Malam, Pak. Malam, Bu. Mari, silakan masuk."


"Dokter, Baby Niel badannya panas sekali. Bisa tolong diperiksa, Dok?" ujar Manda.


"Pasti saya periksa. Baringkan saja di sana, Bu."


Tunjuk sang dokter ke arah tempat tidur.


Niel.


Dengan telaten sang dokter pun memeriksa Baby


"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Manda


cemas.


"Hmmm, apa ini anak pertama Bapak dan lbu?"


"Apa?" jawab Manda. "Oh, bukan, Dok."


"Saya mengerti perasaan kalian sebagai orang tua


muda. Hmmm, untuk kondisinya ... kalau boleh biarkan malam ini menginap di rumah sakit untuk kita observasi lagi."a


tanya Manda


"Menginap? Maksud Dokter harus dirawat, Dok?"


"lyah, Bu. Kita akan lihat perkembangannya sampai besok. Jadi, lebih baik Bapak mencari kamar anak untuk malam ini karena kita harus mengobservasi satu kali dua puluh empat jam," terang sang dokter.


"Tapi, Dok...."


"Baik, Dokter. Tolong bantu urus. Nanti saya akan selesaikan pendaftaran dan lain-lainnya," jawab Antonio


০০০


Manda bisa bernapas dengan lega sekarang karena Baby Niel sudah mendapat penanganan dari dokter. Bahkan, Antonio sudah membayar kamar VVIP untuk Baby Niel bermalam. Sebuah kamar besar dengan ranjang baby dan extra bed serta sofa yang cukup empuk dilengkapi kulkas dan juga TV di dalamnya


"Syukurlah. Demamnya sudah mulai turun," ucap Manda. Barusan dia mengecek dahi Baby Niel yang tertidur pulas.


“Istirahatlah," ujar Antonio.


"Ah, aku tidak apa-apa. Hmmm, terima kasih


sudah membantuku," seru Manda tulus. "Lebih bail kamu pulang saja. Besok kamu harus bekerja."


"Apa kamu mengusirku?" tanya Antonio.


102| CEO Bucin - Missecha


"Aku tidak mengusirmu."


"Kamu selalu mengusirku. Apa kamu tidak suka


aku ada di sini? Atau kamu mengharapkan yang lain ada di sini?" sindir Antonio sinis


Rasanya emosi Manda benar-benar terkuras bail fisik, batin, dan jiwanya. Dia benar-benar lelah. Ucapar


Antonio memantik emosi di hati Manda. Dia sangat sedit


mendengar perkataan sang suami


"Kamu ... kamu kenapa selalu berpikiran negatif kepadaku, hah?! Aku tidak pernah berniat mengusirmu .. hiks .. kenapa kamu selalu berpikir buruk kepadaku, Antonio?" Tangisnya pun pecah


Jelas saja Antonio menjadi panik mendengar tangisan Manda.


"Aku capek, Antonio. Kamu bisa berbuat baik kepada wanita lain, tapi kenapa kamu selalu memusuhi


aku? Apa salahku, Antonio? Hiks..."


Hati Antonio mendadak sakit mendengar nder


tangisan Manda. Dia pun bergegas menghampiri Manda "Huaaaa!" Baby Niel ikut terbangun dan


menangis.


103| CEO Bucin - Missecha